Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya dalam Ilmu Medis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Penyakit ini mudah ditularkan melalui droplets atau tetes-tetes kecil seperti ludah dan nafas dalam udara.
Setelah masa inkubasi selama 2-3 minggu, gejala cacar air akan diawali dengan demam ringan. Kemudian, mulai timbul bintik-bintik kecil yang berisi cairan di beberapa anggota tubuh seperti leher, wajah, tangan, dan kaki.
Mengutip buku Ensiklopedia Macam-Macam Penyakit Cacar karya Atma Endris, dkk (2019), gejala lainnya juga ditandai dengan sakit kepala dan perasaan tidak nyaman (malaise) yang berlangsung selama 4-7 hari. Pada orang dewasa, penyakit ini dapat berlangsung lebih lama disertai gejala nyeri kepala dan punggung hebat.
Cacar air hanya terjadi satu kali seumur hidup. Saat seseorang terkena cacar air bolehkah mandi? Untuk mengetahui jawabannya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.
Pantangan Saat Cacar Air
Penyakit cacar air umumnya menyerang anak-anak, namun bisa juga menyerang orang dewasa. Gejalanya sangat bervariatif mulai dari demam ringan, nyeri otot, sakit kepala, muncul bintik kemerahan, dan kehilangan nafsu makan.
Di kalangan masyarakat, banyak beredar mitos dan pantangan tentang cacar air, salah satunya yaitu penderita cacar air tidak boleh mandi. Faktanya, pantangan ini sangat bertentangan dengan prinsip medis.
Mengutip buku Ilmu Kesehatan: Memahami Gejala, Tanda, dan Mitos susunan Umar Zein (2019), penderita cacar air dengan keluhan kulit yang gatal justru disarankan untuk mandi. Ini dilakukan agar pasien terhindar dari penyebaran ruam di area kulit tertentu.
Lenting pada kulit harus dijaga kebersihannya dan tidak boleh pecah, tergores, atau terluka. Sebab, cairan yang terdapat dalam lenting tersebut berisiko menularkan virus ke orang lain.
Mandi saat terkena cacar terbukti dapat mengangkat kotoran di permukaan kulit yang berpotensi menambah rasa gatal. Ini bisa memberikan kenyamanan kepada pasien selama ruam masih terus muncul.
Cacar air dapat dihindari dengan pemberian vaksinasi pada anak usia 1-1,5 tahun. Di samping lima jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi usia 0-11 bulan, yaitu polio, BCG, hepatitis B, DPT dan campak, vaksinasi terhadap cacar air atau varicella juga menjadi imunisasi yang dianjurkan.
Menurut penelitian, sekitar 80% orang dewasa pernah terinfeksi cacar air selama masa kanak-kanak. Wanita yang sedang hamil tua dan belum pernah menderita cacar air sebelumnya berisiko menularkan penyakit ini ke bayinya.
Untuk mencegah risiko tersebut, Anda bisa memberikan ASI eksklusif agar daya tahan tubuh bayi tetap prima, menjaga agar bayi tidak terinfeksi virus, menjaga kebersihan bayi, dan menjaga agar bayi tidak memakai barang yang sama dengan penderita cacar air.
Sementara cara mengatasi cacar air pada bayi bisa dilakukan dengan beberapa langkah. Dikutip dari buku Bayi dan Balita Sehat susunan Irmawati (2015), berikut penjelasannya:
Memberi vaksinasi sesuai jadwal.
Tetap memberi ASI.
Bayi yang telah memperoleh makanan padat dapat diberi jus buah dan makanan dengan gizi yang tinggi.
Bayi dapat dimandikan atau dilap dengan air hangat untuk meredakan gatal-gatal
Memberikan obat sesuai resep dokter.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu cacar air?

Apa itu cacar air?
Cacar air (varicella) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster dan mudah menular.
Bagaimana cara penularan cacar air?

Bagaimana cara penularan cacar air?
Biasanya, cacar air ditularkan melalui droplets atau tetes-tetes kecil (ludah dan nafas) dalam udara.
Apa gejala cacar air?

Apa gejala cacar air?
Gejalanya sangat bervariatif mulai dari demam ringan, nyeri otot, sakit kepala, muncul bintik kemerahan, dan kehilangan nafsu makan.
