Campuran Heterogen: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Campuran adalah zat yang terdiri dari dua atau lebih zat penyusun yang bergabung tanpa melalui reaksi kimia. Berbeda dengan senyawa yang terbentuk melalui reaksi kimia, campuran terbentuk melalui perubahan fisika.
Campuran dapat dengan mudah ditemukan di sekitar, misalnya air laut, air sungai, tanah, awan, kabut, dan lain-lain. Udara yang dihirup semua makhluk hidup juga merupakan zat campuran, yakni campuran dari bermacam-macam gas, seperti oksigen, nitrogen, karbon dioksida, dan uap air.
Mengutip dari buku IPA Terpadu SMP dan MTs oleh Mikrajuddin, dkk, campuran dibagi menjadi dua macam, yakni campuran homogen dan heterogen.
Pada campuran homogen, zat-zat penyusunnya bercampur secara merata, sehingga setiap bagian campuran memiliki sifat yang sama. Sedangkan pada campuran heterogen, zat-zat penyusunnya tidak bercampur merata, sehingga ada bagian campuran yang memiliki sifat berbeda.
Lantas, apakah ciri-ciri dan contoh campuran heterogen? Simak ulasannya berikut ini.
Ciri-Ciri Campuran Heterogen
Percampuran tidak merata
Setiap zat yang tercampur masih dapat dibedakan dan dikenali sifat-sifatnya
Partikel zat pelarut (air) dan terlarut terpisah
Umumnya bersifat keruh dan tidak tembus cahaya
Contoh Campuran Heterogen
Campuran heterogen juga terbagi menjadi dua jenis, yakni suspensi dan koloid. Suspensi merupakan campuran antara zat padat dengan cair atau gas, yang mana zat padat tersebut tidak larut. Contohnya adalah campuran pasir dengan air atau sirup obat batuk.
Sedangkan koloid adalah campuran antara dua zat atau lebih di mana salah satu zat penyusunnya tersebar ke dalam zat penyusun yang lain. Contohnya adalah debu, asap pembakaran, keju, awan, kabut, cat, tinta, susu, dan lain-lain.
(AFM)
