Konten dari Pengguna

Cara Menghilangkan Sihir yang Ditanam dalam Tanah Menurut Ajaran Rasulullah SAW

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghilangkan sihir. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Cara menghilangkan sihir. Foto: pixabay

Secara bahasa, sihir berasal dari kata “sahara” yang berarti gelap, kelam, dan tipuan. Sedangkan secara istilah, sihir adalah sesuatu yang dibuat dengan menciptakan imajinasi berbeda pada hakikat aslinya.

Sihir erat kaitannya dengan bantuan jin dan setan. Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 102: “Hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia”.

Dikutip dari buku Ath-Thibu An-Nawawi karya Ibnu Qayyim Al-Jauziah, gangguan sihir bisa mengenai siapa saja tanpa terkecuali. Bahkan, Rasulullah SAW pun dulu pernah merasakannya.

Dalam Islam, sihir terdiri dari beberapa macam, salah satunya adalah buhul yang ditanam. Bagaimana cara menghilangkan sihir yang ditanam tersebut? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut.

Cara Menghilangkan Sihir yang Ditanam

Ustadz Faizar dalam Channel YouTube Muhammad Faizar Offcial menjelaskan, cara menghilangkan sihir yang ditanam adalah dengan beristighfar sebanyak mungkin. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya.

Cara menghilangkan sihir. Foto: pixabay

Kala itu, tokoh Yahudi yang berasal dari golongan Bani Zuraiq mengirimkan sihir kepada Rasulullah. Kemudian, Rasulullah pun menderita penyakit sihir selama 40 hari 40 malam.

Saat menyadari ada keanehan di dalam tubuhnya, Rasulullah SAW selalu bermunajat kepada Allah Swt. Beliau meningkatkan iman dan takwanya serta menjadikan sabar sebagai benteng utamanya.

Itu semua dilakukan Rasulullah dalam waktu yang tidak instan. Perlahan tapi pasti, Allah Swt keluarkan dan musnahkan sihir yang menimpa Rasulullah tersebut.

Cara ini berlaku bagi umat Muslim yang sedang terkena sihir. Melalui bantuan Allah, niscaya buhul yang tertanam di dalam tanah akan musnah dengan sendirinya.

Sebagai penyempurna, ada beberapa amal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan gangguan sihir. Dikutip dari buku Doa Ruqyah: Terapi yang Bersumber dari Alquran dan As-Sunnah karya Syaikh Said bin Ali, berikut uraiannya:

Cara menghilangkan sihir. Foto: pixabay
  • Melaksanakan semua kewajiban (fardhu), meninggalkan semua hal yang haram serta bertaubat dari segala perbuatan buruk.

  • Sering membaca Alquran dengan menjadikannya wirid harian.

  • Membentengi diri dengan aneka doa dan taawwudz

  • Membaca ayat kursi setelah sholat, sebelum tidur, dan pada pagi dan petang.

  • Membaca Surat Al-Ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq tiga kali pada pagi dan petang, serta menjelang tidur.

  • Rutin membaca dzikir pagi dan petang, seusai sholat, menjelang tidur, bangun tidur, dan lain sebagainya.

  • Memakan tujuh butir kurma di pagi hari sebelum makan atau minum. Ini sesuai hadits Rasulullah SAW: “Siapa yang memulai pagi hari dengan (memakan) tujuh butir kurma ajwah, niscaya racun dan sihir tidak merugikannya pada hari itu”.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan sihir?

chevron-down

Sihir adalah praktik ghaib menyimpang yang digunakan untuk tujuan tertentu, seperti penangkal dan mencelakai orang lain.

Siapa sajakah yang bisa terkena sihir?

chevron-down

Gangguan sihir bisa mengenai siapa saja tanpa terkecuali. Bahkan, Rasulullah SAW pun dulu pernah merasakannya.

Bagaimana cara menghilangkan sihir?

chevron-down

Beristighfar sebanyak mungkin dan melakukan ruqyah mandiri.