Cara Membuat Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menulis jurnal refleksi dwi mingguan modul 2.1 pembelajaran berdiferensiasi merupakan tugas wajib Calon Guru Penggerak (CGP) untuk memahami praktik pembelajaran yang memihak pada murid. Jurnal refleksi menjadi tolok ukur pemahaman CGP tentang materi yang telah dipelajari.
Jurnal refleksi dwi mingguan adalah tulisan yang dibuat setiap dua minggu sekali. Tulisan tersebut memuat perasaan, gagasan, pengalaman, dan praktik baik yang telah dilakukan CGP setelah mengikuti pelatihan.
Penulisan jurnal refleksi disesuaikan dengan topik pembelajaran pada setiap modul. Lantas, bagaimana cara membuat jurnal dwi mingguan modul 2.1? Simak penjelasannya berikut ini.
Cara Membuat Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi
Jurnal refleksi dwi mingguan modul 2.1 membahas tentang topik pembelajaran berdiferensiasi. Dikutip dari buku Memenuhi Kebutuhan Peserta Didik Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi yang diterbitkan oleh Tata Akbar, pembelajaran berdiferensiasi merupakan penyesuaian terhadap kebutuhan belajar siswa untuk mencapai peningkatan hasil belajar.
Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi membahas strategi yang dapat dilakukan guru dalam memetakan kebutuhan belajar siswa berdasarkan minat, preferensi, dan kesiapan belajar siswa.
Dalam membuat jurnal refleksi dwi mingguan modul 2.1, guru dapat menulis perasaan dan pengalaman mereka selama mempelajari materi tersebut. CGP juga dapat membahas praktik pembelajaran berdiferensiasi yang telah diterapkan di sekolah beserta hasilnya.
Mengutip situs Guru Penggerak, jurnal refleksi dwi tunggal dibuat dengan beberapa model refleksi. Berikut ini macam-macam model refleksi beserta penjelasannya.
1. Model 4F
Model refleksi 4F dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F terdiri dari facts (peristiwa), feelings (perasaan), findings (penemuan), dan future (penerapan).
Dalam membuat jurnal refleksi dengan model 4F, CGP dapat menceritakan pengalaman saat mengikuti pembelajaran/menerapkan aksi nyata, menjelaskan perasaan yang dialami, pelajaran yang didapat, serta aksi yang dapat dilakukan dengan baik jika menerapkan hal serupa di masa depan.
2. Model DEAL
DEAL merupakan akronim dari Description, Examination, dan Articulation of Learning. Berikut tahapan yang perlu dilakukan oleh CGP dalam membuat jurnal refleksi menggunakan model ini:
Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana).
Analisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya.
Jelaskan apa saja yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang.
3. Model Six Thinking Hats
Model six thinking hats atau yang dikenal dengan teknik enam topi diperkenalkan oleh Edward de Bono pada 1985. Metode ini menekankan enam proses refleksi yang masing-masing dilambangkan dengan topi berwarna.
Adapun proses refleksi dalam six thinking hats sebagai berikut:
Process (topi biru) tentang rencana aksi
Creativity (topi hijau) tentang gagasan dan kemungkinan untuk mewujudkan aksi
Facts ( topi putih) tentang peristiwa atau informasi faktual yang ada di lapangan
Benefits (topi kuning) tentang poin-poin positif terkait rencana aksi/gagasan/ dan situasi yang dialami saat ini
Feelings (topi merah) tentang perasaan saat ini/masa lalu
Cautions (topi hitam) tentang kelemahan/risiko/hambatan yang akan dihadapi dalam mewujudkan aksi
Model 4C
Model 4C atau Connection, challenge, concept, change dikembangkan oleh Ritchhart, Church, dan Morrison pada 2011. Metode ini disebut paling cocok dalam merefleksikan materi pembelajaran.
Berikut ini beberapa pertanyaan kunci yang menjadi panduan dalam membuat jurnal refleksi menggunakan model 4C:
Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak?
Challenge: Adakah ide, materi, atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini?
Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?
Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini?
5. Model Segitiga Refleksi
Jurnal refleksi juga dapat dibuat menggunakan model segitiga refleksi. CGP dapat menulis perasaan, pengalaman, dan praktik pembelajaran menggunakan empat pertanyaan berikut:
Perasaan saya setelah mempelajari materi ini …
Setelah mempelajari materi ini, target saya berikutnya adalah …
Setelah pembelajaran ini, saya akhirnya memahami bahwa …
Setelah pembelajaran ini, saya akhirnya mampu …
(GLW)
