Bunyi Pengakuan Iman Rasuli Kristen, Wujud Keimanan Umat Nasrani

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengakuan Iman Rasuli atau Syahadat Para Rasul merupakan pernyataan iman dalam persekutuan dengan seluruh umat Kristen. Mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli Kristen menjadi wujud pertanggungjawaban seorang umat terhadap kepercayaannya kepada Tuhan.
Dijelaskan dalam laman Bible Study Tool, Pengakuan Iman Rasuli sudah dibuat sejak pertengahan abad kedua Masehi. Pengakuan itu banyak digunakan denominasi-denominasi Kristen untuk tujuan liturgis maupun katekismus.
Mengutip buku Mengenal Kehendak Allah 409 Pertanyaan dan Jawaban Mengenai Iman Kristen oleh Pieter Lase, Pengakuan Iman Rasul Kristen adalah pengakuan pribadi setiap anggota jemaat, bukan pengakuan suatu organisasi maupun umat secara keseluruhan.
Saat mengikrarkan pengakuan iman dalam suatu kebaktian gereja, artinya seorang umat sebagai jemaat mengakuinya sebagai asas kepercayaan. Itu sebabnya, Pengakuan Iman Rasuli harus dilakukan dengan sikap yang benar.
Pengakuan yang dikenal dengan Apostolicum ini diucapkan atau dinyanyikan bersama-sama oleh para jemaat. Karena bukan merupakan doa, jemaat tidak perlu menundukkan kepala atau menutup mata saat mengucapkannya. Namun, Pengakuan Iman Rasuli tetap harus diucapkan dengan suara yang jelas dan lantang.
Baca juga: Kumpulan Doa Penutup Ibadah Kristen yang Bisa Dilangitkan
Pokok Pengakuan Iman Rasuli
Inti pokok Pengakuan Iman Rasuli dikelompokkan menjadi tiga bagian. Bagian pertama merupakan pengakuan tentang Allah Bapa dan penciptaan manusia. Dengan mengikrarkannya, umat Kristen percaya sepenuhnya atas kemutlakan dari kemahakuasaan, kedaulatan, dan keesaan Allah.
Bagian kedua berisi pengakuan tentang Anak Allah dan penebusan umat, sedangkan bagian ketiga adalah pengakuan atas Allah Roh Kudus dan pengudusan umat.
Pengakuan tersebut dimaknai sebagai bentuk pengakuan dan kepercayaan bahwa Allah Yang Esa menyatakan dirinya sebagai tiga oknum (Tritunggal), yaitu Bapa, Anak Allah, dan Allah Roh Kudus. Meski demikian, Allah tetap hanya ada satu dan umat Kristen wajib meyakininya.
Baca juga: Susunan Doa Rosario Peristiwa Terang yang Bisa Didaraskan Umat Katolik
Bunyi Pengakuan Iman Rasuli Kristen
Pengakuan Iman Rasuli terdiri dari 12 butir pengakuan yang dianggap benar untuk dipercayai pengikut Yesus Kristus. Berikut bunyinya:
Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.
Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.
Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
Yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.
Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa.
Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus.
Gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus.
Pengampunan dosa.
Kebangkitan tubuh.
Dan hidup yang kekal.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa arti pengakuan Iman Rasuli bagi orang Kristen?

Apa arti pengakuan Iman Rasuli bagi orang Kristen?
Pengakuan Iman Rasuli Kristen menjadi wujud pertanggungjawaban seorang umat terhadap kepercayaannya kepada Tuhan.
Kapan Pengakuan Iman Rasuli dibuat?

Kapan Pengakuan Iman Rasuli dibuat?
Pengakuan Iman Rasuli sudah dibuat sejak pertengahan abad kedua Masehi.
Kenapa harus ada Pengakuan Iman Rasuli?

Kenapa harus ada Pengakuan Iman Rasuli?
Pengakuan itu banyak digunakan denominasi-denominasi Kristen untuk tujuan liturgis maupun katekismus.
