Cara Mengumpulkan Dana Darurat agar Keuangan Lebih Aman

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat mengatur keuangan pribadi, Anda perlu menyisihkan uang untuk dana darurat. Dana ini diisi oleh sejumlah uang yang disiapkan khusus untuk kebutuhan mendesak, seperti biaya pengobatan, perbaikan rumah, atau kerusakan kendaraan.
Lewat dana darurat, Anda dapat memenuhi kebutuhan mendesak tanpa harus mengambil uang tabungan ataupun merusak anggaran keuangan. Dana ini berperan sebagai penyangga yang menjaga stabilitas keuangan di tengah ketidakpastian.
Itu mengapa, penting bagi Anda menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat. Lantas, bagaimana cara mengumpulkan dana darurat? Yuk, simak tipsnya lewat artikel berikut ini.
Cara Mengumpulkan Dana Darurat
Sebelum membahas cara mengumpulkan dana darurat, sebaiknya ketahui besaran dana yang ideal untuk disisihkan terlebih dahulu. Mengutip buku Cara Cepat Lunas Hutang oleh Budi Sulistyo Aji, bagi karyawan dengan penghasilan tetap, disarankan untuk menyisihkan dana darurat 3-6 kali dari total pengeluaran bulanan.
Sementara bagi pekerja lepas dan wirausahawan yang memiliki penghasilan tidak menentu, disarankan untuk mengumpulkan dana darurat sebesar 6-12 kali dari total pengeluaran bulanan.
Sebaiknya, Anda mulai mengumpulkan dana darurat sesegera mungkin agar lebih siap menghadapi berbagai situasi tak terduga. Dihimpun dari buku Manajemen Keuangan : Teori dan Praktik dalam Mencapai Financial Freedom oleh Angguliyah Rizqi Amaliyah, dkk., berikut cara mengumpulkan dana darurat:
1. Buat Anggaran Keuangan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat anggaran keuangan secara jelas dan terperinci. Identifikasi setiap pengeluaran tetap dan variabelnya untuk mengetahui berapa banyak penghasilan yang bisa disisihkan setiap bulan sebagai dana darurat.
2. Tetapkan Jumlah Dana Darurat
Setelah itu, tentukan jumlah dana darurat yang dibutuhkan. Jika Anda berstatus sebagai karyawan berpenghasilan tetap dan memiliki pengeluaran bulanan sebesar Rp 3 juta, maka dana darurat yang perlu disisihkan minimal Rp 9 juta sampai Rp 18 juta.
3. Jadwalkan Penyetoran Dana
Agar dana darurat cepat terkumpul, Anda perlu menabung secara konsisten. Buat jadwal rutin untuk penyetoran dana darurat setiap bulan. Dengan begitu, proses menabung jadi lebih disiplin dan terarah.
4. Pilih Tempat untuk Menyimpan Uang
Pilih tempat penyimpanan yang aman dan mudah diakses. Anda bisa membuka rekening khusus atau menggunakan instrumen keuangan yang likuid. Sebaiknya hindari menyimpan dana darurat di saham atau instrumen berisiko tinggi yang membutuhkan waktu pencairan lama.
5. Tinjau Ulang
Meskipun dana darurat telah terkumpul, penting untuk meninjau kembali saldo dan kebutuhannya secara berkala. Sebab, kebutuhan hidup bisa berubah, sehingga jumlah dana darurat pun perlu disesuaikan agar tetap relevan.
Baca Juga: Menabung Berapa Persen dari Gaji Bulanan? Inilah Penjelasannya
(NSF)
