Konten dari Pengguna

Cara Mengobati Ayam Lesu dan Ngantuk Sesuai Jenis Penyakitnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengobati ayam lesu dan ngantuk (Pexels).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengobati ayam lesu dan ngantuk (Pexels).

Cara mengobati ayam lesu dan ngantuk tak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, kondisi tersebut merupakan gejala yang ditemukan pada berbagai jenis penyakit.

Sebagaimana disampaikan oleh Prof Dr. Ir. Iman Rahayu HS., M.S., I dkk. dalam buku Panduan Lengkap Ayam, penyakit yang sering menyerang ayam bisa disebabkan karena beberapa hal.

Ada yang disebabkan karena virus, bakteri, protozoa, parasit, jamur, defisiensi zat makanan tertentu, dan lainnya. Artinya, setiap penyakit memiliki penanganan yang berbeda dan harus ditangani dengan serius agar ayam bisa berproduksi secara optimal.

Apa saja jenis penyakit yang menyerang ayam dengan gejala-gejala tersebut dan bagaimana cara mengobatinya? Berikut informasinya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ayam? Ini Jawabannya

3 Jenis Penyakit yang Menyerang Ayam dan Cara Menanganinya

Ilustrasi cara mengobati ayam lesu dan ngantuk (Pexels).

Dari sekian banyak penyakit yang seringkali menyerang, tiga di antaranya punya gejala ayam tampak lesu dan ngantuk. Apa saja?

1. Gumboro

Gumboro adalah penyakit berbahaya yang menyerang ayam. Penyakit ini disebabkan virus gumboro yang masuk dalam golongan reovirus.

Iman dalam buku yang sama menyebutkan, gumboro menyerang sistem kekebalan tubuh, tepatnya sel bursa fabricii yang punya peran penting dalam pembentukan antibodi. Penyakit ini biasanya menyerang anak ayam di bawah 12 minggu.

Pada anak ayam berusia 1-12 hari, gejalanya tidak tampak nyata. Namun, ada kerusakan dan pembinasaan sel B pada bursa fabricii yang membuat mereka tak mampu memproduksi antibodi.

Alhasil, anak ayam tersebut tak memiliki kekebalan terhadap infeksi beberapa penyakit menular seperti ND dan IB. Akibatnya, terjadi kegagalan vaksinasi untuk menghasilkan antibodi.

Sedangkan pada anak ayam berusia 3-6 minggu, gejala yang tampak di antaranya lesu dan ngantuk, bulunya mengerut dan bulu di sekitar dubur kotor, kotorannya encer berlendir dan berwarna keputih-putihan. Tubuh mereka pun menjadi kering karena dehidrasi.

Ayam juga jadi suka mematuk duburnya sendiri dan meletakkan paruhnya di lantai saat tidur. Penyakit ini cukup berbahaya karena angka kematiannya mencapai 31%.

Sayangnya, belum ada obat yang tepat untuk menyembuhkannya. Namun untuk mengurangi dehidrasi parah, Anda bisa memberikannya air minum yang telah dicampur molase sebanyak 10%.

2. Coccidiosis

Coccidiosis dikenal juga dengan penyakit berak darah. Ir. Bambang Cahyono dalam buku Ayam Buras Pedaging menyebut bahwa penyakit ini disebabkan oleh masuknya makanan/minuman yang tercemar protozoa Eimeria sp. ke dalam tubuh ayam.

Hal itu bisa terjadi karena kandang yang kurang bersih atau kurang terjaganya kebersihan peralatan, pakan, dan air minum ayam. Gejala yang tampak selain lesu dan ngantuk adalah menurunnya nafsu makan, sayap terkulai, dan bulu tampak kusam.

Ayam juga akan tampak menggigil kedinginan dan ototnya gemetar. Kotoran mereka juga cenderung berdarah berwarna cokelat kemerahan, encer, dan berlendir.

Meski seringkali ditemukan pada anak ayam di bawah usia delapan minggu, penyakit ini sebenarnya bisa menyerang ayam di segala tingkat umur.

Ada banyak obat yang bisa digunakan untuk mengatasinya. Salah satunya menggunakan pengobatan herbal dengan infus rimpang jahe merah sebanyak 1 persen.

Untuk membuatnya, siapkan beberapa rimpang jahe merah, lalu sayat tipis-tipis. Keringkan hasil sayatan menggunakan oven bersuhu 37° C atau jemur di bawah sinar matahari selama 48 jam.

Setelah itu, giling sampai halus dan menjadi serbuk serta campurkan 1 gr serbuk hasil gilingan dan 1 ml air dan aduk. Ramuan tersebut bisa diberikan lewat mata, hidung, atau injeksi. Khasiatnya adalah memberikan kekebalan tubuh pada ayam.

Ilustrasi cara mengobati ayam lesu dan ngantuk (Pexels).

3. Tetelo

Penyakit yang cukup berbahaya ini juga bisa menyerang ayam di semua tingkat umur. Dampaknya dapat menyebabkan kelumpuhan, bahkan angka kematiannya mencapai 80-100 persen.

Tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Tortor turens. Gejalanya selain tampak lesu dan ngantuk, ayam jadi sulit bernapas, batuk-batuk, bersin, dan ngorok.

Gejala lainnya, ayam jadi tidak aktif dan sayapnya terkulai ke bawah. Kotoran mereka pun menjadi encer, berwarna kehijau-hijauan, dan kadang-kadang disertai darah.

Namun dari seluruh gejala tersebut, tortikolis atau kepala berputar tak menentu menjadi gejala yang paling spesifik dari penyakit ini.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada pengobatan tepat untuk bisa mengatasi penyakit tersebut. Sehingga, disarankan untuk segera memusnahkan ayam yang terserang tetelo dengan cara memotong, mengubur, atau membakarnya.

Meski begitu, penyakit ini bisa dicegah dengan beberapa cara. Pertama, taburi kandang dengan kapur sebelum digunakan. Kedua, gunakanlah DOC yang berasal dari daerah bebas tetelo. Ketiga, suntik anak ayam yang berumur 1-7 hari dengan vaksin NCD aktif strain komoro dan ulangi setiap 4-5 bulan sekali.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengobati Ayam Ngorok

Frequently Asked Question Section

Apa penyebab penyakit Tetelo pada ayam?
chevron-down

Virus Tortor turens.

Apa gejala lain penyakit Coccidiosis pada ayam selain lesu dan ngantuk?
chevron-down

Gejala lainnya yaitu nafsu makan menurun, sayap terkulai, bulu tampak kusam, menggigil kedinginan, dan otot gemetar. Kotoran ayam juga cenderung berdarah, berwarna cokelat kemerahan, encer, dan berlendir.

Kapan sebaiknya vaksin NCD aktif strain komoro diberikan pada ayam?
chevron-down

Saat ayam berusia 1-7 hari dan lakukan kembali setiap 4-5 bulan sekali.

(NSA)