Konten dari Pengguna

Bulan Muharram 2025 Sampai Tanggal Berapa? Ini Jawabannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibadah bulan Muharram. Foto: Unsplash/Rachid Oucharia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibadah bulan Muharram. Foto: Unsplash/Rachid Oucharia

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Menurut ketetapan Kemenag, tahun baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025.

Sebagai informasi, sistem penanggalan kalender Hijriah memang berbeda dari kalender Masehi yang digunakan sehari-hari. Dalam laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), kalender Hijriah menggunakan sistem lunar atau qamariyah, yaitu penanggalan yang berdasarkan pada peredaran bulan.

Dengan demikian, jumlah hari dalam satu bulan Hijriah bisa berbeda-beda, yaitu antara 29 atau 30 hari. Pertanyaannya, bulan Muharram 2025 sampai tanggal berapa?

Bulan Muharram 2025 Sampai Tanggal Berapa?

Ilustrasi datangnya bulan Muharram. Foto: Pixabay/Beingboring

Berdasarkan kalender Hijriah Kemenag 2025, bulan Muharram 1447 H berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2025. Setelah itu, kalender Hijriah berganti ke bulan Safar 1447 H yang dimulai pada tanggal 26 hingga 24 Agustus 2025.

Berbeda dari kalender Masehi yang bisa mencapai 31 hari dalam satu bulan, bulan dalam kalender Hijriah hanya berjumlah 29 sampai 30 hari. Itu karena sistem penanggalan hijriyah didasarkan pada peredaran bulan mengitari bumi, sedangkan kalender Masehi didasarkan pada peredaran bumi mengitari matahari.

Sistem penanggalan ini dapat menjadi panduan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah dan amalan sesuai waktunya, termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan di bulan Muharram 1447 H.

Keutamaan Puasa Bulan Muharram

Ilustrasi puasa sunnah bulan Muharram. Foto: Pexel/Khats Cassim

Muharram merupakan salah satu bulan suci dalam Islam yang dikenal sebagai Asyhurul Hurum, bersama Dzulqa'idah, Dzulhijah, dan Rajab. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk menghindari perbuatan dosa, pertikaian, dan kekerasan, serta memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan puasa sunnah.

Keutamaan ini dijelaskan oleh Khalifa Zain Nasrullah (2015:112) dalam buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya . Disebutkan bahwa Muharram merupakan salah satu bulan yang istimewa untuk mengerjakan puasa sunnah.

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah (puasa) pada bulan Allah (yaitu) Muharram." (HR. Muslim)

Selain waktu untuk memperbanyak ibadah, pergantian bulan Muharram juga bisa dimaknai sebagai momen untuk introspeksi diri atas segala hal yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Dengan begitu, umat Islam dapat menghindari segala perbuatan yang diganjar dengan dosa di tahun baru.

Baca juga: Ketahui Amalan Bulan Muharram Sesuai Sunnah

Niat Puasa Sunnah Muharram

Ilustrasi ibadah bulan Muharram. Foto: Pexels/UMA Media

Dalam menyambut bulan Muharram 2025, umat Islam dapat mengerjakan ibadah puasa Tasu’a dan Asyura. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram, dilanjutkan dengan puasa sunnah 11 Muharram untuk menyempurnakannya.

Puasa ini memiliki keutamaan untuk menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan. Berikut bacaan niat puasa sunnah Muharram yang dirangkum dari buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa oleh Nur Solikhin (2025):

1. Niat Puasa Tasu'a

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ تَسُوْعَاءٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin min yaumi tasuu-'aa-in sunnatan lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Lillahi ta'ala."

3. Puasa 11 Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ."

(SLT)