Cara Menentukan Jumlah Sampel Jika Populasi Tidak Diketahui

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampel dalam ilmu statistik menjadi komponen penting untuk menentukan hasil dari penelitian. Sampel yang baik semaksimal mungkin akan mampu mempresentasikan karakteristik populasi.
Mengutip buku Analisis Statistik dengan SPSS untuk Penelitian Kuantitatif yang ditulis M. Askari Zakariah dan Vivi Afriani (2021), populasi merupakan kumpulan objek tentang suatu persoalan secara keseluruhan atau kumpulan individu keseluruhan yang hendak diteliti.
Populasi terbagi menjadi dua jenis, yakni populasi terbatas dan populasi tidak terbatas. Populasi bisa berupa orang-orang, benda-benda, dan ukuran lain dari objek yang memiliki ciri atau karakteristik sama.
Sementara itu, sampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan sebagai bahan penelaahan dengan harapan sampel yang diambil dari populasi tersebut bisa mewakili terhadap populasi.
Sebuah sampel dapat diketahui dengan atau tanpa jumlah populasi. Lantas, bagaimana cara menentukan jumlah sampel jika populasi tidak diketahui? Simak jawabannya di bawah ini!
Cara Menentukan Jumlah Sampel Jika Populasi Tidak Diketahui
Mengutip buku Statistik Ekonomi 1 karangan Akas Pinaringan Sujalu, dkk., cara menentukan jumlah sampel jika populasi tidak diketahui bisa dilakukan dengan Persamaan Limeshow. Berikut adalah rumus Persamaan Limeshow:
Ket:
n= jumlah sampel yang dicari
z= nilai tabel normal dengan alpha tertentu
p= fokus kasus
d= aplha (0.05) atau 5% dari tingkat kepercayaan 95% yang umum digunakan dalam penelitian-penelitian.
Tahapan Penentuan Ukuran Sampel
Ada beberapa tahapan penentuan pengukuran sampel dalam penelitian, di antaranya:
Penentuan Populasi: Menentukan apa yang menjadi elemen populasi (individu, organisasi, produk).
Penentuan Unit Pemilihan Sampel: Menentukan kelompok-kelompok elemen berdasarkan desain sampel yang digunakan.
Penentuan Kerangka Pemilihan Sampel: Menentukan daftar elemen dari setiap unit pemilihan sampel.
Penentuan Desain Sampel: Menentukan teknik sampling yang digunakan (probability sampling atau nonprobability sampling).
Penentuan Jumlah Sampel: Menentukan jumlah atau besarnya sampel yang digunakan dalam penelitian.
Pemilihan Sampel: Menentukan elemen yang akan menjadi sampel dari penelitian yang dilakukan.
Jenis-jenis Sampel
Berdasarkan informasi dari buku Bongkar Pola soal UNBK SMA/MA IPS 2020, sampel penelitian terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
Purposive Sampling: Sampel bertujuan yang memiliki kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.
Cluster Sampling: Sampel bertingkat, di mana pengambilan sampel berdasarkan tingkatan.
Incidental Sampling: Pemilihan secara kebetulan atau tidak sengaja.
Random Sampling: Pengambilan sampel secara acak.
Quota Sampling: Pemilihan sampel dengan menentukan jumlahnya sejak awal penelitian.
Propotional Sampling: Pemilihan sampel secara berimbang.
Area Sampling: Pemilihan sampel berdasarkan wilayah.
Snowball Sampling: Pemilihan sampel secara bergulir dari responden satu ke responden lain.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Sampel?

Apa yang Dimaksud dengan Sampel?
Sampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan sebagai bahan penelaahan dengan harapan sampel yang diambil dari populasi tersebut bisa mewakili terhadap populasi.
Apa Arti dari Populasi Penelitian?

Apa Arti dari Populasi Penelitian?
Populasi merupakan kumpulan objek tentang suatu persoalan secara keseluruhan atau kumpulan individu keseluruhan yang hendak diteliti.
Sampel Penelitian Ada Apa Saja?

Sampel Penelitian Ada Apa Saja?
Ada beragam jenis sampel penelitian, di antaranya area sampling, random sampling, dan lain sebagainya.
