Konten dari Pengguna

Cara Edit Foto Musim Salju Mirip Film First Love, Gunakan Prompt Ini

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Edit Foto Musim Salju Mirip Film First Love. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Edit Foto Musim Salju Mirip Film First Love. Foto: Shutter Stock

Tema tren mengedit foto menggunakan AI terus berubah-ubah. Terbaru, media sosial diramaikan dengan tema foto musim dingin berlatar belakang salju yang aesthetic, dilengkapi backsound lagu fenomenal dari Utada Hikaru yang berjudul “First Love”.

Tema foto musim salju ini terinspirasi dari series Jepang yang juga bertajuk First Love (2022). Dalam series romantis itu, musim dingin jadi salah satu latar suasana yang menciptakan sinematografi indah dan dramatis.

Nah, untuk mendapatkan foto sinematik ala series tersebut, orang-orang mengandalkan teknologi Gemini AI yang canggih. Tertarik ikutan tren ini? Yuk, simak cara edit foto musim salju mirip film First Love berikut ini.

Cara Edit Foto Musim Salju Mirip Film First Love

Ilustrasi Google Gemini Foto: Google

Untuk mengedit foto musim salju, Anda hanya perlu mengakses tools Gemini AI di Google. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Akses situs resmi https://gemini.google.com/app.

  2. Klik ikon (+) yang ada di kolom “Ask Gemini”.

  3. Unggah foto yang ingin diedit dengan memilih menu “Upload Files” atau “Add from Drive”.

  4. Masukkan prompt atau perintah spesifik untuk menghasilkan foto yang diinginkan.

  5. Klik enter pada keyboard.

  6. Tunggu hasil foto dan unduh untuk disebar di media sosial.

Berikut ini contoh prompt yang bisa langsung Anda salin ke kolom perintah Gemini AI, dikutip dari YouTube Wahyu Silaturahmi:

1. Prompt untuk Laki-Laki

Edit foto ini tanpa ubah wajah asli. Buat bingkai vertikal 9:16 dibagi menjadi tiga gambar horizontal berukuran sama yang tersusun berurutan, dengan rasio foto 9:16.

Tokoh utama didasarkan pada wajah, gaya rambut, dan bentuk tubuh referensi: tatapan mata yang dalam, memancarkan kesepian. Busana yang dikenakan berupa setelan musim dingin longgar dengan celana lebar dan syal hitam. Suasana keseluruhan diselimuti salju putih, dengan palet warna monokrom dingin yang menimbulkan kesan melankolis dan sunyi.

Gambar 1 (potrait): Tokoh memegang payung transparan, menoleh perlahan ke belakang sambil menatap langsung ke arah kamera dengan ekspresi sedih dan mata yang penuh makna. Latar belakang buram, dipenuhi putihnya salju, dan tokoh mengenakan jaket hitam.

Gambar 2 (tampak seluruh tubuh): Masih dengan jaket hitam, tokoh berdiri sendirian di hamparan salju luas, berjalan sambil menatap langit. Sudut pengambilan gambar dari atas ke bawah, seolah tokoh mengulurkan tangan untuk menangkap butiran salju yang jatuh. Di kejauhan tampak beberapa pohon tanpa daun, menambah kesan kecil dan terasing di tengah luasnya alam.

Gambar 3 (close-up): Bidikan dekat pada mata tokoh, menampilkan tatapan jauh yang penuh duka, memunculkan rasa kesepian dan kerinduan. Gaya visual minimalis. Jangan ubah wajah tokoh.

2. Prompt untuk Perempuan

Ilustrasi musim dingin. oto: Fred Greaves/REUTERS

Edit foto ini tanpa ubah wajah asli. Gunakan fitur wajah saya yang sama persis. Pertahankan bentuk wajah, mata, hidung, bibir, telinga, dan gaya hijab (jika pakai hijab) 100% identik dari foto referensi.

Buat foto komposit sinematik vertikal 9: 16 yang dibagi menjadi 3 bingkai bertumpuk yang menunjukkan wanita Korea yang sama dalam adegan salju musim dingin. Suasananya emosional, tenang, sedikit dramatis - seperti momen dari film roman Korea.

Bingkai atas (makro close-up): dia berdiri di luar ruangan di salju yang turun, tubuhnya berbalik sedikit ke samping (profil 34), kepala miring ke atas sekitar 50° ke arah langit, memegang payung yang jernih. Salju dengan lembut mendarat di bahunya, syal rajutan putih, dan rambutnya. Serpihan halus menempel di bulu matanya dan samar-samar di pipinya. Kulitnya menunjukkan kemerahan dingin alami di hidung dan tulang pipi, mata berkilau karena air mata karena kedinginan. Cahaya musim dingin yang lembut memantul di wajahnya - tenang, tenang, dan sinematik. Posisi menyamping ke kiri

Bingkai tengah (tembakan sedang): tokoh memegang payung berdiri sendirian di hamparan salju yang luas, berjalan sambil menatap ke langit. Sudut pandang kamera mengarah dari atas ke bawah. Beberapa pohon gundul tanpa daun berdiri di sekitarnya, menunjukkan betapa kecilnya manusia dalam alam semesta.

Bingkai bawah (potret dekat): potret dari dada ke atas, dia menghadap kamera dengan ekspresi tenang dan melankolis, mata sedikit berkaca-kaca saat salju mendarat dengan lembut di bulu mata dan pipinya. Hidung dan pipinya terlihat memerah karena dingin, kulit bercahaya dengan rona merah alami. Pakaian: mantel musim dingin wol hitam dengan syal rajutan putih tebal melilit lehernya (tidak menutupi garis rahang), ujungnya menggantung secara alami, rambut terselip di dalam syal, memegang payung bening (tanpa topi).

Pencahayaan: siang hari sinematik lembut nada HDR yang menyebar dan realistis. Kamera: Canon EOS R5, lensa 85 mm f /1.2, kedalaman bidang yang dangkal, bokeh alami, kulit manusia yang hidup dan tekstur salju. Estetika film emosional, tenang, dan melankolis yang indah.

Prompt negatif: kulit kartun, salju palsu, tekstur plastik, pencahayaan datar, anatomi terdistorsi. Jangan ubah wajah saya.

Baca Juga: 10 Prompt Gemini AI Foto Studio dengan Berbagai Gaya dan Tema

(DEL)