Cara Menghitung Resistor 5 Warna dan Rumusnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung resistor 5 warna adalah salah satu hal penting dalam elektronika. Hal ini berkaitan dengan arus dan tegangan listrik. Resistor adalah komponen dalam bidang elektronika yang berperan dalam meredam aliran arus listrik.
Dikutip dari buku Pembelajaran Listrik dan Magnet karya Saminan dan Kamarullah (2017), resistor tergolong sebagai komponen pasif karena tidak memerlukan aliran arus listrik untuk beroperasi.
Resistor umumnya terbuat dari bahan seperti karbon atau keramik dan memiliki bentuk silinder. Ukuran diameter silinder resistor meningkat seiring dengan kapasitasnya yang lebih besar.
Mengenal Resistor 5 Warna
Resistor terdiri dari elemen resistif berbentuk silinder dengan kawat atau penutup logam di kedua ujungnya. Dirangkum dari buku IPA Terpadu 3A oleh Mikrajuddin dkk (2008), tubuh resistor dilapisi dengan lapisan cat atau plastik sebagai pelindung.
Ciri utama dari resistor terletak pada resistansi dan kapasitas daya listrik yang dapat dikonduksi. Sifat-sifat lainnya meliputi koefisien suhu, tingkat gangguan listrik (noise), dan induktansi.
Resistor yang lebih lama memiliki tubuh yang tidak terlindungi secara isolasi, di mana kawat penghubung dilitkan sekitar ujung elemen resistif dan kemudian dihubungkan melalui soldering. Resistor yang telah selesai diproduksi diidentifikasi dengan kode warna sesuai dengan nilai resistansinya.
Terdapat bermacam jenis warna resistor. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang resistor yang memiliki lima pita sebagai metode identifikasi. Masing-masing warna atau pita memiliki maknanya tersendiri. Warna ini juga disebut dengan cincin, pita, atau gelang.
Berikut adalah standar kode resistor 5 warna:
Pita pertama: Mewakili digit pertama.
Pita kedua: Mewakili digit kedua.
Pita ketiga: Menunjukkan faktor pengali atau pangkat 10 untuk mengkalikan dua digit pertama.
Pita keempat: Menunjukkan toleransi atau margin kesalahan (margin of error) dalam nilai resistansi.
Pita kelima: Menunjukkan koefisien suhu atau perubahan nilai resistansi dengan perubahan suhu.
Baca juga: Pengertian Konveksi dalam Ilmu Sains, Lengkap dengan Contohnya
Cara Menghitung Resistor 5 Warna
Setelah mengetahui apa makna dari warna-warna di resistor, di bawah ini adalah cara menghitung resistor 5 warna:
Masukkan angka dari kode warna pita pertama.
Masukkan angka dari kode warna pita kedua.
Masukkan angka dari kode warna pita ketiga atau pengali.
Masukkan jumlah nol dari kode warna pita keempat. Bisa juga dengan pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n) untuk menunjukkan toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh:
Sebuah resistor 5 warna meliputi warna-warna berikut: cokelat (digit pertama), hitam (digit kedua), merah (faktor pengali 100), emas (toleransi ±5%), dan tidak ada pita kelima.
Pita kelima atau koefisien suhu bersifat sebagai informasi tambahan yang jarang digunakan saat menghitung nilai resistansi dasar.
Digit pertama adalah 1 (cokelat) dan digit kedua adalah 0 (hitam).
Faktor pengali adalah 100 (merah).
Hitung nilai resistansi: 10 x 100 = 1000 ohm atau 1 kilo ohm.
Toleransi adalah ±5% (emas).
Jadi, nilai resistansi resistor tersebut adalah 1 kilo ohm dengan toleransi ±5%.
(TAR)
Baca juga: Pengertian Indeks dalam Berbagai Disiplin Ilmu
