Bolehkah Sholat Dhuha Berjamaah? Ini Hukum dan Anjurannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tak semua umat Muslim yang mengertahui hukum bolehkah sholat dhuha berjamaah atau tidak. Sholat dhuha sendiri merupakan salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai penyempurna ibadah wajib.
Salah satu keutamaan sholat dhuha adalah membuat rezeki dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Selain itu, sholat dhuha juga menjadi cara seorang muslim berkomunikasi langsung kepada Sang Pencipta untuk meminta dibukakan pintu rezeki.
Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang dapat dikerjakan pada waktu dhuha, maksudnya saat matahari terbit setinggi tombak sampai menjelang waktu zuhur.
Bolehkah Sholat Dhuha Berjamaah?
Dikutip dari buku Waktu Shalat (Kajian Fiqih dan Astronomi) oleh ABD Karim Faiz, sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hari atau saat matahari sedang naik, dengan dua rakaat, boleh empat rakaat, delapan rakaat, dan 12 rakaat.
Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan karena ini memang langsung diwasiatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam hadits dari Abu Hurairah disebutkan bahwa:
“Kekasihku Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mewasiatkan kepadaku dengan tiga perkara. Puasa tiga hari dari setiap bulan, dua rakaat sholat dhuha, dan agar aku sholat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari, no: 1981, Muslim, no: 721)
Dikutip dari buku 77 Tanya Jawab Seputar Sholat oleh Abdul Somad, sholat sunnah terbagi mendai dua. Pertama adalah sholat sunnah yang dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah, seperti sholat kusuf, sholat istisqa’, dan sholat malam Ramadhan.
Kedua, sholat sunnah yang tidak dianjurkan dilaksanakan berjamaah, seperti sholat qiyamullail, sholat sunnah rawatib, sholat dhuha, sholat sunnah tahyatulmasjid, dan lainnya. Jadi, bolehkah sholat sunnah dhuha berjamaah?
Sholat dhuha tidak diisyariatkan berjamaah. Tapi, jika dilaksanakan berjamaah, hukumnya boleh dan tidak makruh jika dilaksanakan sesekali. Imam Syafi’I dalam Mukhtashar al-Buwaithi dari ar-Rabi’ menyebutkan bahwa sholat dhuha boleh dilaksanakan berjamaah.
Dalam buku 77 Tanya Jawab Seputar Sholat juga dituliskan, sesungguhnya setelah panas terik, Rasulullah pernah melaksanakan sholat berjamaah di rumah Abu Bakar.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha dan Artinya untuk Menyempurnakan Ibadah
Cara Melaksanakan Sholat Dhuha
Disadur dari buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari oleh Ustadz Arif Rahman, berikut tata cara melaksanakan sholat dhuha:
Niat sholat dhuha sebagai berikut:
Niat sholat dhuha di dalam hati berbarengan dengan takbiratul ihram: Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat sunah dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."
Membaca doa iftitah.
Membaca salah satu surat, dianjurkan membaca surat Asy-Syam pada rakaat pertama dan surat Al-Lail pada rakaat kedua.
Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali.
I'tidal dan membaca bacaannya.
Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.
Duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya.
Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.
Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas, kemudian Tasyahhud akhir.
Setelah selesai, baca salam dua kali.
Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti di atas.
Frequently Asked Question Section
Apa salah satu keutamaan melaksanakan sholat dhuha?

Apa salah satu keutamaan melaksanakan sholat dhuha?
Melaksanakan sholat dhuha dapat membuka pintu rezeki.
Berapa rakaat sholat dhuha dikerjakan?

Berapa rakaat sholat dhuha dikerjakan?
Sholat dhuha dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat.
Apa bacaan niat sholat dhuha?

Apa bacaan niat sholat dhuha?
Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
(ECI)
