Konten dari Pengguna

Cara Membuat Eco Enzyme dengan Sampah Organik di Rumah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cairan eco enzyme. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cairan eco enzyme. Foto: Shutter Stock

Penumpukan sampah organik di TPA menimbulkan berbagai masalah bagi lingkungan, mulai dari bau tidak sedap, mengurangi tingkat daur ulang plastik, hingga meningkatkan risiko terjadinya ledakan di TPA. Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau untuk mengolah sampah organik menjadi eco enzyme.

Mengutip laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, eco enzyme atau garbage enzyme adalah cairan hasil fermentasi limbah dapur organik, gula (gula cokelat, gula merah, atau gula tebu), dan air. Eco enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.

Eco enzyme bekerja dengan cara mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna dalam pemanfaatan sampah buah atau sayuran.

Produk ramah lingkungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk campuran deterjen, pembersih lantai, pembersih kerak, pembersih sisa pestisida, hingga sebagai pupuk cair organik tanaman,

Proses fermentasi pembuatan eco enzyme sendiri memakan waktu sekitar tiga bulan. Lantas, bagaimana cara membuat eco enzyme? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Cara Membuat Eco Enzyme

Ilustrasi bahan pembuat eco enzyme. Foto: Shutter Stock

Cara membuat eco enzyme dilakukan dengan mencampurkan sampah organik, gula, dan air dengan perbandingan 3:10:1. Setelah melalui proses fermentasi selama tiga bulan, cairan yang dihasilkan berwarna cokelat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.

Sebelum membuatnya, siapkan alat dan bahan-bahan berikut ini:

  • Air, boleh air sumur, air hujan, air beras, air PAM, atau air galon

  • Gula (bukan gula pasir)

  • Sisa buah dan sayur yang belum dimasak dan belum busuk atau berjamur

  • Ember plastik

  • Sendok pengaduk

Jika semua alat dan bahan sudah siap, simak cara membuat eco enzyme seperti yang dikutip dari Modul Belajar Pembuatan Eco-Enzyme 2020 oleh Eco Enzyme Nusantara berikut ini.

Cara Membuat Eco Enzyme

Berikut langkah-langkah membuat eco enzyme menggunakan sampah organik di rumah:

  1. 1. Siapkan wadah

    Bersihkan wadah dari sisa sabun atau bahan kimia, kemudian ukur volume wadah.

  2. 2. Masukkan bahan-bahan

    Masukkan air bersih sebanyak 60% volume wadah, gula sesuai takaran, yaitu 10% dari berat air, dan potongan sisa buah dan sayuran, yaitu 30% dari berat air. Aduk rata menggunakan sendok pengaduk.

  3. 3. Mulai proses fermentasi

    Tutup rapat wadah dan beri label tanggal pembuatan serta tanggal panen. Selama seminggu pertama, buka penutup wadah setiap hari untuk membuang gas.

  4. 4. Amati larutan fermentasi

    Buka tutup wadah pada usia seminggu, sebulan, dan tiga bulan. Amati apakah larutan berbau got atau terdapat belatung hidup di dalamnya. Jika terdapat belatung dan berbau got, perbaiki larutan fermentasi.

  5. 5. Eco enzyme siap digunakan

    Setelah 90 hari, eco enzyme siap dipanen dengan cara disaring dan disimpan di wadah tertutup.

Untuk menghindari kontaminasi, letakkan wadah larutan fermentasi di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Pastikan tempat meletakkan memiliki sirkulasi udara yang baik, serta jauh dari Wi-Fi, WC, tong sampah, tempat pembakaran sampah, dan bahan-bahan kimia.

Perlu diketahui, larutan eco enzyme tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Tempatkan larutan tersebut dalam botol kaca atau plastik bertutup rapat agar bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.

(ADS)