Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi Berdasarkan Usianya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain mengukur tinggi dan berat badan, dokter biasanya akan mengukur lingkar kepala bayi saat melakukan pemeriksaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui lingkar kepala anak apakah berada dalam batas yang normal atau tidak.
Berdasarkan situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), umumnya ukuran lingkar kepala saat lahir sampai usia 2 tahun berkisar 35-49 cm. Sedangkan untuk ukuran rata-rata ubun-ubun besar saat lahir adalah 2,1 cm dan akan terus bertambah kecil seiring bertambahnya usia.
Karena itu, pemantauan lingkar kepala ini sebaiknya dilakukan secara rutin sampai usia 2 tahun, Hal ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan perkembangan otak yang hanya dapat diketahui dengan melihat ukuran lingar kepala.
Penambahan ukuran lingkar kepala bayi tidak akan secepat bertambahnya tinggi dan berat badan. Karenanya, orang tua perlu waspada jika lingkar kepala si kecil tumbuh terlalu cepat. Sebab, hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan seperti penumpukan cairan otak (hidrosefalus).
Dalam praktiknya, dokter biasanya akan menggunakan grafik pertumbuhan sesuai sia si bayi. Untuk usia 0-2 tahun, dokter akan menggunakan grafik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Setelah berusia dua tahun, dokter umumnya akan mengacu pada grafik pertumbuhan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Untuk mengetahui cara mengukur lingkar kepala bayi, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Cara Mengukur Lingkar Kepala
Mengutip buku Edukasi Gizi, Tumbuh Kembang, Pijat Anak terbitan STRADA Press, jadwal pengukuran lingkar kepala disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak berusia 0-11 bulan, pengukurannya dilakukan setiap 3 bulan dan setiap 6 bulan untuk anak berusia 12-72 bulan.
Tahapan cara mengukur lingkar kepala pada bayi adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan Alat
Handsanitizer atau sabun dengan air yang mengalir.
Alat ukur medline.
Pena dan buku KIA atau lembar observasi grafik lingkar kepala.
Sarung tangan dan masker.
2. Mengukur Lingkaran Kepala
Lingkarkan pengukur kepala melewati dahi, menutupi alis mata, di atas kedua telinga dan bagian belakang kepala yang menonjol, lalu tarik agak kencang.
Baca angka pada pertemuan dengan angka 0.
Tanyakan tanggal lahir bayi/anak, lalu hitung usia bayi/anak tersebut.
Hasil pengukuran dihitung pada grafik lingkar kepala menurut umur dan jenis kelamin anak.
Buat garis yang menghubungkan antara pengukuran yang lalu dengan yang sekarang.
3. Interpretasi
Jika ukuran lingkaran kepala anak berada di dalam “jalur hijau”, maka lingkaran kepala anak normal.
Jika ukuran lingkaran kepala anak berada di luar “jalur hijau”, maka lingkaran kepala anak tidak normal.
Lingkaran kepala anak tidak normal ada 2 (dua) macam, yaitu makrosefal jika ploting berada di atas “jalur hijau” dan mikrosefali jika ploting berada di bawah “jalur hijau”.
Lingkar kepala di atas (>2SD) disebut dengan makrosefal yang menandakan adanya hidrosefalus (penumpukan cairan otak) yang dapat disebabkan oleh malformasi struktur otak, radang otak, tumor otak, atau kelainan metabolisme bawaan.
Lingkar kepala di bawah (<2SD) disebut mikrosefali yang dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol/obat, infeksi tetanus, rubella, cytomegalovirus, dan herpes (TORCH).
(IMR)
