Konten dari Pengguna

Cara Dapat Cek Kesehatan Gratis Lewat Aplikasi SatuSehat Mobile

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cek Kesehatan Gratis. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cek Kesehatan Gratis. Foto: Pexels.

Program cek kesehatan gratis resmi dimulai hari ini, Senin (10/2). Tujuan program ini adalah memudahkan masyarakat dalam mendeteksi kondisi kesehatan. Lantas, bagaimana cara dapat cek kesehatan gratis?

Sebagai informasi, layanan ini dapat diakses masyarakat melalui Puskesmas terdekat. Sebelum datang, masyarakat perlu melakukan pendaftaran secara online melalui aplikasi SatuSehat Mobile.

Untuk masyarakat yang tinggal di daerah dengan keterbatasan internet, pendaftaran dapat dilakukan secara offline. Panduan lengkapnya dapat disimak di bawah ini.

Cara Dapat Cek Kesehatan Gratis

Ilustrasi Cek Kesehatan Gratis. Foto: Pexels.

Mengutip kumparanNews, program cek kesehatan gratis (PKG) menargetkan 26 juta anak ikut program penanganan stunting, 79 juta orang menerima imunisasi, 82 juta anak mendapatkan makanan bergizi gratis, dan 189 juta orang berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19.

Program ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pemeriksaan akan dilakukan sesuai dengan siklus hidup berikut ini:

  • Bayi baru lahir (usia 2 hari),

  • Balita dan anak usia prasekolah (1-6 tahun),

  • Usia sekolah dan remaja (7-17 tahun),

  • Dewasa (18-59 tahun),

  • Lansia (>60 tahun).

PKG juga akan dilaksanakan dalam tiga momentum berikut ini:

  • PKG Ulang Tahun (Mulai Februari 2025): Ditujukan untuk kelompok usia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas, ulang tahun + satu bulan dapat langsung mendatangi klinik.

  • PKG Sekolah (Juli 2025): Ditujukan untuk anak usia 7-17 tahun. Pemeriksaan dilakukan di sekolah bertepatan dengan tahun ajaran baru.

  • PKG Khusus: Ditujukan untuk ibu hamil dan balita. Untuk pemeriksaannya dilakukan sesuai jadwal di puskesmas atau posyandu.

Masyarakat yang ulang tahunnya jatuh pada Januari hingga Maret 2025 akan dikecualikan dari aturan ini dan diperbolehkan mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga 30 April 2025.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat untuk mendapatkan layanan cek kesehatan gratis:

  • Unduh dan Daftar di SatuSehat Mobile

  • Dapatkan Notifikasi melalui WhatsApp dan aplikasi SatuSehat Mobile.

  • Isi Kuesioner Skrining Mandiri sesuai petunjuk.

  • Kunjungi puskesmas atau klinik dengan membawa kartu identitas, kode tiket, serta hasil skrining mandiri.

  • Manfaatkan layanan kesehatan gratis yang tersedia.

  • Lihat laporan kesehatan di aplikasi SatuSehat Mobile.

Bagi masyarakat yang belum terdaftar atau tidak mendapatkan notifikasi, mereka tetap dapat langsung mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama selama periode ulang tahun. Untuk wilayah yang tidak memiliki akses internet, tersedia formulir manual untuk proses pendaftaran di puskesmas.

Apa Saja Jenis Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis?

Ilustrasi Cek Kesehatan Gratis. Foto: Pexels

Pelaksanaan cek kesehatan disesuaikan dengan tahapan siklus hidup dan dilakukan di Puskesmas atau klinik swasta yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Berikut adalah jenis pemeriksaan yang tersedia:

1. Bayi Baru Lahir

  • Kekurangan hormon tiroid bawaan

  • Kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD)

  • Kekurangan hormon adrenal bawaan

  • Penyakit jantung bawaan kritis

  • Kelainan saluran empedu

  • Pemantauan pertumbuhan (berat badan dan tinggi badan)

2. Balita dan Anak Prasekolah

  • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan

  • Pemeriksaan tuberkulosis, telinga, mata, dan gigi

  • Pemeriksaan talasemia dan gula darah (khusus usia 2 tahun)

3. Dewasa dan Lansia

  • Kebiasaan merokok

  • Tingkat aktivitas fisik

  • Status gizi

  • Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah

  • Risiko stroke dan jantung (usia ≥40 tahun)

  • Fungsi ginjal (usia ≥40 tahun)

  • Pemeriksaan tuberkulosis dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

  • Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim (usia ≥30 tahun)

  • Pemeriksaan kanker paru (usia ≥45 tahun) dan kanker usus besar (usia ≥50 tahun)

  • Pemeriksaan mata, telinga, kesehatan jiwa, dan hati (Hepatitis B, C, serta sirosis)

  • Pemeriksaan kesehatan calon pengantin (anemia, sifilis, HIV)

  • Pemeriksaan khusus geriatri (usia ≥60 tahun)

  • Pemeriksaan untuk Anak Usia Sekolah dan Remaja

4. Anak (SD, usia 7-12 tahun)

  • Status gizi

  • Kebiasaan merokok (kelas 5-6)

  • Tingkat aktivitas fisik (kelas 4-6)

  • Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa, dan hati (Hepatitis B)

5. Remaja (SMP, usia 13-15 tahun)

  • Status gizi

  • Kebiasaan merokok

  • Tingkat aktivitas fisik

  • Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan tuberkulosis

  • Pemeriksaan talasemia (kelas 7)

  • Deteksi anemia pada remaja putri (kelas 7)

6. Remaja (SMA, usia 16-17 tahun)

  • Status gizi

  • Kebiasaan merokok

  • Tingkat aktivitas fisik

  • Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan tuberkulosis

  • Deteksi anemia pada remaja putri (kelas 10)

  • Pemeriksaan telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa, serta hati (Hepatitis B dan C)

Baca Juga: 10 Rekomendasi Vitamin D untuk Anak agar Tumbuh Sehat dan Kuat

(DR)