Cara Main Gatrik, Permainan Tradisional Asal Jawa Barat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gatrik adalah salah satu mainan tradisional khas Indonesia. Meskipun sudah jarang dimainkan, tetapi cara main gatrik perlu diketahui.
Permainan Gatrik adalah sebuah permainan tradisional yang berasal dari Banten, Jawa Barat. Dikutip dari buku Teori Bermain dalam Pendidikan Jasmani oleh Abdul Salam Hidayat (2020), gatrik adalah permainan yang sederhana, karena hanya membutuhkan dua buah kayu atau bambu yang ukurannya berbeda. Permainan ini populer di kalangan anak-anak.
Seiring dengan perkembangan zaman, gatrik semakin jarang dimainkan. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui mengapa permainan yang satu ini digemari anak-anak dan bagaimana cara bermainnya.
Cara Main Gatrik
Seperti banyak permainan tradisional lainnya, permainan tradisional di berbagai daerah sering memiliki kesamaan dalam bentuk, meskipun memiliki nama yang berbeda-beda.
Dikutip dari laman Warisan Budaya Tak Benda, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) gatrik juga dikenal dengan sebutan tak kadal, patil lele, atau benthik, sebagai nama lokal yang berbeda di beberapa daerah.
Permainan ini telah ada sejak zaman dahulu dan dimainkan oleh anak-anak dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2 hingga 4 orang.
Untuk memainkan Gatrik, pemain hanya memerlukan alat sederhana, yaitu dua potongan bambu, salah satunya menyerupai tongkat berukuran panjang. Tempat bermainnya pun sangat fleksibel. Gatrik bisa dimainkan di lapangan, pantai, halaman, atau tempat terbuka lainnya.
Berikut adalah cara main gatrik:
Permainan Gatrik biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pemukul dan kelompok penangkap. Jumlah pemain disesuaikan dengan luas area permainan.
Permainan Gatrik tidak memiliki aturan yang sangat ketat. Pemukul harus memukul dengan tepat menggunakan batang bambu kecil kemudian melemparkannya, sementara penangkap harus berhasil menangkap batang bambu tersebut untuk menggagalkan pemukul.
Jika penangkap berhasil menangkap bambu kecil, mereka bertukar tempat. Mirip dengan permainan bola kasti, namun lebih sederhana.
Permainan akan berakhir ketika satu regu kalah dalam permainan, bukan berdasarkan waktu. Gatrik sendiri terdiri dari tiga babak, yaitu babak pertama, babak kedua, dan babak terakhir. Selama permainan, masing-masing kelompok bersaing untuk mengumpulkan poin.
Permainan Gatrik memiliki manfaat fisik dan mental. Dikutip dari laman Kemdikbud, secara fisik, permainan ini melatih ketangkasan, keterampilan memukul bambu, kelincahan, kecepatan, dan fokus.
Secara mental, permainan ini mengajarkan keterampilan sosialisasi dengan lingkungan, kejujuran dalam mengikuti aturan, menghormati lawan main, dan mengembangkan sikap sportifitas, terutama dalam menerima kekalahan. Dengan demikian, gatrik adalah permainan tradisional yang kaya akan nilai-nilai budaya dan pendidikan.
Baca juga: Cara Bermain Bakiak, Permainan Tradisional Indonesia yang Menyenangkan
10 Permainan Tradisional Masa Lalu
Selain gatrik, Indonesia juga memiliki banyak permainan tradisional yang sederhana namun seru dan disukai anak. Dikutip dari buku Permainan Tradisional Nusantara karya Rhama Nurwansyah dan Sumarsono (2022), di bawah ini daftar permainan tradisional di Indonesia:
Petak umpet
Bekel
Gundu
Lompat tali karet
Cublak-cublak suweng
Congklak
Egrang
Gobak sodor
Ular naga
Benteng
(TAR)
Baca juga: Permainan Softball Berasal dari Olahraga Tradisional, Ini Sejarahnya
