Cara Mengutip Buku, Jurnal, dan Internet yang Benar untuk Tugas Akhir

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat menyusun tugas akhir, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menyajikan hasil studi yang memuaskan, tetapi juga tahu cara mengutip sumber. Sitasi menunjukkan bahwa bagian-bagian tertentu dari tulisan bersumber pada penulis lain yang mempunyai dasar ilmiah cukup kuat dan memadai.
Mengutip buku Mudah Membuat Referensi & Bibliografi oleh Rudy Agung Nugroho (2015), tujuan menulis kutipan adalah untuk memberikan pengakuan karya cipta kepada penulis yang dirujuk, menghindari plagiarisme, dan memberi kesempatan pada pembaca untuk menemukan kembali sumber informasi.
Jenis Kutipan
Fungsi kutipan dalam karya ilmiah adalah untuk memperkuat argumen yang dikemukakan, sebagai landasan teori, dan penjelasan atas suatu uraian. Terdapat dua cara untuk mengutip pustaka, yaitu:
Kutipan Langsung
Kutipan langsung artinya penulis mengutip kalimat sama persis dengan aslinya. Kalimat tersebut harus diletakkan di antara dua tanda petik atau quote. Ini penting, karena jika Anda lupa menggunakan tanda petik, hal tersebut dinilai sebagai plagiarisme.
Sebutkan pula sumber asli (nama belakang pengarang, tahun) disertai dengan informasi mengenai halaman (buku dan artikel) atau nomor paragraf (untuk sumber dari internet).
Kutipan Tidak Langsung
Jika menggunakan cara ini, Anda menulis kembali kalimat atau paragraf dengan gaya bahasa sendiri. Anda tidak perlu menggunakan tanda petik, namun dituntut untuk memahami gagasan si penulis asli guna menghindari salah tafsir. Agar lebih paham, perhatikan contoh parafrase berikut:
Sumber asli: Penularannya dapat terjadi melalui kontak antar manusia atau jika makanan dan minuman yang dikonsumsi terkontaminasi dikarenakan penanganan yang tidak bersih.
Hasil parafrase: Ada dua cara penularan yaitu: kontak antar manusia dan kontaminasi makanan yang dikonsumsi akibat tidak terjaganya kebersihan.
Cara Mengutip Buku dan Jurnal yang Benar
Pengutipan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, melainkan harus memperhatikan kaidah tertentu. Perhatikan petunjuk berikut ini yang dikutip dari Merangkum dan Mengutip Dalam Penulisan Karya Ilmiah oleh Kastam Syamsi:
Kutipan Langsung Kurang dari Empat Baris
Kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan ke dalam teks, diawali dan diakhiri dengan tanda petik (“), dan sumber rujukan ditulis langsung sebelum atau sesudah teks kutipan.
Contoh
Di lain bagian, Nunan (1992: 80) menyatakan bahwa “while internal validity is important, external validity may be irrelevant.”
...lain pihak, tidak disangsikan bahwa “while internal validity is important, external validity may be irrelevant” (Nunan, 1992: 80).
Kutipan Langsung Lebih dari Empat Baris
Kutipan yang terdiri dari empat baris atau lebih diketik satu spasi. Kutipan menjorok ke dalam atau tujuh ketukan dari batas tepi kiri. Sumber rujukannya ditulis langsung sebelum teks kutipan.
Jika penulis ingin menghilangkan beberapa bagian kalimat, maka pada bagian tersebut diberi titik sebanyak tiga buah (…). Namun jika ingin menghilangkan satu kalimat atau lebih, maka pada bagian yang dihilangkan diganti dengan titik-titik sepanjang satu baris.
Purwaka, dkk. (1990: 33) menyatakan bahwa GT adalah
... wewatakan kang gampang nggugu lan mituhu marang gunem utawa dedongengan kang pancene mono ora perlu digugu utawa pinotuhu (sic!). ........................................................................................................................ Gugon tuhon iku dening wong kang gugon tuhonan dianggep nduweni daya, menawa nganti ora digugu ... bakal nandhang ora kepenak uripe.
Menulis Kutipan Tidak Langsung
Sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan. Jika ditulis sebelum teks kutipan, nama akhir penulis masuk ke dalam teks, diikuti dengan tahun terbit yang terletak dalam kurung. Jika ditulis sesudah teks kutipan, rujukan ditulis dalam kurung, terdiri dari nama akhir, titik dua sebagai pemisah, dan tahun terbitan.
Menurut Nunan (1992), penelitian studi kasus sering mengalami kesukaran dalam hal validitas eksternal; hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan kepada ...
Hal lain yang menyebabkan kelemahan studi kasus adalah bahwa penelitian jenis ini sering mengalami kesukaran dalam hal validitas eksternal; hasil penelitian itu tidak dapat digeneralisasikan kepada populasi yang .... (Nunan: 1992).
Kutipan dalam Kutipan
Ketika menyusun tulisan, terkadang penulis yang Anda rujuk ternyata juga mengutip sumber lain. Memang lebih baik jika Anda dapat menggunakan sumber pertama. Namun apabila sukar menemukannya, contoh cara mengutipnya yaitu: (Patton, dalam Sutopo, 2002: 78).
Kutipan dari Sumber Elektronik
Sumber elektronik biasanya tidak memiliki nomor halaman. Untuk mengutip, gunakan nomor paragraf dengan diawali singkatan “para.” Contohnya:
Jones dan McGinn (2007) percaya bahwa “eksistensi makhluk ekstraterestrial dapat dimungkinkan karena luasnya alam semesta” (para. 4).
Itulah sejumlah cara mengutip sumber pustaka untuk keperluan tugas akhir. Semoga bermanfaat.
Frequently Asked Question Section
Tujuan Menulis Kutipan dalam Karya Ilmiah

Tujuan Menulis Kutipan dalam Karya Ilmiah
Memberikan pengakuan karya cipta kepada penulis yang dirujuk, menghindari plagiarisme, menunjukkan kemampuan penulis dalam melakukan penelusuran secara luas untuk karya ilmiahnya, dan memberi kesempatan pada pembaca untuk menemukan kembali sumber informasi.
Fungsi Kutipan dalam Karya Ilmiah

Fungsi Kutipan dalam Karya Ilmiah
Memperkuat pendapat atau ide yang dikemukakan, sebagai landasan teori, dan penjelasan atas suatu uraian.
Pengertian Kutipan Tidak Langsung

Pengertian Kutipan Tidak Langsung
Kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya, ditulis secara parafrase namun tidak mengubah makna.
