Konten dari Pengguna

Cara Membersihkan Madzi Berdasarkan Hadits Rasulullah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara membersihkan madzi. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membersihkan madzi. Foto: Freepik.

Madzi adalah cairan putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang akibat melemahnya syahwat. Madzi termasuk salah satu benda yang dikategorikan sebagai najis dalam ajaran Islam.

Cairan ini bisa keluar jika seseorang membayangkan sesuatu yang berkaitan dengan jima’ atau ketika sedang bermesraan dengan lawan jenis. Karena masuk dalam kategori najis, keluarnya madzi dapat membatalkan wudu.

Istilah madzi digunakan untuk laki-laki, namun jika keluar dari kemaluan perempuan disebut dengan qudza. Cairan madzi memiliki karakteristik yang membuatnya berbeda dengan air mani. Seperti apa karakteristiknya?

Karakteristik Cairan Madzi

Ilustrasi cara membersihkan madzi. Foto: Shutterstock.

Berikut adalah karasteristik cairan madzi yang dikutip dari buku S T E M I: Science, Technology, Engineering, Mathematics and Islam oleh Mulin Nu’man, dkk.:

  1. Cairan madzi berwarna kekuning-kuningan.

  2. Proses keluarnya disertai rasa syahwat.

  3. Tidak memberikan kenikmatan setelah mengeluarkannya.

  4. Terjadi hanya pada orang yang telah baligh.

  5. Lebih sering terjadi pada perempuan.

  6. Terkadang keluar tanpa disadari, karena cairan madzi tidak memancar seperti air mani.

  7. Keluarnya cairan madzi tidak menyebabkan seseorang lemas.

Dari karakteristik di atas, madzi termasuk benda najis yang sulit untuk dihindari. Namun, Rasulullah memberikan kemudahan bagi umat Muslim soal cara membersihkannya. Seperti apa cara membersihkan madzi?

Cara Membersihkan Madzi

Ilustrasi cara membersihkan madzi. Foto: Freepik.

Abu Malik Kamal Ibn Sayyid Salim dalam buku Fikih Sunnah Wanita menjelaskan, jika cairan madzi mengenai badan, cara membersihkan madzi cukup dibasuh dan berwudu sebagaimana wudu hendak sholat. Tata cara ini tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Diriwayatkan bahwa Sahla Ibnu Hunaif merasa kesulitan karena perkara madzi tersebut. Ia kemudian menceritakan hal itu kepada Rasulullah. Beliau bersabda, “Cukup bagimu mencuci kemaluanmu dan berwudulah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kisah ini serupa dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib yang artinya:

“Aku adalah seorang laki-laki yang banyak mengeluarkan madzi. Dan aku malu untuk bertanya kepada Rasulullah SAW karena kedudukan putri beliau. Aku pun menyuruh Miqdad bin Aswad untuk bertanya kepada Rasulullah, dan beliau menjawab: hendaklah dia membasuh zakarnya (kemaluan laki-laki) dan berwudhu,” (HR. Bukhari)

Apabila terkena pakaian yang digunakan, cara membersihkannya cukup dengan menuangkan air ke telapak tangan dan memercikkannya ke bagian yang terkena cairan madzi tersebut.

Seperti hadits yang dikutip dari buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir oleh Zakaria R. Rachman, Rasulullah SAW bersabda, “Cukup bagimu dengan mengambil segenggam air kemudian engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.” (HR. Abu Daud. Tirmidzi, dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)

Dikutip dari buku Kumpulan Tanya Jawab Islam terbitan Daarul Hijrah Technology, jika mengalami keraguan apakah yang keluar mani atau madzi, maka boleh memilih menjadikannya sebagai mani yang memerlukan mandi janabah untuk bersuci. Cara paling afdhol ialah dengan menggabungkan keduanya, yaitu dengan mandi janabah dan menyucikan tempat atau pakaian yang terkena cairan tersebut.

(IPT)