Cara Membuat Teks Editorial dalam Surat Kabar dan Majalah

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
2 Desember 2022 15:53
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Teks editorial adalah artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian atau pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa. Editorial dikenal juga sebagai tajuk rencana.
ADVERTISEMENT
Opini atau pandangan redaksi biasanya disertai dengan tanggapan yang dapat berupa pujian, kritikan, sindiran, atau saran. Mengutip Explore Bahasa Indonesia Jilid 3 untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII karangan Imam Taufik, dkk., teks editorial hanya dapat ditulis dan diterbitkan oleh redaksi sebuah media terhadap isu aktual di masyarakat.
Adapun tujuan dan manfaat teks editorial adalah mengajak pembaca untuk ikut berpikir serta memberikan pandangan terhadap isu aktual dibicarakan masyarakat.
Isu aktual tersebut dapat berupa masalah sosial, ekonomi, maupun politik. Contoh isu yang dibahas misalnya tentang calon presiden dan wakil presiden yang akan maju pada Pilpres tahun 2024.
Pada teks editorial, Anda juga akan menemukan solusi yang diusulkan oleh redaksi terhadap permasalahan atau isu yang sedang dibicarakan masyarakat saat itu. Di dalamnya terdapat pula kesimpulan atas isu yang dibahas dalam teks editorial yang dibaca atau didengar.
ADVERTISEMENT

Fungsi Teks Editorial

Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
Masih dari sumber yang sama, berikut beberapa fungsi dari teks editorial yang dapat dipahami:
  1. Menjelaskan berita dan akibatnya kepada masyarakat,
  2. Mempersiapkan masyarakat akan adanya kemungkinan yang terjadi,
  3. Mengisi latar belakang dari isu dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhinya,
  4. Meneruskan penilaian moral tentang isu tersebut.

Cara Membuat Teks Editorial

Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
Dihimpun dari laman The State University of New York Geneseo, ada beberapa langkah membuat teks editorial yang dapat Anda coba.

1. Pilih topik penting yang Hendak Diangkat (Selecting)

Pemilihan isu atau topik perlu dipertimbangkan oleh redaktur media. Pertimbangan ini akan membedakan penyajian isu di setiap media.

2. Kumpulkan Argumentasi Pendukung untuk Memperkuat Opini yang Hendak Disampaikan (Collecting)

Argumentasi pendukung berupa fakta-fakta terkait dengan topik yang dipilih sehingga memberi nilai objektivitas pada opini yang disusun, bukan sekadar opini belaka. Untuk memberikan nilai yang lebih kuat, kumpulkan opini-opini yang logis agar bermutu.
ADVERTISEMENT

3. Hubungkan Isu, Argumentasi, dan Opini dengan Style Media (Connecting)

Anda perlu menghubungkan isu, argumentasi, dan opini dengan style atau citra media yang bersangkutan. Tidak hanya isu yang perlu disepakati bersama, tetapi juga detail dan contoh yang akan diungkapkan dalam teks editorial tersebut. Diskusikan pula opini yang hendak disampaikan dan solusi yang akan diberikan dalam teks editorial.

4. Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh terhadap Hasil Tulisan (Correcting)

Bacalah kembali hasil tulisan Anda dengan saksama agar tidak ada kesalahan ejaan dan tanda baca. Teks editorial yang dibuat harus berisi kejelasan isu yang dibahas serta tidak menyerang pihak lain. Selain itu, penyampaian opini dalam teks editorial jangan terkesan menggurui pembaca.
Dalam teks editorial, paragraf disusun dengan menggunakan kalimat yang efektif dan kata-kata yang lugas. Penggunaan contoh dan ilustrasi akan sangat bermanfaat untuk menguatkan tulisan Anda.
ADVERTISEMENT

Struktur Teks Editorial

Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
Seperti jenis teks lainnya, teks editorial juga memiliki struktur. Adapun struktur teks editorial, yaitu pengenalan isu (tesis), penyampaian argumentasi, dan simpulan atau rekomendasi.

1. Pengenalan Isu

Pengenalan isu berisi sorotan peristiwa yang mengandung persoalan aktual. Pada bagian ini, pembaca akan disajikan peristiwa, persoalan aktual, fenomenal, dan kontroversial yang menjadi dasar pembahasan. Contoh:

Dipicu oleh melemahnya konsumsi masyarakat, perekonomian nasional hanya tumbuh 5,07 persen pada tahun 2017, di bawah target pemerintah 5,2 persen. Ironisnya, stagnasi pertumbuhan terjadi di tengah kondisi stabilitas makroekonomi yang relatif terjaga dan terus membaiknya persepsi global terhadap perekonomian Indonesia. Laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) juga memuji secara umum kinerja perekonomian nasional.

Selain cenderung stagnan, pertumbuhan yang ada juga kurang mampu menyerap tenaga kerja. Lemahnya daya beli dan konsumsi masyarakat menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah belum membuahkan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, kita sangat berharap pada sejumlah langkah terobosan pemerintah tahun ini untuk menyeimbangkan pembangunan masif proyek infrastruktur dengan program belanja sosial berorientasi padat karya yang langsung berdampak pada daya beli, kesejahteraan,

ADVERTISEMENT

2. Penyampaian Argumentasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, argumentasi adalah alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Pada bagian ini, argumentasi dapat berupa generalisasi atau pernyataan umum, data hasil pernyataan, pernyataan para ahli, atau fakta yang didasari oleh referensi yang terpercaya. Contoh:

Konsumsi rumah tangga menyumbang 56,13 persen Produk Domestik Bruto (PDB)-melemah dari 5,01 persen pada tahun 2016 menjadi 4,95 persen pada 2017. Lesunya konsumsi disebabkan adanya tekanan inflasi. Oleh karena itu, mengawal daya beli menjadi salah satu tantangan utama di 2018 jika ingin target pertumbuhan 2018 tercapai.

Potensi membaiknya pertumbuhan 2018 akan terwujud jika ditopang kinerja ekspor yang stabil dan tingginya pertumbuhan investasi sejak kuartal IV tahun 2017. Sepanjang kita bisa mempertahankan pertumbuhan investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekspor, target pertumbuhan 2018 besar kemungkinan bisa tercapai.

Optimisme 2018 juga ditopang momentum pilkada serentak dan penyelenggaraan Asian Games yang diperkirakan dapat menggerakkan ekonomi, melalui lonjakan belanja iklan dan belanja masyarakat. Untuk mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat, penting bagi kita untuk menjaga inflasi tetap rendah, khususnya harga pangan dan kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

3. Simpulan atau rekomendasi

Pada bagian ini, pernyataan dapat berupa simpulan atau rekomendasi. Jika berupa simpulan, bagian ini akan berupa pernyataan dalam menyelesaikan permasalahan atau isu yang dikemukakan sebelumnya.
Jika berupa rekomendasi, bagian ini berupa pernyataan, saran, atau anjuran dalam menyelesaikan permasalahan atau isu yang dibahas. Contohnya sebagai berikut:

Pengalaman amburadulnya tata kelola pangan beberapa tahun terakhir hendaknya menjadi pelajaran untuk menghindari terulangnya kasus serupa. Kita juga mewaspadai tekanan harga minyak mentah yang bisa memicu kenaikan harga BBM dan tarif listrik sehingga memicu turunnya daya beli masyarakat. Langkah ini harus dibarengi dengan upaya penciptaan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Ciri Kebahasan Teks Editorial

Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat teks editorial. Foto: Pixabay
Dalam buku Cerdas berbahasa indonesia untuk SMA/MA kelas X, dikatakan bahwa teks editorial memiliki ciri kebahasaan, yaitu kata ganti tunjuk, konjungsi kausalitas, konjungsi pertentangan, dan penggunaan kosakata populer sehingga mudah dicerna oleh khalayak. Untuk lebih memahaminya, perhatikan penjelasan berikut.
ADVERTISEMENT

1. Kata Ganti Tunjuk

Kata ganti tunjuk merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau lainnya yang menjadi fokus ulasan.
Contoh: Mudik Lebaran tahun ini diprediksi sebanyak 32 juta jiwa.

2. Konjungsi Kausalitas

Penggunaan konjungsi kausalitas terkait dengan penggunaan sejumlah argumen yang dikemukakan penulis atau redaktur yang berkenaan dengan masalah yang dibahas. Konjungsi kausalitas, misalnya sebab, karena, oleh karena itu, jika, dan maka.
Contoh: Momen Lebaran akan menyenangkan jika mudik lancar, aman, dan nyaman.

3. Konjungsi Pertentangan

Penggunaan konjungsi pertentangan terkait dengan masalah yang diangkat dalam editorial yang bersifat pro dan kontra. Konjungsi pertentangan, misalnya akan tetapi, namun, tetapi, walau(pun), dan meski(pun).
Contoh: Namun, mudah diduga bahwa pengabaian terhadap hak anak sangatlah besar.

4. Kosakata Populer

Penggunaan kosakata populer dilakukan oleh penulis atau redaksi agar mudah dipahami oleh pembaca. Misalnya, kata efisien lebih sering digunakan daripada kata sangkil walaupun kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.
ADVERTISEMENT
(ANS)
Apa saja struktur dalam teks editorial?
chevron-down
Perlukah memilih topik yang menarik dalam membuat teks editorial?
chevron-down
Apa yang dimaksud dengan kata ganti tunjuk?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020