Konten dari Pengguna

Cara Menyaring Budaya Asing sesuai Nilai Pancasila

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menyaring budaya asing sesuai nilai pancasila. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menyaring budaya asing sesuai nilai pancasila. Foto: Unsplash

Derasnya arus globalisasi membawa berbagai budaya baru ke dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini terjadi melalui kontak langsung, seperti pariwisata, maupun kontak tidak langsung lewat media cetak dan elektronik seperti televisi, film, hingga internet.

Jika tidak disikapi secara bijak, masuknya budaya asing dapat mengikis nilai-nilai budaya nasional. Oleh karena itu, langkah yang tepat adalah menyaring setiap pengaruh yang datang dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila.

Lantas, bagaimana cara menyaring budaya asing sesuai nilai Pancasila? Simak beberapa upaya yang dapat dilakukan pada ulasan berikut.

Cara Menyaring Budaya Asing sesuai Nilai Pancasila

Ilustrasi cara menyaring budaya asing sesuai nilai pancasila. Foto: Unspla

Pancasila berperan sebagai penyaring terhadap masuknya berbagai ideologi asing yang tidak sejalan dengan kepribadian bangsa Indonesia. Berikut beberapa cara untuk memilah budaya asing agar tetap selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

1. Kenali Identitas Budaya Lokal Terlebih Dahulu

Langkah awal yang penting adalah memahami budaya sendiri. Pengenalan terhadap adat istiadat, kesenian tradisional, bahasa daerah, serta kearifan lokal akan memperkuat identitas nasional. Dengan fondasi yang kuat, proses menyaring budaya yang selaras dengan nilai Pancasila akan menjadi lebih mudah.

2. Bersikap Kritis terhadap Tren

Pancasila memberikan ruang bagi kebebasan untuk berpikir, berkarya, dan berinovasi. Namun, kebebasan tersebut harus disertai dengan tanggung jawab. Setiap tren yang muncul tidak perlu langsung diikuti, melainkan perlu dinilai secara matang dampaknya dengan tetap berpedoman pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.

3. Memilih yang Sesuai, Menolak yang Bertentangan

Berdasarkan Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) oleh Fidel Efendi dkk., di era globalisasi berbagai paham seperti liberalisme ekstrem, komunisme, hingga kapitalisme tanpa batas dapat memengaruhi pola pikir masyarakat. Karena itu, pengaruh luar perlu diseleksi dan diambil yang bermanfaat tanpa mengorbankan jati diri nasional. Beberapa penerapannya antara lain:

  • Menjaga nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan (Sila I dan II): Menolak paham yang meniadakan peran Tuhan atau mengedepankan kebebasan individu secara berlebihan.

  • Mendukung persatuan dan demokrasi (Sila III dan IV): Menghindari budaya yang berpotensi memecah belah, seperti ekstremisme pada ras atau suku.

  • Mendorong kesejahteraan (Sila V): Menerima nilai positif seperti disiplin dan etos kerja untuk meningkatkan produktivitas.

4. Memperkuat Identitas Diri

Nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi penyaring alami dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial hendaknya dijadikan pedoman dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

5. Peran Berbagai Pihak dalam Menyaring Budaya Asing

Menurut buku Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) oleh Muhammad Aunur Rofiq, masuknya budaya asing akibat globalisasi turut memengaruhi perilaku dan kebudayaan Indonesia, baik budaya nasional maupun budaya lokal di setiap daerah. Dalam hal ini, peran berbagai pihak sangat penting, antara lain:

  • Pemerintah: Menyusun kebijakan untuk melindungi dan melestarikan budaya nasional. Pemerintah juga mengarahkan pemanfaatan budaya asing agar tetap sesuai dengan nilai Pancasila.

  • Sekolah: Menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa melalui pendidikan karakter dan pembelajaran.

  • Masyarakat: Menciptakan lingkungan yang mendukung penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sekaligus berperan menjaga kearifan lokal.

Baca Juga: Contoh Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Semangat Persatuan dan Kesatuan

(SA)