Konten dari Pengguna

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Limbah Rumah Tangga dengan Mudah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara membuat pupuk kompos. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat pupuk kompos. Foto: Pixabay

Saat pandemi datang dan mengharuskan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, banyak yang akhirnya mencoba hobi baru yang mudah dilakukan. Salah satunya adalah dengan bercocok tanam di rumah.

Berkebun di rumah dapat membantu menghilangkan rasa bosan. Selain media tanam, komponen lain yang dibutuhkan dalam kegiatan bercocok tanam adalah pupuk.

Ada banyak jenis pupuk yang bisa digunakan, namun yang dirasa paling mudah didapat adalah pupuk kompos. Menurut situs Dinas Lingkungan Hidup Palangkaraya, kompos merupakan jenis pupuk organik yang sudah ada sejak lama.

Kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam sebuah bahan organik tersebut.

Anda bisa membuat pupuk kompos dengan menggunakan bahan-bahan di sekitar, seperti sampah atau limbah rumah tangga. Memanfaatkan sampah menjadi pupuk kompos juga turut menyelamatkan lingkungan dari pencemaran.

Selain sampah rumah tangga, bisa juga memanfaatkan sampah dari pasar yang sebagian besar berupa sampah organik. Membuat pupuk kompos memang tidaklah sulit, bahannya pun dapat dengan mudah ditemukan. Namun, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam pembuatannya.

Bagaimana cara membuat pupuk kompos di rumah? Simak informasinya di bawah ini.

Cara Membuat Pupuk Kompos

Sebelum membuat pupuk kompos, Anda perlu mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan di bawah ini seperti yang telah dirangkum dari buku Membuat Pupuk Kompos dari Limbah Masakan Rumah Tangga karya siti Nabat Muni’ah.

Bahan Membuat Pupuk Kompos

Ilustrasi bahan untuk membuat pupuk kompos. Foto: Pixabay
  • Siapkan sisa sayuran, nasi, buah-buahan, dan beberapa sampah alami

  • Siapkan pula activator yang menjadi zat untuk mengaktifkan kerja organisme. Memiliki fungsi untuk bisa mempercepat proses pembusukan bahan organik.

  • Siapkan air

  • Siapkan alat pemotong

  • Siapkan tempat untuk menampung sampah

  • Siapkan alat pengaduk, seperti ember.

Cara Pembuatan Pupuk Kompos

Ilustrasi cara membuat pupuk kompos. Foto: Pixabay
  1. Sampah organik rumah tangga tersebut harus dicacah sampai berukuran kecil. Kemudian tambahkan kompos jadi seperti pupuk kandang sebagai inokulan.

  2. Aktivator dilarutkan ke dalam air lalu dituangkan ke bahan kompos. Pastikan untuk mengaduknya sampai merata.

  3. Langkah selanjutnya adalah menambahkan larutan aktivator.

  4. Apabila masih terlalu kering, langsung masukkan ke dalam wadah pengomposan dan tutup rapat.

  5. Aduk campuran tersebut seminggu sekali.

  6. Pengadukan ini berguna agar aliran udara di dalam wadah keluar masuk dengan baik.

  7. Saat wadah tersebut punya suhu yang cukup naik, artinya mikroorganisme tengah bekerja.

  8. Ketika sudah memasuki minggu ke 7-8, proses pengomposan telah selesai dan wadah kembali ke suhu normal.

  9. Jika kompos yang sudah jadi, langsung dilakukan pengayaan ataupun pengemasan.

  10. Kompos yang bagus memiliki warna coklat kehitaman, baunya seperti tanah dan teksturnya halus.

(ANS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu kompos?

chevron-down

Kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam sebuah bahan organik tersebut.

Apa manfaat membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga?

chevron-down

Memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai pupuk kompos sekaligus menyelamatkan lingkungan dari pencemaran.

Apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk kompos?

chevron-down

Sisa sayuran, nasi, buah-buahan, dan beberapa sampah alami, activator, air, alat pemotong, waduk, dan alat pengaduk.