Konten dari Pengguna

Cara Membuat Kesimpulan dalam Karya Ilmiah, Tidak Sekadar Meringkas

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengetik di Laptop Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengetik di Laptop Foto: Thinkstock

Setiap karya ilmiah harus diakhiri dengan kesimpulan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kesimpulan merupakan keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif. Seringkali mahasiswa menyepelekan bagian ini karena mengira isinya hanya berupa rangkuman dari pembahasan-pembahasan sebelumnya.

Mengutip buku Kesulitan Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah, Kenapa Bingung? oleh Norfai, kesimpulan yang baik adalah yang menjawab tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, dan hipotesis penelitian. Kesimpulan juga bertujuan untuk membantu pembaca memahami mengapa penelitian sangat penting bagi mereka. Anda juga bisa memberikan masukan-masukan untuk penelitian mendatang.

Lantas, bagaimana cara membuat kesimpulan yang benar untuk karya ilmiah? Ikuti petunjuknya berikut ini:

Ciri-ciri Kesimpulan yang Baik

Ilustrasi perempuan menulis. Foto: Shutter Stock

Sebelum belajar cara membuat kesimpulan yang benar, ketahui seperti apa kesimpulan yang dianggap baik. Mengutip buku Metode Penelitian untuk Perguruan Tinggi oleh Nenny Ika Putri Simarmata (2021), penulisannya jangan terlalu panjang, hanya sekitar 2,5% dari keseluruhan artikel. Nah, ciri-ciri kesimpulan yang baik yaitu:

  1. Mengungkap kembali kalimat tesis (argumen pada karya tulis ilmiah) namun tidak memakai kata-kata yang sama persis.

  2. Mengungkap kembali kalimat topik penelitian dari paragraf yang telah dikembangkan, tetapi tidak dengan kata-kata yang sama.

  3. Apabila sesuai, hal tersebut memberikan pendapat, membuat prediksi atau memberikan solusi.

  4. Diakhiri dengan pendapat yang meringkas esai.

  5. Memakai kata transisi ringkasan. Misalnya "dengan kata lain, singkatnya, ringkasannya, kesimpulannya, dan karena itu", untuk memberi isyarat kepada pembaca bahwa gagasan tersebut akan berakhir.

Cara Membuat Kesimpulan yang Baik dan Benar

Ilustrasi perempuan sedang menulis. Foto: Shutter Stock

Mengutip Buku Ajar Pengembangan Kompetensi Penulisan Ilmiah oleh Tjipto Sumadi dkk (2020), terdapat sejumlah cara yang perlu diperhatikan agar kesimpulan memenuhi standar, yaitu:

Cara Membuat Kesimpulan yang Baik

Berikut adalah panduan menulis kesimpulan karya ilmiah yang baik.

  1. 1. Tidak Mengulang Kata

    Jangan menyimpang dari isi pembahasan. Selain itu sebaiknya tidak mengulang kata sama persis dengan yang telah dituliskan pada pembahasan sebelumnya.

  2. 2. Deduksi

    Menulis kesimpulan bisa dilakukan dengan deduksi. Deduksi adalah pengambilan kesimpulan dari uraian yang diungkapkan sebelumnya. Melansir ukdw.ac.id, penulis mula-mula menguraikan garis besar permasalahan, kemudian meringkasan segala sesuatu yang telah diuraikan. Selanjutnya penulis harus menghubungkan setiap kelompok data dengan permasalahan untuk sampai pada kesimpulan tertentu. Langkah berikutnya adalah menjelaskan arti dan akibat-akibat tertentu dari kesimpulan-kesimpulan itu secara teoritik maupun praktis.

  3. 3. Menulis Opini

    Tuliskan pula opini pribadi terkait dari apa yang telah dibahas dalam karya tulis ilmiah. Perlu diingat, isi kesimpulan harus berupa analisis dari kajian pustaka dan juga interpretasi dari tema. Bisa berupa implikasi (kesimpulan berdasarkan data) dan berupa inferensi (kesimpulan berdasar referensi).

  4. 4. Keterbatasan Penelitian

    Sebutkan keterbatasan dalam penelitian yang dilakukan. Keterbatasan hendaknya dikaitkan dengan proses penelitian yang dijalankan, misalnya tentang teori yang digunakan, metode yang diaplikasikan atau hal-hal lain yang terkait dengan hasil penelitian.

Contoh Kesimpulan Karya Ilmiah

Ilustrasi menulis. Foto: Pixabay

Berikut ini adalah contoh kesimpulan yang baik mengutip buku Panduan Mudah Menulis Karya Ilmiah (Skripsi dan Tesis) oleh Sobbin Sihotang (2020):

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh kepemimpinan melayani dan komunikasi internal terhadap kepuasan kerja di BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kepemimpinan Melayani yang dimiliki BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung secara umum belum berjalan dengan baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 2,34 yakni dalam kategori “Rendah".

2. Komunikasi Internal yang dimiliki BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung secara umum sudah berjalan dengan baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,77

3. Kepuasan kerja karyawan yang dimiliki BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung secara umum dalam tingkat yang rendah, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 2,58. Sehingga perlu diperbaiki atau ditingkatkan oleh perusahaan. Hal ini ditunjukan dengan besamya harapan karyawan untuk memiliki pemimpin yang mau melayani dan mengurangi beban pekerjaan mereka, serta kesempatan untuk mendapatkan promosi kerja.

4. Kepemimpinan Melayani secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung. Secara total, Kepemimpinan Melayani cukup berpengaruh dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung, hal ini ditunjukan dengan nilai pengaruh sebesar 34.6%.

5. Komunikasi Internal secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung. Secara total, komunikasi internal cukup berpengaruh dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung, hal ini ditunjukan dengan nilai persentase sebesar 27%.

6. Kepemimpinan Melayani dan Komunikasi Internal secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung. Secara bersama-sama variabel Kepemimpinan Melayani dan Komunikasi Internal memberikan kontribusi atau pengaruh yang cukup besar terhadap peningkatan kepuasan kerja dengan nilai persentase sebesar 61,6%.

(ERA)