Campuran Heterogen: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu kimia, selain campuran homogen, campuran juga bisa digolongkan sebagai campuran heterogen. Campuran heterogen adalah campuran yang zat komponennya tidak tersebar secara merata.
Dalam campuran heterogen, dinding pembatas antarzat masih dapat dilihat atau dibedakan. Selain itu, campuran heterogen akan mengendap jika didiamkan selama beberapa saat.
Sebagai contoh, serbuk kopi jika didiamkan di dalam air akan mengendap. Serbuk kopi masih tampak jelas dan memisah dari air.
Mengutip buku Cepat Kuasai IPA oleh Christiana Umi, S.Pd. (2016), campuran heterogen dapat dibedakan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Ukuran partikel yang bercampur lebih besar dari molekul.
Pencampuran partikelnya tidak merata.
Campuran akan mengendap (partikel zat pelarut dan terlarutnya berpisah) jika didiamkan.
Keruh dan tidak tembus cahaya.
Jenis-jenis Campuran
Mengutip buku IPA Terpadu SMP dan MTs untuk Kelas VII Semester 1 oleh Mikrajuddin dkk (2007), campuran heterogen terbagi menjadi dua macam, yaitu:
Suspensi
Suspensi adalah campuran antara zat padat dengan cairan atau gas, di mana zat padat tersebut tidak larut. Partikel-partikel pada suspensi hanya dapat dilihat dengan mikroskop biasa.
Contoh: Campuran pasir dengan air, campuran sirup dan obat batuk. Pada campuran pasir dengan air, pasir tidak larut di dalam air. Pada campuran sirup dan obat batuk, ada zat-zat yang tidak larut dalam air. Itu kenapa sebelum obat harus dikocok terlebih dahulu sebelum diminum agar zat-zat di dalamnya tercampur.
Koloid
Koloid merupakan campuran antara dua zat atau lebih di mana salah satu zat penyusunnya tersebar dalam zat penyusun lainnya. Ukuran partikel koloid antara 0,5 m sampai 1 mm sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop ultra.
Contoh: Debu, asap pembakaran, keju, awan, kabut, cat, tinta, margarin, susu, dan campuran tepung kanji dan air. Pada susu, butiran minyak tersebar dalam air. Sementara pada margarin, butiran air tersebar pada minyak.
(ADS)
