Cara Menghitung Kompresi Motor dengan Metode Buret

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasio kompresi motor penting untuk membantu pengendara memilih bahan bakar yang tepat bagi sepeda motornya. Sebenarnya tidak hanya untuk motor, tetapi juga untuk mobil, diesel, bahkan pesawat.
Kompresi berkaitan erat dengan pembentukan tenaga pada mesin. Dengan demikian, kompresi mesin tidak lepas dari ilmu fisika dan kimia.
Cara menghitung kompresi motor dapat dilakukan dengan metode yang tidak begitu sulit untuk dipelajari. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Pengertian Kompresi Motor
Kompresi adalah proses ketika suatu zat atau benda mengalami pemampatan atau penekanan. Dalam konteks mesin motor, kompresi berarti memampatkan udara yang ada di dalam silinder mesin sebelum menyalanya busi.
Kompresi berfungsi menciptakan tekanan dan temperatur gas yang tinggi di dalam silinder, sehingga dapat menggerakkan mesin. Oleh karena itu, kompresi termasuk komponen vital pada motor.
Mesin dengan kompresi yang rendah cenderung mengalami lebih banyak tekanan dan keausan pada komponen internalnya. Begitupun sebaliknya, mesin dengan kompresi tinggi cenderung lebih tahan lama dan tidak butuh banyak perawatan.
Baca Juga: Cara Menghitung Kecepatan Benda dan Contohnya
Cara Menghitung Kompresi Motor
Secara umum, menghitung kompresi motor bisa dilakukan dengan menggunakan metode buret. Metode ini melibatkan tabung kaca yang memiliki garis ukur dan sumbat keran untuk meneteskan cairan di bawahnya. Cairan yang digunakan bisa campuran dari bensin dan oli.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan piston berada dalam posisi TMA (Titik Mati Atas). Setelah itu, ikuti langkah-langkah berikut:
Buka kepala silinder di pacuan.
Pastikan piston berada di posisi puncak.
Lapisi bagian celah piston dengan grease. Ini dilakukan agar cairan buret tetap berada di ruang bakar, tidak tembus atau mengalir ke crankcase.
Pastikan pula bagian klep dilapisi menggunakan grease.
Jika sudah, pasang kembali kepala silinder seperti keadaan semula.
Alirkan atau teteskan cairan yang ada di dalam buret melalui derat lubang busi di kepala silinder.
Hitung berapa cc volume cairan yang terpakai untuk mengisi ruang bakar. Setelah itu, cairan tersebut dikurangi volume di derat busi. Perlu dicatat bahwa volume derat busi tergantung tipe busi. Busi derat pendek biasanya memiliki volume sekitar 0,6 cc. Sementara busi derat panjang sekitar 0,8 cc.
Tambahkan hasil yang didapatkan dengan kapasitas mesin.
Hasil tersebut dibagi lagi dengan volume cairan.
Seluruh langkah perhitungan di atas dapat disederhanakan ke dalam rumus berikut.
A – B + C/B = D
Keterangan:
A = volume cairan terpakai
B = volume derat busi
C = volume silinder
D = rasio kompresi
Jika diaplikasikan dalam contoh soal, kurang lebih seperti berikut. Misalnya, diketahui:
A = 15 cc
B = 0,6 cc
C = 150 cc
Untuk mendapatkan rasio kompresi, gunakan rumus di atas.
A – B + C/B = D
15 – 0,6 + 150/0,6 = 11,41
Jadi, rasio kompresinya adalah 11,4 : 1.
(DEL)
