Konten dari Pengguna

Cara Kerja Bank Sampah dan Tips Menjadi Nasabahnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Kerja Bank Sampah Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Kerja Bank Sampah Foto: Pexels

Secara umum, bank sampah merupakan sebuah sistem pengelolaan sampah yang menerapkan prinsip perbankan. Bedanya, yang ditabung di lembaga ini adalah sampah alih-alih uang.

Jadi, setiap nasabah akan diminta mengumpulkan sampah dan memilahnya kemudian disetorkan ke bank sampah. Sebagai gantinya, nasabah akan menerima uang yang masuk ke tabungan.

Bank sampah sendiri adalah lembaga yang diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengelola uang dan sampah. Aturan tentang bank sampah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 13 Tahun 2012.

Lalu, seperti apa cara kerja bank sampah ini dan bagaimana untuk menjadi anggota atau nasabahnya? Selengkapnya simak di artikel berikut ini.

Bank Sampah dan Cara Kerjanya

Ilustrasi Cara Kerja Bank Sampah Foto: Pexels

Dikutip dari buku Bank Sampah sebagai Upaya Ramah Lingkungan dan Peluang Usaha (2021), bank sampah adalah konsep untuk mengumpulkan sampah kering yang nantinya akan dipilah. Pemilahan ini juga dilakukan dengan adanya manajemen layaknya perbankan.

Bank sampah sendiri merupakan strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar bisa lebih peka dengan lingkungan di sekitar. Jadi, program ini tidak berdiri sendiri namun harus dikerjakan secara kolektif demi manfaat yang lebih baik.

Cara kerja bank sampah pun sangat teratur. Mengutip laman dlh.semarangkota.go.id, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar bank sampah bisa berjalan dengan baik. Mulai dari buku administrasi, pemilihan petugas, pemilahan, dan lain-lain, berikut penjelasannya.

Buku Administrasi

Pengelola bank sampah harus memiliki buku administrasi yang lengkap. Buku yang harus ada yakni buku tabungan khusus untuk anggota, daftar anggota, buku induk besar keuangan bank sampah, buku rekapan penyetoran anggota dan yang terakhir buku berisi daftar hadir anggota yang menyetorkan sampah.

Pemilihan Petugas

Pada tahap awal, bank sampah membutuhkan beberapa petugas saja. Namun, ketika jumlah sampah semakin banyak barulah pekerja bisa ditambah lagi. Setiap petugas sampah memiliki tugasnya masing-masing.

Dalam bank sampah terdapat petugas yang bekerja menimbang sampah, mencatat berat sampah yang disetorkan anggota, pengelola tabungan yang mencatat hasil setoran, dan juga yang melakukan negosiasi terhadap pengepul sampah kemudian menerima uang dari pengepul.

Mengumpulkan Sampah dengan Prosedur yang Benar

Lalu, bagian penting dalam mengelola bank sampah adalah proses pengumpulan sampah. Jika pengumpulan sampah tidak terjadwal dengan baik, bank sampah tentunya tidak bisa berjalan semestinya. Proses penyetoran sampah ini bisa dijadwalkan satu atau dua minggu sekali.

Cara Menjadi Nasabah Bank Sampah

Ilustrasi Cara Kerja Bank Sampah Foto: Pexels

Bagi Anda yang ingin menjadi nasabah bank sampah, berikut ini alur yang lebih detail mengenai langkah penyetoran sampah agar sesuai dengan cara kerja bank sampah:

  • Daftarkan diri terlebih dahulu sebagai nasabah bank sampah. Pilih bank sampah terdekat dengan tempat tinggal Anda agar tidak merepotkan.

  • Pilah sampah sebelum disetorkan. Dalam hal ini, Anda harus memilah sampah organik dan sampah anorganik. Anda bisa mengemas sampah tersebut dengan rapi sebelum dibawa ke bank sampah.

  • Pastikan sudah membawa buku tabungan agar pihak bank sampah bisa mencatat jumlah sampah yang disetorkan.

  • Timbang sampah yang dibawa di bank sampah. Pihak bank sampah akan menghitung nilai sampah tersebut dan dicatat di buku tabungan yang Anda bawa.

  • Kemudian, sampah yang sudah ditampung oleh bank sampah akan didaur ulang menjadi biji plastik atau benda-benda lain yang lebih bermanfaat.

  • Uang hasil tabungan sampah bisa ditarik kapan pun. Namun, sebaiknya tarik uang ketika jumlahnya sudah cukup banyak agar Anda merasakan manfaat menjadi nasabah di bank sampah.

Baca Juga: Apa yang Terjadi dengan Sampah Plastik yang Kita Buang?

(SFN)