Konten dari Pengguna

Cara Kirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal beserta Bacaan dan Hukumnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Kirim Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Kirim Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal. Foto: pixabay.com

Ketika ada keluarga maupun kerabat yang sudah pergi mendahului hendaknya kita mengirimkan doa untuk mereka. Doa tersebut dipanjatkan agar ahli kubur dilapangkan kuburnya dan diberi pertolongan oleh Allah SWT.

Apalagi jika yang meninggal adalah orang yang dicintai, tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain mendoakan kepergiannya. Karena orang yang telah meninggal tidak bisa lagi melakukan amalan ibadah.

Mereka hanya mengharapkan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang masih hidup di dunia. Selain membacakan doa kepada orang yang telah meninggal, hal ini juga mengingatkan umat Muslim bahwa suatu saat nanti juga akan menyusul mereka.

Ilustrasi Cara Kirim Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal. Foto: freepik.com

Cara Kirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Mengutip buku Fiqih Kontroversi Jilid 2 oleh HM. Anshary, mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal yakni dengan cara menyebut nama ahli kubur dan membaca khususon ila ruhi lalu dilanjutkan membaca surat Al Fatihah.

Dirangkum dari buku Merayakan Khilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah oleh penerbit LKIS Pelangi Aksara, berikut bacaan doa untuk orang yang sudah meninggal:

Doa untuk Almarhum Ayah

Khushushon ilaa ruuhi abii (menyebut namanya) bin (menyebut nama ayahnya). Allahummaghfirlahu warhamhu wa aafihi wa’fu ‘anhu, lahumul faatihah.”

Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya ayahku (menyebut namanya) putranya (menyebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

Doa untuk Almarhumah Ibu

Khushushon ilaa ruuhi ummii (menyebut namanya) binti (menyebut nama ayahnya). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa afihaa wa’fu anhaa, lahumul faatihah.

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya ibuku (menyebut namanya) putrinya (menyebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Doa untuk Almarhum Suami

Khushushon ilaa ruuhi zaujii (menyebut namanya) bin (menyebut nama ayahnya). Allahummaghfirlahu warhamhu wa aafihi wa’fu ‘anhu, lahumul faatihah.”

Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya suamiku (menyebut namanya) putranya (menyebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

Doa untuk Almarhumah Istri

Khushuushon ilaa ruuhi zaujatii (menyebut namanya) binti (menyebut nama ayahnya). Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa afihaa wa’fu ‘anhaa, lahumul faatihah.”

Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya istriku (menyebut namanya) putrinya (menyebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

Doa untuk Almarhum Anak Laki-Laki

Khushushon ilaa ruuhi ibnii (menyebut namanya). Allahummaghfir lahu warhamhu wa aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.”

Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya putraku (menyebut namanya). Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

Doa untuk Almarhumah Anak Perempuan

Khushushon ilaa ruuhi ibnati (menyebut namanya). Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa afihaa wa’fu ‘anhaa, lahumul faatihah.”

Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya putriku (menyebut namanya). Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

Ilustrasi Cara Kirim Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal. Foto: unsplash.com

Hukum Kirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Memanjatkan doa untuk orang meninggal hukumnya dibolehkan dan dianjurkan. Mendoakan mereka yang telah mendahului kita, sangat bermanfaat karena bisa menjadi pertolongan. Para ahli kubur menanti doa dari keluarga, saudara dan teman-temannya.

Syeikh Nawawi al-Bantani dalam bukunya yang berjudul Nahiyatuz Zain menjelaskan, “Hadiah orang yang masih hidup bagi orang-orang yang telah meninggal dunia yakni doa dan memintakan ampunan kepada Allah.”

(EAR)