Cara Membuat Chili Oil, Bisa Disimpan Berbulan-bulan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chili oil atau minyak cabai adalah salah satu bahan penyedap yang digunakan dalam banyak makanan Asia, terutama masakan China. Sesuai namanya, chili oil terbuat dari cabai bubuk atau cabai giling yang diolah bersama minyak.
Chili oil sering digunakan untuk tumisan daging hingga sup. Tidak hanya memberikan rasa pedas, bumbu ini juga memperkuat aroma masakan agar makin menggugah selera.
Bahan penyedap ini dapat dibuat dengan mudah di rumah karena bahan-bahannya ada banyak di pasaran. Yuk, simak cara membuat chili oil di bawah ini.
Cara Membuat Chili Oil
Dikutip dari buku 1000 Resep Chinese Food susunan Mary Winata, berikut bahan dan cara membuat chili oil:
Bahan-bahan:
100 ml minyak wijen
2 sdm cabai bubuk atau cabai giling
2 sdm merica, sangrai
2 batang daun bawang kecil, ikat
1 sdt bawang putih halus
Cara membuat:
Siapkan panci lalu masukkan semua bahan.
Masak hingga minyaknya mendidih.
Matikan api lalu diamkan seluruh bahan selama beberapa jam.
Saring minyak hingga bebas dari semua rempah.
Chili oil siap digunakan.
Berapa Lama Chili Oil Bertahan?
Mengutip The Chili Life, chili oil buatan sendiri umumnya dapat bertahan hingga 6 bulan jika disimpan dengan benar. Namun, akan lebih baik jika dihabiskan dalam waktu 3 bulan saat kualitas rasanya masih terjaga.
Agar chili oil buatan Anda dapat bertahan lebih lama tanpa mengurangi kualitas rasanya, ikuti tips berikut ini:
Gunakan minyak berkualitas tinggi yang umur simpannya panjang, seperti minyak wijen, minyak kanola, minyak bunga matahari, atau minyak kacang.
Gunakan cabai segar dan kering, bawang putih, dan rempah-rempah berkualitas lainnya. Hindari penggunaan bahan-bahan yang sudah berjamur, rusak, atau layu.
Sterilkan wadah penyimpanan atau stoples sebelum diisi dengan chili oil. Untuk mensterilkan stoples, bisa dengan merebusnya selama 10 menit, atau panaskan dalam oven selama 15 menit dengan suhu 135°C.
Isi stoples dengan minyak cabai yang masih hangat lalu tutup rapat. Cara ini akan menciptakan ruang hampa dalam stoples yang mencegah masuknya udara dan bakteri.
Simpan stoples di tempat yang sejuk, gelap, kering, jauh dari sinar matahari langsung dan sumber panas.
Jika ingin chili oil bertahan lebih lama, Anda dapat menyimpannya di kulkas. Suhu dingin akan memperlambat proses oksidasi sehingga minyak tetap segar dalam waktu lama.
Saat chili oil didinginkan, Anda mungkin akan melihat perubahan warna minyaknya menjadi keruh, serta teksturnya kental dan padat. Tapi, Anda tak perlu khawatir karena itu adalah hal yang normal.
Tekstur dan warna minyak akan kembali ke keadaan semula saat didiamkan di dalam suhu ruang. Jika ingin langsung dipakai, Anda dapat memanaskannya di microwave terlebih dahulu. Cara lainnya adalah dengan menaruh wadahnya di semangkuk air hangat.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Tempat Makan Mie Chili Oil di Jakarta yang Nikmat
(DEL)
