Konten dari Pengguna

Cara Menghitung APGAR Score untuk Bayi Baru Lahir

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi baru lahir bisa dicek kondisi kesehatannya dengan menggunakan metode APGAR score. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir bisa dicek kondisi kesehatannya dengan menggunakan metode APGAR score. Foto: Pexels

Cara menghitung APGAR score perlu diketahui untuk menilai kesehatan bayi baru lahir setelah proses persalinan. APGAR score adalah sebuah metode sederhana untuk menilai secara cepat kondisi kesehatan bayi setelah dilahirkan.

Mengutip laman MedlinePlus, APGAR adalah singkatan dari beberapa kriteria penilaian kesehatan bayi baru lahir, yaitu Activity (aktivitas otot), Pulse (frekuensi denyut jantung), Grimace (respons dan refleks bayi), Appearance (warna kulit bayi), dan Respiration (pernapasan).

Setiap kriteria penilaian tersebut akan mendapatkan skor 0, 1, atau 2, tergantung pada kondisi kesehatan bayi setelah lahir. Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat mengetahui nilai APGAR score pada bayi tersebut. Lantas, bagaimana cara menghitung APGAR score pada bayi?

Cara Menghitung APGAR Score pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi menilai kondisi kesehatan bayi baru lahir dengan APGAR score. Foto: Pexels

Dikutip dari Buku Ajar Keperawatan Maternitas oleh Kartini Massa, dkk., berikut adalah cara menghitung APGAR score normal yang dilakukan pada menit pertama dan menit kelima setelah kelahiran bayi.

1. Memeriksa Appearance (Warna Kulit Bayi)

Langkah pertama adalah memeriksa apearance atau warna kulit pada bagian tubuh bayi serta ektremitas atas dan bawah (anggota gerak untuk tubuh atas dan bawah). Berikut penilaiannya:

  1. Nilai 2 diberikan jika warna kulit seluruh tubuh bayi kemerahan.

  2. Bilai 1 diberikan jika kulit bayi pucat pada bagian ekstremitas.

  3. Nilai 0 diberikan jika kulit bayi pucat pada seluruh badan (biru atau putih semua).

2. Memeriksa Pulse (Denyut Jantung Bayi)

Untuk mengetahui denyut jantung bayi, dapat dilakukan dengan meraba bagian atas dada bayi di bagian apeks dengan dua jari atau menggunakan stetoskop pada dada bayi.

Denyut jantung dihitung dalam 1 menit. Caranya, dihitung selama 15 detik, lalu hasilnya dikalikan 4, sehingga didapat hasil total dalam 60 detik. Berikut penilaiannya:

  1. Nilai 2 diberikan pada bayi dengan jantung yang sehat dan berdenyut di atas 100 kali per menit.

  2. Nilai 1 diberikan pada bayi yang frekuensi denyut jantungnya di bawah 100 kali per menit.

  3. Nilai 0 diberikan jika denyut jantung tidak terdekteksi sama sekali.

3. Memeriksa Grimace (Respons dan Refleks Bayi)

Ilustrasi memeriksa respons dan refleks bayi. Foto: Pexels

Pemeriksaan respons dan refleks bayi dilakukan dengan memasukkan selang suction ke dalam lubang hidung bayi untuk membersihkan saluran napas. Dalam kondisi ini, akan terlihat bagaimana respons dan reaksi bayi. Berikut penilaiannya:

  1. Berikan nilai 2 jika bayi menarik diri, batuk, ataupun bersin saat distimulasi. Ini pertanda responsnya terhadap rangsangan bagus.

  2. Berikan nilai 1 jika bayi hanya meringis ketika distimulasi.

  3. Berikan nilai 0 jika bayi tidak ada respons terhadap stimulasi sama sekali.

4. Memeriksa Activity (Aktivitas Otot)

Aktivitas atau tonus otot dinilai dari gerakan bayi. Berikut penilaiannya:

  1. Berikan nilai 2 jika bayi menggerakkan kedua kakinya secara aktif dan spontan. Ini artinya tonus ototnya bagus.

  2. Berikan nilai 1 jika bayi bergerak, tapi gerakannya lemah dan kurang aktif.

  3. Berikan nilai 0 jika bayi yang lahir dalam keadaan lunglai atau tidak menunjukkan gerakan sama sekali.

5. Memeriksa Respiration (Pernapasan)

Kemampuan bayi bernapas dinilai dengan mendengarkan tangis bayi. Jika ia menangis dengan kuat begitu lahir, itu tandanya paru-paru bayi telah matang dan mampu beradaptasi. Berikut penilaiannya:

  1. Nilai 2 diberikan jika bayi menangis dengan kuat dan mampu bernapas secara normal.

  2. Nilai 1 diberikan jika bayi menangis lemah dan pernapasannya tidak teratur.

  3. Nilai 0 diberikan jika bayi tidak bernapas. Ini merupakan kondisi serius yang memerlukan tindakan medis segera.

6. Perhitungan APGAR Score

Setelah menilai masing-masing kriteria di atas, perolehan nilai dijumlahkan untuk menghasilkan skor total antara 0 hingga 10. Total APGAR score menunjukkan kesehatan bayi setelah lahir. Semakin tinggi skornya, maka semakin baik kondisi bayi.

Skor total juga untuk menilai apakah bayi mengalami asfiksia atau tidak. Asfiksia adalah masalah pernapasan yang disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen di dalam tubuh.

Kriteria keberhasilan APGAR score adalah sebagai berikut:

  1. Hasil skor 7-10 pada menit pertama menunjukkan bahwa bayi berada dalam kondisi sehat atau dinyatakan bayi normal.

  2. Hasil skor 4-6 dinyatakan bayi mengalami asfiksia ringan-sedang. Sehingga, bayi memerlukan pembersihan jalan napas dengan resusitasi dan pemberian oksigen tambahan sampai bayi dapat bernapas normal.

  3. Hasil skor 0-3 dinyatakan bayi asfiksia berat, memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian oksigen secara terkendali.

Penting untuk diingat bahwa cara menghitung APGAR score di atas dilakukan pada menit pertama dan menit kelima setelah bayi lahir. Jika skor masih di bawah 7 pada menit kelima, evaluasi dapat dilanjutkan setiap 5 menit selama 20 menit pertama kelahiran bayi.

(SFR)