Konten dari Pengguna

Cara Membedakan Beras Asli dan Oplosan, Ini 5 Tipsnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi beras Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beras Foto: Shutter Stock

Beras merupakan kebutuhan pokok utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, tidak semua beras yang dijual di pasaran berkualitas baik dan aman untuk dikonsumsi.

Ada beberapa oknum pedagang yang sengaja mencampur beras asli dengan bahan berbahaya demi meraih keuntungan besar. Praktik semacam ini tentu merugikan konsumen dan bisa membahayakan kesehatan.

Untuk menghindari hal tersebut, penting bagi konsumen mengenali ciri-ciri beras asli dan beras oplosan. Beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan, mulai dari memperhatikan warna, aroma, hingga tekstur beras.

Cara Membedakan Beras Asli dan Oplosan

Ilustrasi Beras Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Mengutip laman IPB University, Pakar Teknologi Industri Pertanian IPB University, Prof. Tajuddin Bantacut menjelaskan bahwa beras oplosan dapat dikenali secara kasat mata. Tanda paling umum terlihat dari warna beras yang tidak seragam, ukuran butir berbeda, dan nasi terasa lembek setelah dimasak.

“Jika menemukan nasi yang berbeda dari biasanya seperti warna, bau (aroma), tekstur dan butiran maka dapat ‘dicurigai’ sebagai beras yang telah dioplos dalam arti terdapat kerusakan mutu atau keberadaan benda asing,” jelasnya di Kampus IPB Dramaga Bogor, dikutip dari IPB University.

Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk lebih teliti saat memilih dan membeli beras guna menghindari risiko kesehatan. Berikut ciri-ciri beras oplosan seperti yang dijelaskan oleh Prof. Tajuddin.

1. Perhatikan Warna Beras

Ilustrasi beras. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Beras asli umumnya berwarna putih gading atau sedikit transparan. Jika warna beras terlihat terlalu putih mengkilap, kusam keabu-abuan, atau tidak seragam, bisa jadi itu beras oplosan yang telah dipoles ulang atau dicampur zat lain.

2. Cium Aroma Beras

Beras asli memiliki aroma khas yang segar dan alami seperti bau padi atau tanah. Jika tercium bau kimia, menyengat, atau tidak lazim, sebaiknya hindari karena beras tersebut bisa saja mengandung bahan berbahaya.

3. Perhatikan Keberadaan Benda Asing

Saat mencuci beras, perhatikan jika ada benda asing yang mengambang seperti serpihan plastik, potongan serat, atau partikel halus yang tidak wajar. Ini bisa menjadi indikasi adanya campuran bahan berbahaya dalam beras.

4. Amati Tekstur Beras setelah Dimasak

Beras asli biasanya menghasilkan nasi yang pulen dan tidak terlalu lembek saat dimasak. Sebaliknya, beras oplosan sering kali menghasilkan nasi yang lembek, mudah hancur, dan kurang menggugah selera meski sudah dimasak sesuai takaran air.

5. Hati-Hati dengan Beras Tanpa Label atau Sumber Tidak Jelas

Beras yang dijual tanpa label resmi atau dari penjual yang tidak terpercaya patut diwaspadai. Hindari membeli beras curah yang tidak diketahui asal-usulnya, karena berisiko mengandung bahan tambahan berbahaya.

Baca Juga: Kementan Ungkap Beras Premium Food Station Tak Sesuai Standar, Ini Mereknya

(ANB)