Cara Guru Membantu Siswa Mengembangkan Kebiasaan Bekerja Sama dalam Kelompok

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modul 3 Topik 2 dengan tema Makna, Urgensi, dan Strategi Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Kerangka Pendidikan Nasional menghadirkan latihan pemahaman yang diperuntukkan bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) di platform Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan).
Latihan ini memuat soal terkait Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya mengenai situasi seorang guru yang mendapati banyak siswanya kesulitan bekerja sama dalam tugas kelompok. Simak pembahasan terkait kunci jawaban pertanyaan tersebut berikut ini!
Soal dan Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 Topik 2 PPG Materi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Dikutip dari Latihan Pemahaman Modul 3 Topik 2: Makna Urgensi dan Strategi Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Kerangka Pendidikan Nasional di platform Ruang GTK, berikut soal materi Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat dan contoh jawabannya.
Soal:
Seorang guru memperhatikan bahwa banyak siswa di kelasnya sulit bekerja sama dalam tugas kelompok. Berdasarkan konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, strategi apa yang paling efektif untuk membantu siswa mengembangkan kebiasaan bekerja sama?
Jawaban: Mendorong siswa untuk mengutamakan prinsip "Berpikir Menang-Menang" dengan saling menghargai, berbagi tanggung jawab, dan mencari solusi bersama.
Penjelasan Kunci Jawaban
Prinsip "Berpikir Menang-Menang" menekankan tiga unsur utama dalam membangun kebiasaan bekerja sama di kelas, yaitu:
Saling menghargai: Siswa diajarkan untuk menghormati pendapat, kemampuan, dan kontribusi teman satu kelompok tanpa merendahkan pihak lain.
Berbagi tanggung jawab: Setiap anggota kelompok mendapatkan peran yang jelas sehingga tugas tidak bertumpu pada satu siswa saja.
Mencari solusi bersama: Perbedaan pendapat dalam kelompok diarahkan menjadi diskusi untuk menemukan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.
Hal ini erat kaitannya dengan kebiasaan bermasyarakat dalam konsep tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Mengutip dari buku Panduan Penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terbitan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kebiasaan bermasyarakat didefinisikan sebagai kebiasaan individu yang saling berinteraksi, bekerja sama, berperan sosial, serta terlibat dalam kegiatan sosial, budaya, atau lingkungan. Definisi tersebut turut menegaskan bahwa kerja sama dalam tugas kelompok menjadi wujud nyata dari kebiasaan bermasyarakat yang harus dibiasakan sejak di bangku sekolah.
Penerapan kebiasaan bermasyarakat melalui tugas kelompok dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berinteraksi, menghargai perbedaan, dan berbagi tanggung jawab. Proses tersebut jug menumbuhkan nilai gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta memperkuat empati sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
(FHK)
Baca juga: Bagaimana Urban Farming Bisa Menjadi Langkah Milenial Memulai Karir Green Jobs?
