Cara Bertaubat dari Dosa yang Sesuai dengan Syariat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika melakukan dosa dan kesalahan, seorang Muslim hendaknya mohon ampun kepada Allah SWT. Kemudian ia menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Sikap ini dalam Islam dikenal dengan istilah taubat.
Secara bahasa, taubat berasal dari kata tawaba yang memiliki arti pulang, kembali, dan penyesalan. Artinya, jika seorang Muslim telah bertaubat, ia akan meninggalkan kebiasaan berbuat maksiat menuju ketaatan kepada Allah SWT.
Allah telah memerintahkan hamba-Nya untuk bertaubat. Perintah ini tertuang dalam Surat At-Tahrim ayat 8.
…نَصُوحًاتَوْبَةً اللَّهِ إِلَى تُوبُوا آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا
“Wahai orang-orang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sesungguhnya…”
Bagaimana cara bertaubat yang sesuai dengan syariat Islam?
Cara Bertaubat
Mengutip dari buku Cara Bertaubat Menurut al-Qur'an dan Sunnah, taubat bisa dilakukan dengan beberapa cara dan ketentuan, yaitu sebagai berikut:
Taubat Nasuha
Taubat Nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, kejujuran, kemurnian, dan ketulusan hanya karena Allah SWT. Taubat ini mengharuskan pelakunya memiliki keinginan kuat untuk tidak kembali kepada dosa yang telah lalu.
Barangsiapa yang melakukan taubat nasuha, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Dan apabila ia memperindah taubatnya, maka Allah pasti mengganti semua kejelekan yang ada pada dirinya dengan banyak kebaikan.
Taubat Khusus dari Dosa-dosa Tertentu
Wajib hukumnya bagi seorang Muslim untuk bertaubat dari dosa yang pernah dilakukannya. Dan tiap dosa memiliki taubatnya masing-masing.
Antara dosa yang satu dengan yang lainnya tidak ada kaitannya. Maka, jika seseorang beraubat dari satu dosa, namun di saat yang bersamaan ia melakukan dosa lain maka taubatnya masih bisa diterima. Selama ia tidak melakukan dosa yang sama terus-menerus.
Membebaskan Diri dari Hak Orang Lain
Bertaubat wajib dilakukan seseorang terhadap semua dosa yang dilakukannya, baik berkaitan dengan Allah maupun manusia. Keduanya harus diselesaikan dengan caranya masing-masing.
Jika seorang Muslim melakukan dosa yang berkaitan dengan manusia, maka untuk bertaubat darinya memerlukan dua syarat, yaitu ridho dari mereka yang terzalimi dan membayar kewajiban kepada mereka yang berhak. Namun jika yang dizalimi tidak bisa ditemukan, maka ampunan Allah SWT masih tersedia untuknya.
(MSD)
