Konten dari Pengguna

Cara Membuat Stiker Tempel untuk Mempromosikan Produk

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sticker tempel. Foto: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sticker tempel. Foto: unsplash

Stiker tempel merupakan salah satu media promosi yang banyak digunakan pebisnis. Selain harganya cukup terjangkau, stiker tempel dinilai cukup efektif untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan sebuah produk dan jasa.

Biasanya, stiker tempel dilekatkan pada bagian depan produk yang dijual sebagai identitas. Untuk memasarkan produk lebih luas, stiker juga kerap ditempelkan di tempat-tempat umum, seperti tiang listrik, pintu, bilik lift, helm, atau bahkan di kaca mobil.

Lalu, bagaimana cara membuat stiker tempel untuk digunakan sebagai media promosi? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Cara Membuat Stiker Tempel

Ilustrasi stiker tempel. Foto: Unsplash

1. Menentukan Desain

Sebuah produk akan lebih mudah diingat jika desain stikernya menarik. Jadi, pilihlah desain sesuai dengan produk yang ingin dipasarkan dan berbeda dengan pesaing.

Misalnya, jika ingin menjual jus buah, desain stikernya bisa bergambar gelas warna-warni. Lengkapi juga dengan gambar buah-buahan agar desain terlihat lebih menarik.

Anda juga bisa menggunakan logo bisnis untuk dijadikan stiker tempel. Dengan demikian, produk yang dijual akan lebih dikenal oleh khalayak luas.

Tidak harus berbentuk kotak, bulat, atau dekorasi lainnya, stiker bisa berbentuk desainnya itu sendiri. Namun, butuh biaya tambahan untuk memotong stiker sesuai dengan bentuk desainnya.

2. Menentukan Bahan Stiker

Cara membuat stiker tempel selanjutnya yaitu menentukan jenis kertas. Mengutip buku Komunikasi Pemasaran melalui Desain Visual tulisan Maria Fitriah, ada beberapa jenis bahan stiker tempel yang sering digunakan, yaitu:

  • Stiker chromo, berbahan kertas dan biasa digunakan untuk label botol. Harganya lebih murah daripada jenis stiker lainnya, tetapi cepat luntur jika terkena air.

  • Stiker vinyl, berbahan dasar plastik dengan permukaan mengilap alias glossy. Stiker jenis ini tahan lama di luar ruangan (outdoor).

  • Stiker HVS, jenis bahan yang cocok untuk keperluan industri, travel, barcode, dan sebagainya. Stiker jenis ini mudah disobek dan rusak jika terkena air.

Ilustrasi stiker. Foto: Unsplash

3. Mencetak Stiker

Mengutip buku Modifikasi Mobil Motor dengan Cutting Sticker tulisan Alfa Hartoko, ada empat metode untuk mencetak stiker tempel, yaitu sablon, offset, printing, dan cutting. Namun, printing dan cutting adalah metode yang paling sering dipakai.

Melalui metode printing, Anda dapat mencetak beragam desain stiker dengan mudah dan cepat menggunakan mesin cetak. Namun, ada beberapa bahan stiker yang tidak bisa diolah secara printing, misalnya hologram dan stiker dengan tinta glitter.

Sementara itu, metode cutting dapat dilakukan secara manual dengan tangan ataupun menggunakan mesin. Untuk desain-desain yang kompleks, umumnya menggunakan teknik campuran. Jadi, setelah dicetak menggunakan mesin potong, stiker dirapikan kembali secara manual dengan tangan.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa bahan untuk membuat stiker?
chevron-down

Beberapa jenis bahan stiker tempel yang sering digunakan, yaitu chromo, vinyl, dan HVS.

Bagaimana cara membuat stiker tempel?
chevron-down

Diawali dengan menentukan desain, menentukan bahan stiker, dan mencetak stiker sesuai bahannya.

Apakah printer biasa bisa cetak stiker?
chevron-down

Ada beberapa bahan stiker yang tidak bisa diolah secara printing, misalnya hologram dan stiker dengan tinta glitter.