Cara Membuat Parafrase untuk Karya Ilmiah Agar Tidak Terindikasi Plagiat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Plagiarisme wajib dihindari dalam penulisan ilmiah, dan salah satu cara menyiasatinya adalah dengan parafrase. Terkadang isi tulisan memang bukan berasal dari pemikiran kita sendiri, tetapi mengandung ide dan gagasan dari orang lain.
Anda bisa mengutip ide tersebut secara langsung tanpa mengubah apapun, namun tidak disarankan untuk melakukannya terlalu sering. Nah, itu mengapa dibutuhkan parafrase agar menunjukkan bahwa Anda telah memahami materi dengan cukup baik sehingga bisa menuliskannya dengan kata-kata sendiri.
Anda perlu mengetahui cara membuat parafrase yang benar. Sebab, parafrase yang buruk juga dapat memunculkan indikasi plagiarisme.
Mengenal Apa itu Parafrase dan Contohnya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), parafrase adalah penguraian atau pengungkapan kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk susunan kata lain dengan maksud menjelaskan makna yang tersembunyi.
Sementara itu, mengutip buku Cerdas Menulis Karya Ilmiah oleh Suyono dkk (2015), teknik parafrase adalah penguraian kembali informasi secara lebih spesifik tanpa mengubah substansi dari informasi tersebut.
Mengapa parafrase penting? Biasanya parafrase digunakan untuk menerjemahkan informasi yang ditulis dalam istilah-istilah teknis atau ilmiah yang sulit dipahami. Ketika menulis, posisikan diri sebagai pembaca.
Bisa jadi, tidak semua pembaca mampu memahami istilah-istilah ilmiah dari sumber rujukan. Perlu diingat, meski bertujuan untuk membahas informasi secara rinci, keefektifan dalam menulis parafrase tetap harus diperhatikan.
Mengutip laman Karolinska Institutet, parafrase penting karena membantu memahami materi. Kedua, parafrase memberitahu pembaca bahwa Anda telah memproses informasi dan memahaminya.
Melakukan parafrase membutuhkan pendalaman materi karena bukan sekadar menyalin teks. Hal ini tentu saja sangat penting, khususnya jika pembaca adalah pengajar atau orang yang berkompeten.
Ketiga, dengan parafrase Anda dapat memastikan bahwa teks sesuai dengan tema yang ditulis. Jika hanya menyalin paragraf dari buku, bisa jadi ada pembahasan yang sebenarnya kurang relevan dengan tulisan yang sedang Anda buat.
Nah, agar lebih mudah memahami, perhatikan contoh parafrase berikut ini:
Contoh 1
Informasi: "Belajar adalah proses transfer ilmu" (Danis, 2008 7)
Parafrase: Belajar dapat diartikan sebagai proses pengiriman informasi, pengetahuan, dan atau pengalaman dari satu orang ke orang yang lain melalui berbagai cara (Danis, 2008:7).
Contoh 2
Contoh ini dikutip dari buku Menghindari Praktek Plagiat: Kejahatan Akademik Terbesar (2020) oleh Darmawan Napitupulu dkk (2020).
Paragraf asli: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Memanfaatkan Sumber Belajar di Internet Melalui Sosialisasi Edukasi Internet Cerdas, Sehat, dan Aman dianggap telah mencapai sasaran, karena 35% dan 60% peserta menyatakan setuju dan sangat setuju secara berturut-turut bahwa sosialisasi ini bermanfaat bagi kegiatan pembelajaran sehari-hari (Zonyfar, Sihabudin; and Khusaeri, 2019)
Parafrase: Mayoritas responden yang menjadi audiens dalam penyuluhan bertajuk edukasi internet cerdas, sehat dan aman sepakat hasil penyuluhan memiliki dampak positif bagi rutinitas belajar mengajar. Hal ini dibuktikan dengan persentase setuju sebesar 35% dan sangat setuju sebesar 60% sehingga kegiatan tersebut dianggap telah mencapai sasaran. (Zonyfar, Sihabudin, and Khusaeri, 2019)
Cara Membuat Parafrase
Mengutip Buku Ajar Metodologi Penelitian Sosial oleh Muhammad Alif Sahide (2019), terdapat tiga cara yang bisa dipraktikkan untuk membuat parafrase yang baik, yaitu:
1. Menulis Gagasan dengan Ringkas
Bacalah teks keseluruhan. Lalu, tulis secara ringkas gagasan apa yang ditangkap secara kuat dari bacaan tersebut.
2. Membaca Literatur
Anda dapat menulis secara bebas sesuai dengan kerangka dan alur yang telah direncanakan diri sendiri. Kosongkan kutipan pustaka di setiap kalimat. Bacalah literatur, jika ada kesamaan ide pada tulisan tersebut, maka isilah kekosongan kutipan tersebut dengan pustaka yang dibaca.
3. Mengombinasikan cara 1 dan 2
Karangan terdiri dari beberapa paragraf. Setiap paragraf berisi kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat penjelas dapat berupa uraian yang penting atau hanya perincian berupa contoh, ilustrasi, dan perumpamaan-perumpamaan. Ketahui mana bagian yang berisi hal-hal pokok dan mana yang bukan.
Sementara itu, melansir laman La Trobe University, cara parafrase yang mudah adalah:
Baca teks dengan cermat.
Jika ada kata-kata yang tidak dimengerti, cari di kamus.
Baca kembali teks dengan cepat. Khususnya perhatikan kalimat pertama dalam paragraf (seringkali merupakan kalimat utama) dan kata kunci.
Rangkum apa yang telah Anda pahami. Tidak perlu menggunakan bahasa akademis yang rumit, gunakan kata-kata Anda sendiri.
Periksa kembali teks asli untuk memastikan Anda telah memasukkan poin-poin utama. Tambahkan tanda kutip jika menggunakan istilah tertentu yang tidak dapat diparafrasekan.
Catat semua detail sumber dan penulis untuk referensi di masa mendatang.
Frequently Asked Question Section
Apa itu parafrase?

Apa itu parafrase?
Parafrase adalah penguraian kembali informasi secara lebih spesifik tanpa mengubah substansi dari informasi tersebut.
Mengapa parafrase penting?

Mengapa parafrase penting?
Parafrase membantu memahami materi, memberitahu pembaca bahwa penulis telah memproses informasi dan memahaminya, serta menghindari plagiarisme.
Apa langkah-langkah untuk membuat parafrase?

Apa langkah-langkah untuk membuat parafrase?
Baca teks dengan cermat, memperhatikan kalimat utama dan kata kunci, rangkum apa yang telah dipahami menggunakan kata-kata sendiri, dan periksa kembali teks asli untuk memastikan telah memasukkan poin-poin utama.
(ERA)
