Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Baik Agar Tercapai Tujuan Finansial

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap keluarga tentu menginginkan kondisi finansial yang sehat agar dapat mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Ini dapat terwujud ketika suami dan istri mau sama-sama mengatur kondisi keuangan mereka.
Setiowati dalam jurnal berjudul Perempuan, Stategi Nafkah, dan Akuntansi Rumah Tangga (2016) mengatakan bahwa setiap rumah tangga memiliki modal yang berbeda dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, rumah tangga memerlukan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan terkonsep.
Manajemen keuangan rumah tangga akan terlihat lebih baik apabila dikendalikan istri. Namun, hal ini juga tetap harus dikomunikasikan dengan suami agar mencegah perselisihan dan perbedaan pendapat antara kedua belah pihak.
Bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut.
Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga
Kebutuhan hidup yang beragam dan jumlah anggota keluarga yang semakin bertambah membuat kita harus bijak dalam mengatur keuangan rumah tangga. Tujuannya tidak lain agar kesehatan finansial keluarga tetap terjaga.
Untuk mencapai tujuan finansial tertentu, diperlukan tekad dan konsistensi yang kuat. Dirangkum dari buku Tips Mengelola Keuangan oleh Eagle Oseven, berikut tata cara mengatur keuangan rumah tangga selengkapnya yang bisa Anda simak:
1. Gabungkan penghasilan suami istri
Jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja, sebaiknya gabungkan kedua penghasilan menjadi satu agar Anda lebih mudah untuk mengaturnya. Selain itu, pendapatan keluarga yang digabung juga dapat membantu Anda mengontrol pengeluaran dengan baik. Sehingga, pasangan saling mengetahui dan terbuka soal hal itu.
2. Sediakan dana darurat
Salah satu hal penting dalam mengatur keuangan rumah tangga adalah menyediakan dana darurat. Dana darurat merupakan dana yang disediakan untuk hal-hal di luar pengeluaran rutin, misalnya saat tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit atau hal lain yang bersifat mendadak dan di luar kebiasaan.
Idealnya, dana darurat yang dibutuhkan adalah 6-10x pengeluaran bulanan. Anda bisa menambahkan jumlahnya jika diperlukan. Ini bisa membantu Anda mengatasi situasi-situasi mendadak yang membutuhkan banyak uang secara cepat.
3. Catat pengeluaran dan pemasukan secara terperinci
Kebutuhan rumah tangga cukup beragam dan banyak. Oleh karena itu, sebaiknya catat secara detail setiap pemasukan dan pengeluaran. Pencatatan keuangan yang rapi tidak hanya membantu Anda mengetahui alokasi keuangan, tetapi juga membantu Anda mengatur bagian tertentu untuk tabungan.
4. Investasi
Untuk mencapai tujuan finansial yang baik, Anda tidak bisa memanfaatkan uang tabungan di bank saja. Coba alokasikan sebagian dana di instrumen investasi seperti saham, reksadana, logam mulia, dan lain-lain.
Sebagai pemula, Anda bisa mencari informasi tentang instrumen investasinya terlebih dahulu. Sesuaikan profil risiko Anda dengan instrumen tersebut agar tidak salah langkah.
5. Beli barang sesuai kebutuhan
Jangan bersikap impulsif saat membeli barang. Anda harus menetapkan prioritas barang yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan. Jangan membeli barang hanya karena ingin karena bisa berakhir mubazir atau tidak terpakai.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Berapa idealnya dana darurat?

Berapa idealnya dana darurat?
Sebesar 6-10x pengeluaran bulanan.
Apa yang dimaksud dengan dana darurat?

Apa yang dimaksud dengan dana darurat?
Dana darurat merupakan dana yang disediakan untuk hal-hal di luar pengeluaran rutin, misalnya saat tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit atau hal lain yang bersifat mendadak dan di luar kebiasaan.
Bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga?

Bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga?
Catat pengeluaran dan pemasukan, beli barang sesuai kebutuhan, investasi, dan masih banyak lagi.
