Cara Menghitung Biaya Listrik Secara Manual dan Otomatis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengguna listrik pascabayar sebaiknya memahami cara menghitung biaya listrik yang benar. Apalagi di tengah kondisi pandemi sekarang ini yang mengharuskan seluruh kegiatan dijalankan di rumah.
Dengan mengetahui perhitungan biaya listrik, Anda dapat menakar dan menghemat penggunaan listrik sehari-hari. Tujuannya agar tagihan listrik bulanan yang membengkak dapat dihindari.
Terdapat dua cara menghitung biaya listrik, bisa dengan cara manual dan otomatis. Cara manual mengharuskan Anda untuk melakukan perhitungan rumus, sedangkan cara otomatis dapat dilakukan melalui website.
Agar tidak bingung, simak cara menghitung biaya listrik di bawah ini!
Cara Menghitung Biaya Listrik
1. Manual
a. Menghitung Tarif Listrik
Untuk menghitung biaya listrik secara manual, Anda harus mengetahui tarif golongan listrik yang digunakan di rumah. Tarif ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu 900 VA, 2.200 VA, dan 6.000 VA.
Ketiga tingkat dan daya listrik ini memiliki tarif yang berbeda. Golongan 900 VA dikenakan biaya Rp1.352,00 per kWh. Kemudian golongan 1.300 VA hingga 6.600 VA ke atas dikenakan biaya Rp1.444,70 per kWh.
b. Mencatat dan Mengetahui Daya Barang Elektronik
Setelah memahami golongan listrik, Anda dapat mencatat peralatan di rumah yang membutuhkan listrik. Misalnya, 1 buah AC memiliki 900 watt, 1 buah kulkas mempunyai 300 watt, 5 lampu memiliki daya listrik masing-masing 12 watt, dan sebagainya.
Apabila sudah, Anda dapat menentukan daya masing-masing barang elektronik. Untuk menentukannya, Anda perlu mengetahui jumlah watt barang dan jangka waktu pemakaian barang tersebut.
Sebagai contoh:
Mesin cuci 450 watt digunakan selama satu jam sehari. Dayanya adalah 450 x 1= 450 watt jam.
AC 500 watt digunakan selama 9 jam sehari. Maka dayanya adalah 500 x 9= 4.500 watt jam.
5 lampu 15 watt menyala selama 9 jam. Dayanya adalah 5 x 15 x 9 = 675 watt jam.
c. Menghitung Biaya Listrik Selama Sebulan
Sebelum menghitung biaya listrik per bulan, Anda dapat menghitung biaya listrik per hari terlebih dulu. Misalnya, 450 + 4500 + 675 = 5.625 watt jam. Ubah satuan watt jam menjadi kilowatt jam alias kWh dengan cara berikut:
5.625 watt/1.000 = 5,625 kWh.
Selanjutnya, kalikan hasil perhitungan dengan tarif per golongan. Sebagai contoh, golongan daya listrik adalah 900 VA dengan tarif Rp 1.352,00 per kWh.
5,625 x 1.352= Rp 7.605
Maka, biaya listrik per bulan adalah sebagai berikut:
Rp 7.605,25 x 30 hari= Rp 228.150
2. Otomatis
Biaya listrik dapat dihitung secara otomatis melalui situs resmi PLN, yakni https://web.pln.co.id/pelanggan/layanan-online/simulasi-tagihan/simulasi-rekening-pascabayar.
Melalui situs tersebut, Anda bisa melihat perkiraan tagihan listrik per bulan. Berikut langkah-langkah menghitung biaya listrik lewat situs PLN:
Kunjungi situs resmi PLN di alamat web.pln.co.id/pelanggan/layanan-online/simulasi-tagihan/simulasi-rekening-pascabayar.
Lengkapi semua data dengan benar.
Selanjutnya, klik menu “Hitung”.
Nantinya, hasil perhitungan dan detail biaya akan muncul di layar.
(GTT)
