Cara Menghitung Skor TOEFL Berdasarkan Jenis Tesnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah ujian standar yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang bukan penutur asli. Tes ini sering dijadikan syarat untuk kelulusan, beasiswa, serta keperluan akademik dan profesional lainnya.
Setiap jenis tes memiliki sistem peniliaan yang berbeda. Namun, perhitungan sama-sama dilihat dari skor setiap bagian tesnya, baik itu tes membaca, mendengarkan, dan tes lain. Simak informasi terkait cara menghitung skor TOEFL lebih lanjut dalam penjelasan berikut ini!
Cara Menghitung Skor TOEFL
Tes TOEFL secara umum terdiri dari beberapa bagian, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression (penguasaan tata bahasa), Reading Comprehension (keahlian membaca), dan Test of Written English (keahlian menulis).
Institusi resmi penyelenggara tes TOEFL memiliki standar tingkat skor TOEFL. Skor ini biasanya dibutuhkan dalam persyaratan dokumen di suatu lembaga atau instansi tertentu saat hendak mendaftar sesuatu. Tingkatan atau level skornya terbagi menjadi empat kategori, yaitu:
310 - 42: Tingkat dasar (elementary)
420 - 480: Tingkat menengah bawah (low intermediate)
480 - 520: Tingkat menengah atas (high intermediate)
525 - 677: Tingkat mahir (advance)
Skor tersebut menunjukkan tingkat kemampuan bahasa Inggris setiap peserta tes. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung nilai TOEFL tersebut, berikut perhitunganya:
1. TOEFL PBT (Paper-Based Test)
TOEFL PBT (Paper-Based Test) memiliki sistem penilaian menggunakan tabel konversi untuk menghitung jumlah jawaban benar. TOEFL PBT sendiri memiliki rentang skor 310 - 667.
Setiap bagian TOEFL ITP dinilai secara terpisah. Proses perhitungannya terdiri dari:
Lakukan konversi nilai setiap bagian tes.
Kemudian, jumlahkan keseluruhan skor dari seluruh bagian tersebut.
Nilai dikali 3, lalu dibagi 10 untuk mendapatkan hasil akhir.
2. TOEFL CBT (Computer-Based Test)
TOEFL CBT adalah tes berbasis komputer yang mencakup listening, reading, writing, dan grammar. Skor TOEFL CBT berkisar antara 0 hingga 300. Cara menghitung skor TOEFL CBT, yakni:
Menjumlahkan semua jawaban benar di seluruh sesi tes.
Membagi total jawaban benar dengan 3.
Kemudian, hasil pembagian tersebut dikalikan 10 untuk mendapatkan skor akhir.
3. TOEFL IBT (Internet-Based Test)
TOEFL IBT dilakukan secara daring dengan menguji empat keterampilan utama, yaitu tes membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Skor setiap bagian berkisar antara 0 hingga 30, dengan total skor maksimal 120.
Skor akhir TOEFL IBT diperoleh dengan menjumlahkan nilai dari semua sesi, tanpa rumus pembagian dan perkalian.
Baca juga: 5 Perbedaan IELTS dan TOEFL beserta Penjelasannya
Contoh Perhitungan Skor TOEFL
Dikutip dari laman TITC Indonesia, TOEFL ITP dan PBT memiliki sistem penilaian yang sama. Hal yang membedakan dari keduanya hanya metode tesnya saja.
TOEFL ITP dapat dikerjakan secara daring, sedangkan PBT hanya tersedia dalam bentuk paper based. Karena itulah, tidak ada perbedaan penilaian di antara kedua tes tersebut. Berikut contoh penilaian hasil skor TOEFL ITP dan PBT:
Jawaban benar Listening Comprehension: 37 = Konversi: 55
Jawaban benar Structure and Written Expression: 35 = konversi: 60
Jawaban benar Reading Comprehension: 31 = 48
Setelah mengetahui konversi nilai setiap bagian, langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan total nilai.
Jumlahkan nilai tersebut (55 + 60 + 48 = 163
Hasil dikalikan (10: 149 x 10 = 1.630).
Kemudian, gasil perkalian dibagi (1630 : 3 = 543,333).
Total skor yang didapatkan berdasarkan perhitungan di atas adalah 543,3. Artinya, kemampuan TOEFL masuk pada level mahir (advance).
Dengan mengetahui sistem penilaian ini, peserta tes dapat memperkirakan skor TOEFL yang akan didapatkan dan menentukan strategi belajar yang lebih efektif.
(SLT)
