Cara Menyusun Modul Proyek untuk Siswa agar Memudahkan Pembelajaran
Konten dari Pengguna
28 Maret 2023 15:30
ยท
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modul proyek adalah perencanaan pembelajaran yang dilakukan siswa dengan konsep belajar berbasis proyek (project based learning). Modul ini disusun berdasarkan fase atau tahap perkembangan yang dimiliki oleh masing-masing siswa.
Dalam pelaksanaannya, modul proyek mempertimbangkan tema dan topik proyek berbasis perkembangan jangka panjang. Modul ini dikembangkan melalui aspek dimensi, elemen, dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila.
Mengutip buku Solusi Agen Perubahan susunan Dr. Ade Eka karya, dkk (2023), tujuan modul proyek adalah untuk menyusun dokumen yang mendeskripsikan perencanaan kegiatan proyek. Ini bisa menjadi panduan bagi peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam tema tertentu.
Pada proses pembuatannya, pendidik harus memiliki kemampuan untuk memilih dan memodifikasi modul sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Bagaimana cara menyusun modul proyek?
Cara Menyusun Modul Proyek

Modul proyek ini sifatnya fleksibel. Sehingga, pendidik diberikan kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul proyek sesuai dengan konteks lingkungan, visi satuan pendidikan, kesiapan satuan pendidikan, dan kebutuhan belajar peserta didiknya.
Mereka boleh mengurangi atau menambahkan jumlah komponen sesuai dengan konteks masing-masing. Pendidik juga boleh membuat dan mengkreasikan modul sesuai dengan kondisi di satuan pendidikannya sendiri.
Cara menyusun modul proyek sebenarnya sangat mudah. Selama proses pembelajaran, guru atau pendidik hanya berperan sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator.
Dalam menjalani peran tersebut, seorang guru harus memberikan dorongan dan bimbingan kepada siswa agar proyek dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.
Pemantauan atau monitoring harus terus dilakukan selama siswa mengerjakan proyek tersebut, baik di dalam maupun luar kelas. Guru bertugas memberikan bimbingan pada siswa yang mengalami kesulitan, kemudian memberikan catatan perkembangan proyek padanya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu proses aktual dari pemecahan masalah yang dilakukan peserta didik, kemajuan kinerja tim dan individu, catatan penelitian, kontrak belajar, penggunaan komputer, dan refleksi terhadap penelitiannya itu sendiri.
Modul proyek yang menggunakan sistem Project Based Learning mengubah peran guru dari instruktur menjadi fasilitator untuk mengembangkan keterampilan dan pemikiran kritis siswa. Guru juga bertugas untuk memperbaiki kolaborasi tim untuk menyelesaikan masalah.
Dalam pembelajaran ini, peserta didik terlibat dalam permasalahan serupa dengan apa yang dilakukan oleh para ilmuwan, ahli matematika, penulis, dan sejarawan. Mereka belajar dan bekerja melalui paradigma penelitian.
Manfaat Modul Proyek

Menurut Santi dalam jurnal Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Pemahaman Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan (2011), modul proyek yang menggunakan sistem project based learning membantu peserta didik dalam belajar seperti:
- Pengetahuan dan keterampilan yang kokoh dan bermakna guna (meaningfull use) yang dibangun melalui tugas-tugas dan pekerjaan yang otentik;
- Memperluas pengetahuan melalui keotentikan kegiatan kurikuler yang terkudung oleh proses kegiatan belajar melakukan perencanaan (designing) atau investigasi yang open-ended, dengan hasil atau jawaban yang tidak ditetapkan sebelumnya oleh perspektif tertentu; dan
- Membangun pengetahuan melalui pengalaman dunia nyata dan negosiasi kognitif antarpersonal yang berlangsung di dalam suasana kerja kolaboratif.
Baca juga: 18 Pertanyaan tentang Metode Belajar Siswa
(MSD)
Apa itu modul proyek?
Apa tujuan modul proyek?
Bagaimana proses penyusunan modul proyek?