Cara Menulis Huruf Hijaiyah yang Perlu Diketahui oleh Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang Muslim dianjurkan untuk bisa membaca, memahami, atau menulis huruf hijaiyah. Sebab, huruf hijaiyah merupakan alfabet dalam bahasa Arab yang digunakan untuk penulisan Alquran.
Dalam buku Al-Quran dan Hadis oleh Asep B.R., terdapat 28 jumlah huruf hijaiyah yang perlu diketahui. Dari segi penulisannya, ada huruf hijaiyah yang dapat ditulis dengan disambung dan ada yang tidak dapat disambung pada bagian tengah.
Huruf hijaiyah bersambung biasanya terdiri dari 3 letak penyambungannya, mulai disambung di depan, di tengah, dan di belakang. Kemudian untuk 6 huruf hijaiah yang tidak dapat disambung di tengah, yaitu ا د ذ ر ز و. Karena itu, 6 huruf hijaiyah tersebut terpaksa diputus, lalu membentuk huruf hijaiyah lainnya.
Belajar menulis huruf hijaiyah memang tidak mudah, tetapi dengan pengetahuan dasar tentu akan membantu proses untuk memahaminya. Mengutip buku Imla’ Aplikatif oleh Muhammad Hafidz, S.S., M.Pd.I, berikut cara menulis huruf hijaiyah (Arab):
Cara Menulis Huruf Hijaiyah
Penulisan huruf Arab dimulai dari kanan ke kiri.
Jumlah huruf Arab (disebut dengan huruf Hijaiyah) jumlahnya ada 28 huruf.
Huruf-huruf itu ada yang dapat menyambung dan disambung, ada yang bisa disambung tetapi tidak bisa menyambung (di tengah). Masing-masing mempunyai bentuk huruf sesuai posisinya (di depan, tengah, di belakang, dan terpisah).
Semua huruf Arab adalah konsonan, termasuk Alif, Wawu, dan Ya (Sering disebut huruf illat), maka mereka memerlukan tanda vokal (Syakal).
(PDN)
