Cara Meningkatkan Iman Kepada Allah dengan Memahami Sifat-sifat-Nya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam mengenal rukun iman sebagai pondasi utama bagi seorang Muslim dalam memeluk agama Islam. Rukun iman terdiri dari enam pokok keyakinan yakni iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada Nabi dan Rasul, iman kepada hari kiamat, serta iman kepada qada dan qadar.
Di antara semuanya, hal yang paling penting dan fundamental untuk diyakini oleh setiap Muslim adalah iman kepada Allah. Dengan menguatkan iman kepada Allah, seorang Muslim tidak perlu meragukan keberadaan-Nya serta makhluk yang diciptakan-Nya.
Bahkan Allah pun memerintahkan hamba-Nya untuk meyakini keberadaan-Nya. Perintah ini tertuang secara tersirat dalam Alquran Surat Al-A’raf ayat 54.
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Artinya, "Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha penuh berkah Allah, Rabb semesta alam."
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengenal Allah SWT, salah satunya dengan mengenal sifat-sifat Allah. Agar lebih memahaminya, simaklah penjelasan berikut.
Iman Kepada Allah dengan Mengenal Sifat-sifat-Nya
Iman kepada Allah SWT artinya mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah itu ada. Salah satu cara untuk menambah keimanan kepada Allah adalah dengan mengetahui sifat-sifat-Nya. Manusia akan mengetahui keagungan dan kebesaran Allah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Mengutip buku Rukun Iman karya Hudarrohman, Allah SWT memiliki tiga sifat yakni sifat wajib bagi Allah, sifat mustahil bagi Allah, dan sifat jaiz bagi Allah. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
Sifat Wajib Allah
Sifat wajib Allah adalah sifat yang pasti ada pada Allah. Manusia tidak akan bisa membayangkan wujud sifat wajib Allah, tetapi wajib mengimaninya. Sifat wajib Allah berjumlah 20, yaitu sebagai berikut:
Wujud artinya ada
Qidam artinya terdahulu
Baqo' artinya kekal
Mukholafatulil khawaditsi artinya berbeda dengan makhluknya
Qiyamuhu binafsihi artinya berdiri sendiri
Wahdaniyyah artinya Esa
Qudrat artinya berkuasa
Iradat artinya berkehendak
Ilmu artinya mengetahui
Hayat artinya hidup
Sama' artinya mendengar
Bashor artinya melihat
Kalam artinya berfirman
Qodiron artinya Maha Berkuasa
Muridan artinya Maha Berkehendak
Aliman artinya Maha Mengetahui
Hayyan artinya Maha Hidup
Sami'an artinya Maha Mendengar
Bashiran artinya Maha Melihat
Mutakalliman artinya Maha Berfirman
Sifat Mustahil Allah
Sifat mustahil Allah adalah sifat yang mustahil ada pada Allah. Karena ketidaksempurnaan, kekurangan, dan kelemahan mustahil ada pada-Nya. Sifat mustahil Allah berjumlah 20, yaitu sebagai berikut:
Adam artinya tidak ada
Huduts artinya baru
Fana' artinya binasa
Mumatsalatu lil hawaditsi artinya ada yang menyamai
Ihtiyaju lighairihi artinya memerlukan yang lain
Ta’adud artinya berbilang
Ajzun artinya lemah
Karahah artinya terpaksa
Jahlun artinya bodoh
Mautun artinya mati
Shamamun artinya tuli
Ama artinya buta
Bakamun artinya bisu
‘Ajiyan artinya zat yang lemah
Karihan artinya zat yang terpaksa
Jahilan artinya zat yang sangat bodoh
Mayyitan artinya zat yang mati
Ashamma artinya zat yang tuli
‘Ama artinya zat yang buta
Abkama artinya zat yang bisu
Sifat Jaiz Allah
Sifat jaiz Allah adalah sifat kekuasaan, kewenangan Allah untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Sifat Jaiz Allah hanya ada satu yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, artinya Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya.
(MSD)
