Cara Menghilangkan Rasa Takut Menurut Islam yang Perlu Dipahami Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Sebagai manusia biasa tentu kita pernah merasa takut akan sesuatu. Meski tidak menyenangkan, perasaan takut dalam diri manusia merupakan hal yang normal asal tidak berlebihan.
Dalam prespektif Islam, ketakutan pada manusia dipandang sebagai adanya kesempitan dalam jiwa. Jika rasa takut terjadi secara terus menerus, kondisi psikis bisa bermasalah hingga akhirnya menyebabkan gangguan kejiwaan.
Namun tidak perlu khawatir, sebab Allah SWT telah mempersiapkan segala kunci permasalahan bagi umatnya. Termasuk untuk menghadapi rasa takut.
Lantas, bagaimana cara menghilangkan rasa takut menurut Islam? Simak ulasannya di bawah ini.
Cara Menghilangkan Rasa Takut Menurut Islam
Menurut Muh. Ramli dalam buku Cara Menikmati Ujian-Nya, Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa takut itu hanya boleh ditunjukkan kepada Allah SWT. Dengan rasa takut itu, seseorang akan selalu meningkatkan ibadah dan berbuat baik kepada sesama.
Walau begitu, tidak menutup kemungkinan jika rasa takut bisa muncul akibat sesuatu yang belum pernah dilihat atau dialami sebelumnya. Misalnya rasa takut yang dialami Rasulullah SAW ketika beliau mendapat wahyu untuk pertama kali.
Dikisahkan dalam riwayat Abu Musa Al- Asy’ari, Rasulullah SAW pernah merasa ketakutan akibat perintah untuk membaca (iqra) dari malaikat Jibril, sebab beliau sama sekali belum pernah mengetahui wujudnya.
Mengetahui dirinya ketakutan, beliau pun akhirnya tersadar bahwa rasa takut hanya boleh diberikan kepada Allah SWT. Kemudian beliau melawan rasa takut tersebut dengan membaca doa berikut ini:
اَللّهُمَّ اِنَّانَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ
Allahumma inna naj'aluka fi nuhurihim wa na'udzubika min syururihim.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan pada orang jahat itu tidak berdaya saat berhadapan dengan kami) dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Baihaqi, dan Hakim dari Abu Musa Al-Asy'ari).
Selain dengan membaca doa di atas, cara menghilangkan rasa takut menurut Islam bisa dengan melakukan beberapa hal yang dituliskan dalam buku Melawan Stres dan Depresi oleh Rezim Aizid berikut ini:
Ciptakan rasa takut hanya kepada Allah SWT
Cara menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT bisa dengan membaca dzikir atau doa, mengerjakan salat, dan menjalankan syariat Islam lainnya. Semakin mengenal kekuasaan dan keperkasaan-Nya, akan semakin besar ketakwaan seorang Muslim.
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT berikut ini: “Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS. Fatir: 28).
Percaya bahwa Allah SWT akan menolong kita
Jika ingin keluar dari gangguan ketakutan, tumbuhkan dalam diri rasa percaya bahwa Allah SWT akan menolong. Sebagaimana ditegaskan dalam Alquran, Allah SWT akan menolong setiap hamba yang percaya dan memohon kepada-Nya.
Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, Allah mendatangkan bantuan seribu Malaikat yang turun berbaris-baris.” (QS. Al Anfal: 9).
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Doa apa yang bisa menghilangkan rasa takut?

Doa apa yang bisa menghilangkan rasa takut?
Doa menghilangkan rasa takut berbunyi: Allahumma inna naj'aluka fi nuhurihim wa na'udzubika min syururihim.
Kepada siapa umat Islam boleh takut?

Kepada siapa umat Islam boleh takut?
Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa takut itu hanya boleh ditunjukkan kepada Allah SWT.
Apakah rasa takut itu wajar?

Apakah rasa takut itu wajar?
Perasaan takut dalam diri manusia merupakan hal yang normal asal tidak berlebihan.
