Konten dari Pengguna

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku yang Perlu Dipahami

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsur dan cara menulis daftar pustaka dari buku Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Unsur dan cara menulis daftar pustaka dari buku Foto: iStock

Cara menulis daftar pustaka adalah hal yang penting untuk dipahami dalam setiap pembuatan karya tulis. Tujuan keberadaan daftar pustaka adalah untuk menghindari klaim plagiarisme.

Dalam buku Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah oleh Haryanto A.G. dkk, daftar pustaka memiliki tiga unsur utama, yaitu penulis, judul, fakta-fakta penerbitan. Ketiga unsur tersebut perlu dipahami agar penulisan daftar pustaka sesuai aturan.

Unsur penulis mencakup beberapa hal seperti penulis pendamping, editor, atau badan/lembaga resmi. Untuk cara penulisannya dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut:

  • Menyebutkan nama keluarga terlebih dahulu

Contoh: Lester W. Burket, maka dalam penulisan daftar pustaka menjadi Burket L.W.

  • Memulai dengan menulis nama akhir

Contoh: Teuku Jacob ditulis menjadi Jacob T, Anwar Siregar ditulis Siregar A.

  • Jika penulisnya wanita yang telah menikah dan menggunakan nama suami di belakang namanya, contoh penulisannya adalah: Toeti Herarti Noerhadi menjadi Noerhadi TH.

Judul pun harus disertakan anak judulnya jika ada. Sedangkan fakta-fakta penerbitan berupa tempat (kota) buku diterbitkan, nama penerbit, tahun penerbitan.

Agar lebih jelas, berikut adalah contoh cara menulis daftar pustaka dari buku, mengutip buku Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku

Ilustrasi menulis daftar pustaka dari buku Foto: iStock

1. Penulis perorangan

  • Nama penulis/penulis (disusun balik)

  • Tahun terbit

  • Judul buku (dicetak miring atau digaris bawahi)

  • Edisi dan volume

  • Nama penerbit

  • Tempat terbit (cukup satu, kota tempat buku diterbitkan)

  • Halaman yang dibaca

Contoh: Stones, H.H. 1962. Oral and Dental Diseases. Ed. ke-4 Livingstone, Edinburgh. Hlm. 47-52.

2. Lebih dari satu penulis/beberapa editor

  • Nama penulis

  • Tahun terbit

  • Judul karangan / bab diikuti kata “dalam” atau “in”

  • Judul buku (dicetak miring atau digaris bawahi)

  • Nama editor

  • Edisi

  • Nama penerbit

  • Tempat terbit (cukup satu)

  • Halaman yang dibaca

Contoh: Burket, L.W. 1997. White Lesions. Dalam. Burket’s Oral Medicine. Diagnosis and treatment. Malcolm A Lynch (editor). Ed. ke-7. JB. Lippincott. Philadelphia. Hlm. 49-55.

3. Buku yang dikarang oleh lembaga

  • Nama lembaga

  • Tahun terbit

  • Judul buku (dicetak miring atau digaris bawahi)

  • Edisi dan volume

  • Nama penerbit

  • Tempat terbit (cukup satu)

  • Halaman yang dibaca

Contoh: WHO (World Health Organization). 1973. Expert committee on rabies 6th report. WHO Technical Report Series No. 523. WHI. Geneva.

4. Buku terjemahan

  • Nama penulis

  • Tahun terbit

  • Judul buku (dicetak miring atau digaris bawahi)

  • Penerjemah

  • Nama penerbit

  • Tempat terbit

  • Halaman yang dibaca

Contoh: Van Nieuw Amerongen. 1988. Ludah dan kelenjar ludah. Arti bagi kesehatan gigi. Penerjemah: Abyono R dan Suryo S. Gadjah-Mada University Press. Yogyakarta. Hal. 184.

(PDN)