Cara Merancang Pengalaman Belajar agar Bisa Mengevaluasi Konten AI Secara Kritis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan kecerdasan buatan (AI), terselip pula sejumlah ancaman yang patut diwaspadai. Salah satunya adalah penipuan berbasis teknologi yang kian canggih dan makin sulit dikenali.
Banyak penjahat dunia maya memanfaatkan AI untuk menghasilkan konten palsu yang terlihat meyakinkan. Kondisi ini membuat penipu lebih mudah mengelabui korban melalui informasi yang sekilas tampak benar dan dapat dipercaya.
Agar tidak mudah terjebak dalam informasi yang menyesatkan, kemampuan berpikir kritis perlu terus diasah. Berikut beberapa cara merancang pengalaman belajar yang bisa membantu siswa maupun profesional untuk lebih kritis dalam mengevaluasi konten AI.
Cara Merancang Pembelajaran agar Siswa dan Profesional Lebih Kritis Menilai Konten AI
Dikutip dari laman Harvard Business Impact Education dan Edutopia, berikut beberapa pendekatan yang dapat mendorong siswa maupun profesional agar lebih kritis dalam menilai konten AI:
1. Rancang Tugas dengan Beberapa Tahapan
Jangan hanya meminta siswa menjawab soal, tetapi dorong mereka untuk menghubungkan dan menganalisis berbagai informasi. Rancang tugas dalam beberapa tahapan yang saling berkaitan agar siswa bisa memahami proses berpikir di baliknya.
Misalnya, siswa dapat diminta untuk melakukan hal-hal berikut:
Menghubungkan studi kasus dengan materi pembelajaran.
Mengaitkan analisis dengan hasil diskusi di kelas.
Memanfaatkan pengalaman pribadi sebagai sudut pandang tambahan.
Menarik kesimpulan berdasarkan berbagai informasi yang telah dianalisis.
Menjelaskan alasan dan proses berpikir di balik kesimpulan tersebut.
2. Gunakan Tantangan “Nyata atau Palsu?”

Latih siswa untuk membedakan informasi kredibel, misinformasi, dan konten yang dihasilkan AI melalui kegiatan evaluasi sederhana. Cara menerapkannya dapat dilakukan sebagai berikut:
Pengajar menyiapkan beberapa contoh artikel, unggahan media sosial, atau teks yang dibuat AI.
Siswa bekerja secara berkelompok untuk menilai kredibilitas setiap informasi.
Setiap kelompok menjelaskan alasan yang mendasari penilaian mereka.
3. Jadikan AI sebagai Objek untuk Dikritisi
Selain sebagai alat bantu belajar, AI juga bisa digunakan sebagai bahan latihan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pengajar dapat meminta siswa membuat sebuah paragraf dengan bantuan AI, lalu mengajak siswa mengevaluasi hasilnya secara bersama-sama.
Beberapa hal yang dapat diperiksa, antara lain:
Informasi yang tidak akurat atau belum terverifikasi.
Pernyataan yang terlalu umum atau kurang spesifik.
Adanya bias dalam penyampaian informasi.
Informasi yang kurang konteks atau penjelasan.
Klaim yang memerlukan bukti atau sumber tambahan.
Melalui pendekatan ini, siswa dapat belajar bahwa jawaban dari AI tidak selalu dapat langsung dijadikan hasil akhir. Siswa tetap perlu berpikir kritis untuk menilai apakah informasi tersebut benar, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: 5 Manfaat Teknologi AI di Kehidupan Sehari-hari, Bisa Tingkatkan Kreativitas
(ANB)
