Konten dari Pengguna

Cara Membuat Laporan Kegiatan yang Baik dan Benar

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Membuat Laporan Kegiatan Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Membuat Laporan Kegiatan Foto: Unsplash

Cara membuat laporan kegiatan merupakan hal dasar yang perlu dipahami, khususnya bagi mereka yang bekerja di bidang administrasi. Cara ini harus diterapkan agar dapat menghasilkan laporan yang baik dan benar.

Sebagai informasi, laporan adalah bentuk penyampaian berita, informasi, keterangan, atau pertanggungjawaban baik secara lisan ataupun tertulis. Biasanya, laporan kegiatan ditulis oleh bawahan dan diberikan kepada atasan.

Laporan bertujuan untuk mengatasi suatu masalah, mengambil keputusan, mengetahui perkembangan suatu masalah, mengadakan pengawasan, menemukan teknik baru, hingga mengadakan perbaikan. Hal ini seperti dijelaskan dalam buku Top No.1 Sukses Pendalaman Materi SMP/MTs Kelas VIII karya Tim Smart Nusantara (2016).

Kembali berbicara tentang laporan kegiatan, karya tulis ini biasanya memuat informasi lengkap tentang suatu kegiatan, mulai dari waktu hingga hasil dari pelaksanaannya. Lantas, bagaimana cara membuat laporan kegiatan?

Ilustrasi Cara Membuat Laporan Kegiatan Foto: Unsplash

Cara Membuat Laporan Kegiatan

Cara membuat laporan kegiatan bisa dilakukan dengan menyusun format penulisan yang benar, berikut penjelasannya, seperti dikutip dari buku Ujian Nasional 2010 Sekolah Dasar dan buku Otomatisasi Tata Kelola Keuangan SMK/MAK Kelas XI:

Cara Membuat Laporan Kegiatan

Berikut cara membuat laporan kegiatan:

  1. 1. Kata Pengantar

    Cara membuat laporan kegiatan yang pertama, yaitu menulis kata pengantar. Kata pengantar memuat latar belakang terkait alasan dan tujuan kegiatan secara singkat.

  2. 2. Daftar Isi

    Langkah berikut adalah menulis daftar isi yang terdiri dari halaman masing-masing bab. Tujuannya untuk mempermudah pembaca mencari informasi yang diperlukan.

  3. 3. Pendahuluan

    Pendahuluan mengandung penjelasan mengenai keseluruhan acara. Bagian ini harus ditulis dengan lengkap, alasan diadakannya acara juga perlu dijabarkan.

  4. 4. Tujuan Kegiatan

    Seperti namanya, bagian ini harus memuat penjelasan tentang tujuan pelaksanaan kegiatan dan hal-hal yang mendasari pelaksanaan acara tersebut.

  5. 5. Isi

    Dalam bagian isi, penulis harus menjelaskan dengan rinci runtutan kegiatan. Mulai dari jenis acara, peserta acara, rangkaian acara, dan lain-lain.

  6. 6. Saran

    Pada bagian saran, dapat dituliskan saran atau masukan mengenai pelaksanaan kegiatan berikutnya.

  7. 7. Penutup

    Bagian penutup akan menjadi bagian akhir dari rangkaian laporan kegiatan. Sebaiknya, bagian ini memuat ringkasan mengenai kegiatan terkait.

  8. 8. Daftar Pustaka

    Setelah menuliskan penutup, penulis bisa menyematkan daftar pustaka. Bagian ini berisi tentang referensi yang didapatkan untuk penulisan laporan. Ini bisa berupa sumber dari majalah, koran, hingga portal berita online.

  9. 9. Lampiran

    Lampiran merupakan bagian yang memuat foto-foto kegiatan. Misalnya, ketika pembukaan, pertengahan, hingga penutupan kegiatan.

Ilustrasi Cara Membuat Laporan Kegiatan Foto: Unsplash

Jenis-jenis Laporan

Ada beberapa jenis laporan selain laporan kegiatan. Jenis laporan tersebut memuat pembahasan yang berbeda-beda. Namun, formatnya cukup mirip. Berikut jenis-jenis laporan selain laporan kegiatan, yang dikutip dari buku Modul USBN SD/MI Tahun 2019:

  • Laporan Observasi: Laporan yang memuat hasil pengamatan tentang suatu hal atau objek. Contohnya adalah laporan observasi pertumbuhan kupu-kupu.

  • Laporan Perjalanan: Laporan yang berisi tentang kegiatan perjalanan ke suatu tempat. Misalnya, laporan study tour ke Bali.

  • Laporan Peristiwa: Laporan yang membahas suatu peristiwa yang disaksikan atau dialami secara langsung oleh penulis laporan. Contohnya, yakni laporan bencana alam, banjir, dan lain-lain.

(GTT)