Cara Dapat Bansos Rp 5,4 Juta, Begini Sistem Penyalurannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah bersiap melakukan perubahan besar dalam sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) nasional. Jika sebelumnya sebagian bantuan disalurkan dalam bentuk barang atau subsidi komoditas tertentu, ke depannya skema tersebut akan diubah menjadi bantuan tunai yang diterima langsung oleh masyarakat.
Rencana tersebut disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengungkapkan bahwa penerima manfaat berpotensi memperoleh bantuan tunai hingga Rp 5,4 juta melalui skema baru yang tengah disiapkan pemerintah.
Program ini juga akan didukung oleh Government Technology (GovTech) dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Sistem bansos berbasis AI ini ditargetkan mulai diterapkan pada awal tahun depan.
Lantas, bagaimana cara mendapatkan bansos Rp 5,4 juta dan seperti apa skema penyalurannya? Mari simak informasi lengkapnya berikut ini.
Informasi Seputar Bansos Rp 5,4 Juta
Sebelum membahas skema penyaluran bansos Rp 5,4 juta, ada beberapa informasi penting yang perlu diketahui terkait bantuan sosial ini. Berikut penjelasan selengkapnya:
Bantuan Sosial Rp 5,4 Juta Bukan Program Bansos Baru
Juru Bicara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Jodi Mahardi menegaskan bahwa bansos senilai Rp 5,4 juta bukanlah program bantuan sosial baru yang akan diterima oleh seluruh masyarakat.
"Kami menegaskan bahwa angka Rp 5,4 juta bukan merupakan program bantuan tunai baru yang akan diterima secara merata oleh setiap warga negara. Angka tersebut murni merupakan ilustrasi estimasi akumulasi maksimal dari berbagai program perlindungan sosial, termasuk bantuan sosial, yang sudah ada," kata Jodi melalui keterangan tertulis, Rabu (10/6), dikutip dari laman kumparanBISNIS.
Ia menjelaskan bahwa besaran manfaat yang diterima setiap rumah tangga dapat berbeda-beda. Pasalnya, setiap rumah tangga memiliki kondisi dan tingkat kelayakan (eligibilitas) yang tidak sama. Oleh karena itu, manfaat riil yang diperoleh akan disesuaikan dengan kriteria yang berlaku.
Fokus Pemerintah dalam Reformasi Penyaluran Bansos
Pemerintah saat ini berfokus pada penguatan sistem perlindungan sosial yang terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya transformasi ini diharapkan mampu menghadirkan penyaluran bantuan dan subsidi yang lebih tepat sasaran, efisien, dan transparan, sehingga manfaatnya dapat diterima secara optimal oleh masyarakat yang berhak.
Menurut Juru Bicara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Jodi Mahardi, penerapan sistem baru tersebut tidak dilakukan secara sekaligus, melainkan bertahap. Sejumlah daerah telah menjadi lokasi uji coba digitalisasi penyaluran bansos, dan hasilnya akan terus dievaluasi secara menyeluruh sebelum sistem diterapkan secara nasional.
Cara Mendapat Bantuan Sosial Rp 5,4 Juta
Meskipun pemerintah belum secara resmi mengumumkan tata cara pendaftaran dan mekanisme untuk memperoleh bantuan sosial hingga Rp 5,4 juta, sejumlah informasi penting mengenai skema penyalurannya telah disampaikan dan dapat menjadi gambaran awal bagi masyarakat.
Dirangkum dari laman kumparanBISNIS, berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai sistem penyaluran bansos Rp 5,4 juta yang tengah disiapkan pemerintah:
Disalurkan melalui skema transfer tunai langsung: Bantuan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan akan diberikan sepenuhnya dalam bentuk uang melalui skema direct cash transfer atau transfer tunai langsung. Dengan sistem ini, pemerintah tidak lagi menyalurkan bansos dalam bentuk barang.
Didukung Digital Single ID: Pemerintah tengah menyiapkan Digital Single ID, yaitu identitas digital terpadu yang mengintegrasikan berbagai data masyarakat dalam satu platform. Sistem ini ditargetkan mulai diterapkan pada akhir tahun ini.
Memanfaatkan teknologi berbasis AI: Proses pendataan dan penyaluran bantuan akan didukung teknologi kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan AI memungkinkan pemerintah memperoleh data yang lebih akurat sekaligus memantau penyaluran bantuan secara real time.
Penerima manfaat diseleksi menggunakan AI: Selain membantu pendataan, AI juga akan digunakan untuk mengelompokkan calon penerima berdasarkan kondisi dan tingkat kelayakannya.
Diterapkan secara bertahap melalui proyek percontohan: Sebelum diberlakukan secara nasional, pemerintah terlebih dahulu melakukan uji coba di 42 provinsi, kabupaten, dan kota. Apabila implementasinya berjalan sesuai rencana, sistem ini akan diperluas ke seluruh 514 kabupaten dan kota di Indonesia.
Baca Juga: DEN Tegaskan Bansos Rp 5,4 Juta/Orang yang Disiapkan Prabowo Bukan Bantuan Baru
(ANB)
