Cara Membuat Kalimat dalam Bahasa Inggris untuk Percakapan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai bahasa internasional, kebutuhan akan penguasaan bahasa Inggris semakin meningkat. Mempelajari bahasa Inggris terbilang susah-susah gampang.
Poin penting dalam berbahasa Inggris adalah memahami susunan kata atau kalimatnya. Hal ini bertujuan agar proses komunikasi berjalan dengan baik dan pesan dimengerti oleh lawan bicara.
Seperti yang telah dijelaskan oleh Thursan Hakim dalam bukunya Mengatasi Berbicara dalam Bahasa Inggris, sebelum mempelajari cara membuat kalimat bahasa Inggris yang sesuai dengan tenses, yang perlu dilakukan adalah mengerti dan memahami isi kalimat, subjek (pelaku) dan peristiwa.
Untuk bisa menerapkan prinsip dalam membuat kalimat bahasa Inggris, terdapat beberapa pedoman yang dapat diperhatikan berikut ini:
Memerhatikan hubungan antara pelaku dan peristiwa dalam kalimat yang akan dibuat.
Jika kalimat tersebut tidak mengandung kata kerja, gunakan to be (I, you, we they, he, she, dan it).
Jika kalimat tersebut mengandung kata kerja, kalimat tersebut harus dibentuk sesuai dengan tenses yang berlaku.
Selain itu, terdapat beberapa cara dalam membuat kalimat bahasa Inggris, terutama untuk percakapan. Untuk mengetahui seperti apa cara membuat kalimatnya, simak penjelasannya di bawah ini.
Cara Membuat Kalimat dalam Bahasa Inggris
Drs. Thursana Hakim menjelaskan dalam bukunya Cara Termudah Membuat Kalimat Percakapan Bahasa Inggris, bahwa hal-hal yang dapat dijadikan poin ketika ingin membuat kalimat dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut:
Memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan maksud yang hendak disampaikan.
Menyusun kata-kata menjadi kalimat sederhana yang mudah dimengerti.
Menyampaikan kalimat kepada orang lain secara lisan atau tulisan. Agar lebih mudah dipahami, menyampaikan kalimat dalam bahasa Inggris secara lisan perlu disertai dengan gerak-gerik (bahasa isyarat/gesture).
Sedangkan, modal dasar agar dapat membuat kalimat dalam bahasa Inggris yakni, memahami sejumlah kata yang lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari (daily vocabulary), serta mampu membuat kalimat yang mudah dimengerti oleh orang lain. Kemampuan ini tentunya dapat dijadikan sebagai modal dasar membuat kalimat dan berkomunikasi dalam menggunakan bahasa Inggris.
Setelah memahami cara membuat kalimat dalam bahasa Inggris dan mampu mempraktekannya, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah melatih keterampilan berbicara. Sehingga, kemampuan bahasa Inggris tidak hanya diasah melalui tulisan, namun juga dengan lisan.
Tips yang dapat dilakukan untuk membuat kalimat dan mengasah keterampilan berbicara bahasa Inggris adalah dengan memilih kata-kata yang tepat dan relevan dengan apa yang sedang dibicarakan.
Setelah itu, susun kata-kata tersebut dalam bentuk yang sederhana disertai penggunaan tata bahasa atau grammar yang juga sederhana. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mempelajarinya.
Agar mampu berkomunikasi dengan lancar, kalimat yang dapat dipelajari dalam bahasa Inggris adalah dengan membuat kalimat tanya jawab. Kalimat ini membutuhkan alat utama yakni kata ganti penanya (interrogative pronoun) atau biasa disebut dengan 5W+1H (who, when, where, why, what, dan how).
Dalam praktiknya, interrogative pronoun dapat ditambahkan dengan kata-kata yang relevan dengan apa yang ingin disampaikan, misalnya seperti:
How many times (how often) = berapa kali
How many = berapa banyak (untuk benda yang dapat dihitung tanpa satuan, misalnya gram, liter, dan meter)
How much = berapa banyak (untuk benda yang tidak dapat dihitung tanpa satuan)
What time = jam berapa
What day = hari apa
What date = tanggal berapa
What month = bulan apa
What year = tahun berapa
What whom = dengan siapa
To whom = kepada siapa
Di samping itu, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dalam cara membuat kalimat bahasa Inggris pada sebuah percakapan, yakni sebagai berikut:
Mengidentifikasi secara spesifik pernyataan yang hendak disampaikan.
Mengidentifikasi pelaku dan peristiwa yang ada dalam pernyataan tersebut.
Melihat bentuk hubungan antara pelaku dan peristiwa dalam pernyataan tersebut, sehingga pernyataan dapat dibuat dalam bentuk kalimat yang benar.
Bentuk kalimat disampaikan dengan ucapan yang benar dan tidak keliru.
(IMR)
