Konten dari Pengguna

Cara Kerja Mesin 2-Tak untuk Dipelajari Para Montir dan Mekanik

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mobil, Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Mobil, Sumber: Pexels

Mesin 2-tak atau motor bakar dua langkah adalah mesin pembakaran yang dalam satu siklus pembakaran akan mengalami dua langkah piston. Bahan bakar mesin 2-tak dianggap lebih boros ketimbang mesin 4 tak.

Mengutip dari buku Mesin Penggerak Utama Motor Diesel oleh Jusak Johan Handoyo, mesin 2-tak merupakan pengembangan dari mesin 4-tak, di mana proses kerjanya lebih sederhana pada dimensi unit mesin yang sama, tapi menghasilkan tenaga yang lebih kuat. Mesin 2-tak juga digunakan dalam mesin diesel, terutama untuk kendaraan kecepatan rendah seperti kapal besar dan truk.

Mesin 2-tak memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

  • Perawatan mesin akan lebih mudah karena konstruksinya lebih sederhana

  • Oli mesin hanya digunakan untuk melumasi mesin bagian bawah yang membuatnya lebih tahan lama

  • Akselerasi kendaraan yang menggunakan mesin 2-tak akan lebih cepat di jalan yang datar

  • Knalpot tidak akan mudah keropos karena telah dilumasi oleh butiran oli sisa pembakaran.

Hal-hal di atas menjadi alasan mengapa mekanisme mesin 2-tak lebih efisien. Hingga kini, mesin 2-tak masih digunakan pada banyak kendaraan. Seperti apa cara kerja mesin 2-tak? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Mobil, Sumber: Pexels

Cara Kerja Mesin 2 Tak

Mengutip dari buku Mencari dan Memperbaiki kerusakan Sepeda Motor Sepeda Motor 4 tak oleh Toto Suwanto, dijelaskan bahwa terdapat 2 langkah dalam cara kerja mesin 2-tak.

Langkah Isap (Upward Stroke)

Langkah isap merupakan langkah pertama dalam sistem kerja mesin 2-tak. Pada langkah ini, piston bergerak naik dari TMB menuju TMA. Saat piston posisinya berada di TMB, bahan bakar yang berada di bawah piston didorong keluar dari saluran pembilasan.

Kemudian, bahan bakar yang keluar dari saluran saluran pembilasan didorong piston sampai posisi TMA. Ketika sudah mendekati posisi TMA, piston akan menutup saluran pembuangan dan saluran pembesarannya.

Melalui proses tersebut, pemasukan bahan bakar akan terbuka, menyebabkan bahan bakar masuk melalui saluran yang berada di bawah piston. Bahan bakar yang berada di bawah piston akan ditekan naik oleh piston mencapai posisi TMA. Tekanan dalam silinder akan meningkat, kemudian bunga api dari busi membakar bahan bakar dan udara menjadi letusan.

Langkah Buang (Downward Stroke)

Letusan yang dihasilkan dari tekanan silinder yang meningkat digunakan untuk mendorong piston bergerak turun dari TMA menuju TMB. Piston yang bergerak turun akan mendorong bahan bakar yang terletak di bawah menuju saluran pembilasan.

Ketika piston bergerak turun, saluran buang dan saluran pembilasan dalam kondisi terbuka, gas sisa pembakaran akan keluar melalui saluran pembuangan di dekat knalpot. Setelah gas sisa hasil pembakaran terbuang, kerja mesin 2-tak selesai untuk satu siklus kerja.

(ADB)