Konten dari Pengguna

Cara Menulis Kapanpun atau Kapan Pun Sesuai dengan EYD

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penulisan kata pun sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penulisan kata pun sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia. Foto: Pexels

Dalam bahasa Indonesia, pun termasuk dalam kelas kata partikel. Artinya, pun merupakan kata yang tidak memiliki arti leksikal, tetapi punya makna gramatikal. Kata pun hanya memiliki makna jika digunakan dalam sebuah kalimat.

Beberapa orang mungkin masih bingung dengan tata cara penulisannya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah seputar penulisan kata kapanpun dan kapan pun.

Untuk menjawabnya, kita dapat merujuk pada Ejaan Yang Disempurnakan versi 5 (EYD V) sebagai pedoman utama tata bahasa Indonesia. Berikut cara menulis kata kapanpun atau kapan pun sesuai dengan aturan yang berlaku.

Cara Menulis Kapanpun atau Kapan Pun

Ilustrasi penulisan kata pun sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia. Foto: Pexels

Berdasarkan kaidah yang berlaku, partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Dengan demikian, bentuk yang benar adalah kapan pun, bukan kapanpun. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:

  • Dia boleh makan buah kapan pun yang dia mau.

  • Pria itu tak akan pernah kembali sampai kapan pun.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Keenam, partikel pun memiliki lima makna berbeda, yaitu:

  1. Juga atau demikian juga.

    Contoh: Jika Anda pergi, saya pun akan pergi.

  2. Meski; biar; kendati.

    Contoh: Berapa pun harganya, akan saya beli!

  3. Saja.

    Contoh: Bersuara pun tak boleh, lalu apa yang kau perbolehkan?

  4. Menunjukkan bahwa suatu perbuatan mulai terjadi.

    Contoh: Matahari telah tenggelam, hari pun malamlah.

  5. Menguatkan dan menegaskan pokok kalimat.

    Contoh: Idayu pun mengungkapkan kekesalannya.

Kelima contoh di atas menunjukkan bahwa pun hanya memiliki arti ketika ada dalam sebuah kalimat.

Penggunaan Partikel Pun yang Digabung

Ilustrasi penulisan kata pun sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia. Foto: Freepik

Karena pun merupakan partikel, maka dalam penggunaannya harus dipisahkan dari kata sebelumnya. Kecuali jika merupakan bagian dari kata hubung tertentu. Ada beberapa padanan pun sebagai kata hubung yang ditulis serangkai, di antaranya:

  • adapun

  • andaipun

  • ataupun

  • bagaimanapun

  • biarpun

  • jikapun

  • kalaupun

  • kendatipun

  • maupun

  • meskipun

  • sekalipun

  • sementangpun

  • sungguhpun

  • walaupun

Penulisan pun pada kata di atas harus digabung. Contoh penggunaannya dalam kalimat adalah sebagai berikut:

  • Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

  • Dia tetap bersemangat walaupun lelah.

  • Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.

  • Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.

  • Sekalipun teman dekat, dia belum pernah sekali pun datang ke rumahku.

Ilustrasi penulisan kata pun sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia. Foto: Unsplash

Beberapa bentuk seperti andaipun, ataupun, dan bagaimanapun belum ada dalam KBBI Edisi V. Namun, kata ini sering digunakan oleh penutur bahasa Indonesia.

Selain itu, bagian pun pada kata adapun, bagaimanapun, maupun, dan sekalipun dapat ditulis terpisah saat entri tersebut tidak berfungsi sebagai kata hubung, contohnya:

  • Ada pun, buku itu tidak akan kuberikan kepadamu.

  • Ia tetap beristirahat dalam keadaan bagaimana pun.

  • Mau pun, ia tetap tak dapat pergi.

  • Tidak akan kusimpan barang kotor itu, walau sekali pun.

Baca juga: Mengapa dalam Acara Formal Menggunakan Bahasa Indonesia? Ini Alasannya

Pemahaman mengenai penggunaan partikel pun yang benar merupakan hal penting. Sebab, pengetahuan ini akan membantu Anda menulis dengan lebih baik sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku.

(SLT)