Cara Berbuka yang Benar Menurut Islam dan Sesuai Sunnah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah paling istimewa yang memiliki banyak fadhilah atau keutamaan. Salah satu keutaman tersebut yaitu dapat mendekatkan diri dengan Allah SWT.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap perbuatan baik mendapatkan ganjaran sepuluh kali hingga tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, sebab puasa adalah hak-Ku dan akulah yang menentukan besar pahalanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Sama seperti ibadah lainnya, puasa juga memiliki rukun-rukun dan syarat sah yang harus dipenuhi, baik saat sahur maupun berbuka. Imam Ghazali mengatakan bahwa terpenuhinya rukun dan syarat tersebut dapat mengasah ketajaman iman seseorang dan menyempurnakan takwanya.
Saat berbuka puasa, ada doa dan dzikir yang dianjurkan untuk dibaca. Bagaimana cara berbuka yang benar menurut Islam? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.
Cara Berbuka yang Benar Menurut Islam
Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim untuk mengawali buka puasa dengan kurma dan air putih. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
“Jika salah satu dari kalian berpuasa, maka berbukalah dengan kurma kering. Jika tidak menemukannya, maka berbukalah dengan air. Sesungguhnya air itu mensucikan.” (HR. Abu Dawud)
Mengutip buku Risalah Kholifah, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa (ta’jill fithr). Mengenai hal ini, Sahal bin Saad pernah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Shahih Muslim)
Sebagaimana makan dan minum biasa, ketika berbuka puasa juga dianjurkan untuk membaca doa. Para ulama mengatakan bahwa bacaan doa ini hendaknya didahului dengan kalimat basmalah.
Kemudian, bisa membaca doa buka puasa seperti biasa. Adapun bacaan doa buka puasa ini ada dua jenis, yaitu sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: "Ya Allah, untuk Mu aku berpuasa, dan kepada Mu aku beriman, dan dengan rezeki Mu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."
Amalan Sunnah Selama Puasa Ramadhan
Hasan al-Kaf dalam kitab al-Taqrirat al-Sadidah menyebutkan beberapa amalan sunnah yang bisa dikerjakan selama bulan Ramadhan, yakni sebagai berikut:
Menyediakan menu buka puasa bagi orang lain.
Mandi besar sebelum terbit fajar shadiq agar bisa memulai puasa dalam keadaan suci.
Mandi setelah maghrib agar bersemangat ibadah di malam hari.
Selalu mengikuti jamaah shalat tarawih dan witir.
Banyak membaca dan mentadabburi Alquran.
Memperbanyak sholat sunnah.
Memperbanyak amal shalih seperti I’tikaf dan dzikir.
Bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa hukum melaksanakan puasa Ramadhan?

Apa hukum melaksanakan puasa Ramadhan?
Fardu 'ain atau wajib.
Apa saja amalan yang bisa dikerjakan selama puasa Ramadhan?

Apa saja amalan yang bisa dikerjakan selama puasa Ramadhan?
Tadarus, dzikir, sholat sunnah, dan amalan sunnah lainnya.
Kapan waktu yang dianjurkan untuk mandi wajib saat puasa?

Kapan waktu yang dianjurkan untuk mandi wajib saat puasa?
Pagi hari, sebelum terbitnya fajar shadiq.
