Cara Membuat Tempe Rumahan yang Mudah dan Praktis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempe sudah lama dikenal sebagai salah satu makanan khas Nusantara. Lauk sederhana ini dibuat dari hasil fermentasi jamur Rhizopus sp pada bahan baku kedelai maupun non kedelai.
Mengutip jurnal berjudul Proses Pembuatan Tempe Home Industry Berbahan Dasar Kedelai dan Kacang Merah karya Septi Lailia, dkk., tempe memiliki banyak kandungan gizi yang baik untuk tubuh, di antaranya lemak, protein, mineral, asam fitat, karbohidrat, ologosakarida, vitamin B12, dan antioksidan.
Kini, tempe bukan hanya diminati oleh masyarakat Indonesia saja. Beberapa orang di seluruh dunia bahkan sudah mengenalnya sebagai sajian yang lezat dan menyehatkan.
Di Indonesia, produksi tempe banyak dilakukan oleh industri skala kecil dan menengah. Bagaimana cara membuat tempe rumahan? Simak artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkahnya.
Cara Membuat Tempe Rumahan
Pembuatan tempe umumnya dilakukan dengan metode tradisional. Diawali dengan perebusan kedelai dan dilanjutkan dengan proses fermentasi.
Dikutip dari buku Tempe: Persembahan Indonesia untuk Dunia terbitan Badan Standardisasi Nasional (2012), berikut cara membuat tempe rumahan selengkapnya yang bisa Anda praktikkan:
Untuk mendapatkan biji kedelai yang bagus, Anda perlu melakukan penyortiran. Caranya dengan menempatkan biji kedelai di tampah, kemudian ditampi.
Kemudian, cuci biji kedelai di bawah air mengalir.
Biji kedelai yang sudah bersih dimasukkan ke dalam panci berisi air, kemudian direbus selama 30 menit atau sampai mendekati setengah matang.
Kedelai yang sudah direbus direndam semalaman hingga mencapai kondisi asam.
Keesokan harinya, kulit ari kedelai dikupas. Caranya, masukkan biji kedela ke dalam air, kemudian remas-remas sambil dikuliti. Pada proses ini, Anda akan mendapatkan keping kedelai yang sempurna.
Biji kedelai dicuci sekali lagi dengan cara yang sama seperti mencuci beras yang hendak dimasak.
Selanjutnya, masukkan kedelai ke dalam dandang lalu ditanak seperti nasi.
Setelah matang, angkat, lalu dihamparkan tipis-tipis di atas tampah. Biarkan sampai mengering.
Proses selanjutnya adalah menambahkan ragi dengan cara dicampurkan sambil diaduk rata. Ukurannya, 1 kg kedelai menggunakan sekitar 1 gram ragi.
Bungkus kedelai yang sudah dicampur ragi menggunakan daun pisang atau plastik.
Peram bungkusan kedelai. Bila dibungkus dengan plastik, pemeraman dilakukan di atas keranjang bambu yang diletakkan pada rak-rak. Tapi bila dibungkus daun, pemeraman dilakukan pada keranjang bambu yang ditutup goni.
Jika sudah diperam semalaman, lakukan penusukan dengan lidi. Tujuannya agar udara segar dapat masuk ke dalam tempe.
Peram lagi semalaman. Keesokan harinya, tempe yang Anda buat sudah jadi dan siap untuk dikonsumsi.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa saja kandungan gizi yang terdapat dalam tempe?

Apa saja kandungan gizi yang terdapat dalam tempe?
Ada lemak, protein, mineral, asam fitat, karbohidrat, ologosakarida, vitamin B12, dan antioksidan.
Apa bahan dasar pembuatan tempe?

Apa bahan dasar pembuatan tempe?
Tempe dibuat dari hasil fermentasi jamur Rhizopus sp pada bahan baku kedelai maupun non kedelai.
Bagaimana proses pembuatan tempe?

Bagaimana proses pembuatan tempe?
Pembuatan tempe umumnya dilakukan dengan metode tradisional. Prosesnya diawali dengan perebusan kedelai dan dilanjutkan dengan fermentasi.
