Konten dari Pengguna

Cara Melihat Kecocokan Pasangan dan Rezeki Berdasarkan Weton Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara melihat kecocokan pasangan berdasarkan weton jawa. Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara melihat kecocokan pasangan berdasarkan weton jawa. Sumber: Freepik.com

Bagi sebagian masyarakat Jawa, menghitung weton Jawa kerap digunakan sebagai acuan melihat kecocokan pasangan dan rezeki. Weton Jawa adalah perhitungan atau ramalan berdasarkan hari kelahiran seseorang.

Weton adalah gabungan dari tujuh hari dalam seminggu (Senin, Selasa, dan lain-lain) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing Pon, Wage, dan Kliwon). Tiap-tiap hari tersebut memiliki angka tertentu yang disebut pasaran.

Misalnya, Senin berjumlah 4, Selasa jumlahnya 3, dan Rabu berjumlah 7. Kombinasi angka-angka ini memiliki makna tertentu. Dikutip dari buku Penggunaan Weton Dan Pasaran oleh Moch Aryoso Abi Kusworo, berikut adalah angka dari semua hari dan pasarannya.

Neptu Hari

Minggu = 5

Senin = 4

Selasa = 3

Rabu = 7

Kamis = 8

Jumat = 6

Sabtu = 9

Neptu Pasaran

Pahing = 9

Pon = 7

Wage = 4

Kliwon = 8

Legi = 5

Ilustrasi cara melihat kecocokan pasangan berdasarkan weton jawa. Sumber: Freepik.com

Cara Melihat Kecocokan Pasangan

Untuk menghitung weton diri sendiri, caranya adalah dengan menjumlahkan nilai neptu pada hari umum dan nilai neptu pada hari pasaran. Jika digunakan untuk melihat kecocokan pasangan, jumlahkan kedua weton dari masing-masing calon.

Hasil dari penjumlahan weton pada kedua pasangan tersebut umumnya digunakan untuk melihat tingkat kecocokan dan menentukan tanggal pernikahan.

Contoh:

Laki-laki lahir hari Senin Legi, sedangkan pasangan perempuannya lahir hari Sabtu Pahing. Maka, perhitungannya adalah sebagai berikut:

(Senin + Legi) + (Sabtu + Pahing)

(4+5) + (9+9)

9 + 18

27

Jika sudah diketahui jumlahnya, berikut adalah garis besar artian hasil total perhitungan weton dari pihak pria dan wanita tersebut.

  • Jika menghasilkan total nilai sebesar 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, dan 36 artinya Pegat (rawan terjadi perceraian)

  • Jika menghasilkan total nilai sebesar 2, 11, 20, dan 29, artinya Ratu (rumah tangganya akan harmonis)

  • Jika menghasilkan total nilai sebesar 3, 12, 21, dan 30, artinya memang jodoh

  • Jika menghasilkan total nilai sebesar 4, 13, 22, dan 31, artinya Topo (mengalami kesulitan di awal namun tetap bahagia)

  • Jika menghasilkan total nilai sebesar 5, 14, 23, dan 32, artinya Tinari (rumah tangganya dipenuhi kebahagiaan dan kemudahan mendapat rezeki)

  • Jika menghasilkan total nilai sebesar 6, 15, 24 dan 33, artinya Padu (rawan bertengkar)

  • Jika menghasilkan total nilai sebesar 7, 16, 25 dan 34, artinya Sujanan (rawan terjadinya pertengkaran dan perselingkuhan)

  • Jika menghasilkan total nilai sebesar 8, 17, 26 dan 35, artinya Pesthi (rumah tangganya akan rukun dan tentram).

Cara Melihat Rezeki Seseorang dari Weton

Hitungan weton juga bisa digunakan untuk memprediksi rezeki seseorang. Mengutip buku Primbon Praktis oleh Mama Flo, cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Jumlah neptu hari lahir + pasaran lahir/7

Jumlah neptu hari lahir ditambahkan dengan pasaran lahir kemudian dibagi dengan angka 7. Angka sisa dari pembagian 7 yang akan digunakan untuk melihat rezeki.

Contoh:

Peruntungan seseorang yang lahir pada Minggu Wage.

Minggu= 5

Wage= 4

(5+4) :7 = 9:7= 1 sisa 2

Angka yang dipakai untuk membaca rezeki adalah angka 2. Jadi, seseorang yang lahir Minggu Wage akan selalu mendapat rezeki.

Arti Angka Sisa

1 = banyak rezeki, segala perbuatan baik (segara wasesa)

2 = selalu mendapat rezeki (tunggak semi)

3 = selalu menemukan keenakan (satriya wibawa)

4 = dapat menjadi tempat pengungsian (sumur sinaba)

5 = bisa menjadi petani (bumi kapetak)

6 = selalu mendapatkan rintangan/malu (satriya wirang)

7 = selalu kekurangan, sering pindah rumah (lebu katiub angin)

(ULY)